Dimadu Karena Wasiat

Dimadu Karena Wasiat
DKW 59 - Story whatsapp milik Ayu


__ADS_3

Pukulan tersebut membuat Angga jatuh tersungkur di lantai.


"Mas! Apa-apain sih kamu?!" sentak Nisa ketika tahu yang memukul Angga adalah suaminya sendiri, Bima. Dia segera menghampiri Angga dan membantunya untuk berdiri.


"Kamu tidak boleh membantunya!" Bima menarik tangan Nisa dengan paksa, dia tidak rela jika wanita yang masih berstatus istrinya tersebut menolong Angga.


"Kenapa? Cemburu? Atau sakit hati?" tanya Nisa dengan memberikan tatapan tajam kepada suaminya. "Itulah yang aku rasakan ketika kamu membawa wanita itu pulang ke rumah dan mengenalkannya sebagai istri." Nisa menunjuk Ayu yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Nisa mengibaskan tangan suaminya dengan kasar, ia kembali mendekati Angga dan membantunya untuk berdiri.


"Bapak tidak apa-apa?" tanya Nisa.


"Aku tidak apa-apa," jawab Angga sambil mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah menggunakan ibu jari.


"Maaf, ya, Pak. Gara-gara Bapak ingin menghiburku, Bapak jadi kena pukul seperti ini," ucap Nisa. Dia merasa tidak enak dengan bosnya karena sikap kasar Sang Suami.


"Tidak apa-apa kok, Nis. Tenang saja."


"Sebaiknya kita kembali ke rumah sakit saja yuk, Pak, takutnya security rumah sakit tahu kalau aku keluar dari ruang rawatku!" ajak Nisa.

__ADS_1


Angga mengangguk. Dia dan Nisa kemudian mulai melangkah untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun keduanya langsung menghentikan langkah mereka ketika mendengar Bima mengatakan sesuatu.


"Pantas saja kamu ingin bercerai dariku, ternyata karena kamu sudah mendapatkan laki-laki mapan yang lebih muda. Kamu tidak lebih baik dari Ayu. Selama ini kamu selalu menuduhku berubah, padahal kenyataannya hatimulah yang sudah berubah, Nis," ungkap Bima panjang lebar.


Nisa tersenyum miris. "Kamu benar, Mas. Hatiku memang sudah berubah. Tapi itu bukan karena orang lain, tetapi karena dirimu," balas Nisa.


"Mbak, jangan bilang seperti itu. Mas Bima sengaja lho datang ke rumah sakit untuk jagain, Mbak Nis. Tapi saat dia tiba di rumah sakit ternyata malah melihat Mbak Nisa keluar sama laki-laki ini." Ayu ikut berbicara. Dia ingin terlihat sedang membela suaminya.


"Sudahlah, Yu. Aku yakin dia tidak peduli tentang itu karena disisinya sudah ada laki-laki lain yang menemaninya," sahut Bima.


"Tapi, Mas, Mbak Nisa harus tahu kalau kamu juga mengkhawatirkan keadaan dirinya," jawab Ayu.


"Apa maksudmu?!" sentak Bima.


"Jadi kamu mengkhawatirkan Nisa disaat kamu sedang bercumbu dengan istri mudamu ini?" cebik Angga.


Kembali Bima mencengkeram baju Angga, "Jangan asal bicara kamu ya!" bentak Bima sambil melotot.


Dengan santai Angga melepaskan cengkeraman tangan dari suami Nisa itu. "Kamu ingin tahu kenapa aku membawa Nisa kemari?" tanya Angga. "Karena aku ingin menghiburnya. Istri manapun akan terluka dan sakit hati, ketika dirinya berada di rumah sakit, bukannya menjaganya. Kamu malah asik bersenang-senang dengan istri mudamu dan itu kamu lakukan di kamar yang harusnya masih menjadi kamar milik Nisa." Angga mengatakan itu dengan memberikan penekanan-penekanan di setiap kalimatnya.

__ADS_1


Bima menatap Angga bingung, dia tidak mengerti dengan hal yang dikatakan oleh Angga barusana.


"Jangan berlagak bodoh di depanku. Kamu bisa melihat story whatsapp yang dibuat oleh istri keduamu beberapa saat yang lalu," tambah Angga.


"Yu, kamu bikin story apa?" tanya Bima yang beralih menatap Ayu.


"Tidak bikin apa-apa kok, Mas. Mereka sengaja bicara seperti itu agar kamu merasa bersalah dan tidak menyalahkan perbuatan mereka ini," jawab Ayu gugup.


Bima tidak mempedulikan jawaban dari Ayu tersebut, dia merampas telepon genggam dari istri keduanya itu.


"Mas, beneran aku tidak buat story apa pun." Ayu berusaha untuk merebut kembali hpnya itu dari tangan Bima. "Mas."


Bima langsung membuka aplikasi whatsapp dan melihat story yang dibuat oleh Ayu.


"Bagaimana? Salahkah jika Nisa merasa sakit hati dengan story yang dibuat oleh istri mudamu itu?" tanya Angga lagi.


Bima menatap, Ayu, Nisa, dan Angga secara bergantian. Wajahnya merah padam dengan kedua tangan mengepal.


šŸ‚šŸ‚šŸ‚

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN, VOTE, DAN.GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA. TERIMA KASIH.


__ADS_2