
"Kalian berdua sengaja ingin memfitnah Ayu, kan?!" geram Bima kepada Nisa dan Angga. "Kalian lihat, Ayu hanya membuat story yang mengungkapkan ke kangenannya sama Nisa."
Bima menunjukkan story yang baru saja dilihatnya di hp milik Ayu.
Ayu menyeringai, dia sudah menduga ini sebelumnya. Jadi, ketika melihat Bima akan keluar mencari istri pertamanya tersebut, Ayu kembali mengambil foto kamar Nisa dan mengauploudnya sebagai story whatsapp-nya yang baru. Dia bahkan memberikan caption yang bertuliskan 'Kangen Mbak Nisaπ₯Ί'
"Mbak, kenapa Mbak Nisa selalu memfitnahku? Dan sekarang pun Mbak Nisa juga mempengaruhi orang lain untuk memfitnahku? Salah aku apa, Mbak?" tanya Ayu yang kembali dengan akting menangisnya. "Aku tahu, aku sudah masuk ke kehidupan Mbak Nisa dan Mas Bima tanpa izin. Tapi, itu bukan mauku, Mbak. Kalau tahu Mbak Nisa akan sebenci ini sama aku, maka lebih aku menolak Mas Bima saat dia ingin melaksanakan wasiat dari papanya."
Bima menarik Si Istri muda kedalam dekapan. "Yu, jangan nangis ya. Aku percaya sama kamu," tutur Bima sambil mengusap bahu Ayu.
"Aku sangat menyayangi Mbak Nisa seperti kakak kandungku sendiri, tapi kenapa dia membenciku sampai seperti ini?" Kembali Ayu sesegukan.
"Aktingmu bagus sekali ya, Yu. Aku salut sekali, kamu pantas mendapatkan penghargaan wanita bermuka dua," ucap Nisa sambil bertepuk tangan.
"Nisa!" sentak Bima.
"Kenapa? Kamu mau bilang kalau aku tidak punya hati dan tega memfitnah wanita polos seperti istri mudamu ini?" tanya Nisa lagi. "Sayangnya kali ini aku lebih pintar darimu, Ayu."
Ayu menautkan alisnya menatap Nisa.
Nisa membuka galeri di ponsel miliknya dan memeperlihatkan screenshot yang diambilnya itu kepada Bima. Screenshot itu ia ambil sebelum Angga datang. Dan isi screenshot itu adalah story whatsapp Ayu beberapa saat yang lalu. Awalnya Nisa melakukan itu hanya ingin menjadikan screenshot tersebut sebagai bukti tambahan saat sidang perceraiannya dengan Bima nanti.
"Sekarang, apa kamu masih mau bilang kalau istri mudamu ini adalah gadis polos yang tidak tahu apa-apa?" tanya Nisa lagi.
"Yu! Kenapa kamu lakukan itu, Yu?! Kenapa?!" Bima mencengkeram kedua pundak Ayu dengan sangat kuat.
"M-Mas... aku... aku tidak bermaksud melakukan ini, Mas. Aku hanya iri karena kamu selalu melarangku ini-itu. Takut Mbak Nisa begini, takut anak Mbak Nisa begitu, aku iri, Mas. Apalagi, mamamu tidak pernah memandangku. Dia hanya menyayangi Mbak Nisa. Setiap pergi keluar kota, hanya Mbak Nisa yang selalu diberinya oleh-oleh. Aku iri, Mas. Makanya aku melakukan itu," jawab Ayu. Ia terpaksa mengakui semua perbuatannya karena tidak mungkin ia mengelak dengan bukti screenshot yang ditunjukkan oleh istri pertama suaminya itu.
__ADS_1
"M-Mas... maafkan aku, maafkan aku," pinta Ayu sambil menangis.
"Aku tidak bisa memaafkan kesalahanmu ini, Yu, tidak bisa!" ucap Bima yang masih marah.
"Mas, maaf kan aku. Aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi!" pinta Ayu lagi.
"Yu, aku tidak bisa hidup dengan wanita sepertimu. Aku.... "
"Mas, jangan katakan apa pun, Mas! Jangan talak aku, aku mohon! Kamu sudah berjanji kepada almarhum ibuku akan menjagaku sebelum beliau meninggal. Jadi, aku mohon, Mas, jangan talak aku!" pinta Ayu sambil berlutut.
"Aku tidak bisa. Hari ini juga aku ta.... "
Belum selesai Bima melafalkan kalimat talaknya, Ayu tiba-tiba jatuh pingsan.
"Yu, bangun! Ayu, kamu tidak apa-apa, kan? Ayu!" Buru-buru Bima menggendong Ayu turun dari atap gedung tanpa mempedulikan keberadaan Nisa.
Nisa tersenyum mendengarnya. "Sudahlah, Pak Angga. Kita kembali ke rumah sakit yuk! Aku sudah ingin istirahat!" ajak Nisa.
Angga mengangguk.
Angga membawa Nisa kembali lagi ke rumah sakit dan benar saja semua perawat yang bertugas di kamar Nisa, kelabakan mencari keberadaan Nisa.
Angga dan Nisa meminta maaf kepada perawat yang bertugas itu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
***
"Nis, aku lihat kamu tidak terlalu bersedih dengan sikap suami tadi?" tanya Angga.
__ADS_1
Nisa terdiam. Dia juga heran dengan dirinya kali ini. Biasanya saat Bima lebih memperhatikan Ayu, ada sebersit rasa sakit yang ia rasakan di hati. Tapi, tadi, dia tidak merasakan itu. Benarkah yang suamimya katakan tadi, bahwa hatinya kini sudah berubah?
"Tidak! Ini tidak boleh!" batin Nisa sambil menggeleng cepet.
"Nis, ada apa? Kenapa kamu menggeleng seperti itu?" tanya Angga sambil memegang kedua bahu Nisa.
"E... tidak apa-apa kok, Pak. Aku hanya ingat sesuatu saja," jawab Nisa. "Kalau Bapak mau pulang, silakan, saya sudah tidak apa-apa kok," lanjutnya.
"Oh iya, sebenarnya ada seauatu yang ingin aku tanyakan kepadamu," jawab Angga.
"Soal?"
"Sekarang kamu tahu kan kalau biang dari semua kesalahanpahaman antara kamu dan suamimu adalah istri mudanya."
"Terus?"
"Apa kamu akan tetap melanjutkan gugatan ceraimu?" Kali ini Angga bertanya sambil menatap kedua bola mata Nisa.
πππ
Apa ya jawaban yang akan diberikan oleh Mbak Nisa kepada Angga?
JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, VOTE, DAN GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA. TERIMA KASIH.
Ohya, jangan lupa baca novel keren dibawah ini ya, dijamin seru deh ππ
__ADS_1