
Jam 3 pagi, Bima yang sedang menemani Ayu di rumah sakit mendadak terbangun dan tidak melihat keberadaan Ayu di tempat tidurnya. Dia langsung bangun dari posisinya untuk mencari keberadaan istrinya tersebut.
"Yu, kamu di toilet?" tanya Bima sambil mengetuk kamar mandi yang masih ada di ruang perawatan tersebut. Karena tidak ada jawaban ia pun membuka kamar mandi itu dan tidak menemukan keberadaan Ayu di sana.
"Kemana dia pagi buta gini," gumam Bima. Dia kemudian keluar dari ruang perawatan tersebut. Ketika sampai di luar dia melihat Ayu yang sedang berdiri tidak jauh dari ruang perawatan dan sedang menelpon seseorang. Awalnya Bima ingin langsung memanggil istrinya tersebut, tetapi niat itu ia urungkan ketika tanpa sengaja indera pendengarannya mendengar Ayu memanggil kata ibu.
Bima memilih bersembunyi di balik tembok untuk mendengar pembicaraan istrinya itu.
"Iya, Bu. Aku sedang di rumah sakit. Tidak tahu sampai kapan. Aku bosen sekali berada si sini. Iya, tahu nanti aku akan mencari Tante Metha. Aku harus membujuk Mas Bima dulu agar membiarkan aku membawa Tante Metha kembali. Iya-iya, Ibu tenang saja semua aman," jawab Ayu. "Aku tutup ya, Bu. Aku nggak mau Mas mencariku."
Ketika mendengar itu, Bima yang bersembunyi di balik tembok segera kembali ke ruang rawat Ayu. Dia tidak ingin istri mudanya itu tahu kalau dia mendengar pembicaraan mereka. Dia berniat akan menyelidiki semuanya dari awal lagi.
Setelah mengatakan itu Ayu langsung mematikan teleponnya. Dia melihat ke kanan dan kiri untuk melihat keadaan di sekitar. Buru-buru ia kembali ke kamar rawatnya. Saat masuk ke ruang rawatnya, Ayu terkejut ketika melihat Bima sudah bangun.
__ADS_1
"M-Mas Bima," panggil Ayu dengan irama jantung tak beraturan.
"Yu dari mana kamu? Kok dari luar?" tanya Bima.
"A-a itu Mas, aku tadi mencari perawat untuk memasang infusku yang tanpa sengaja kelepas tadi," jawab Ayu berbohong.
Bima menatap istri mudanya tersebut dengan serius. "Kenapa nggak bangunin aku sih, Yu?"
"Maaf Mas, aku nggak mau mengganggumu. Aku tahu kamu itu sedang capek karena harus mengurusi kantor, menjagaku di sini, dan mencari Mbak Nisa. Aku nggak mau menyusahkanmu," jawab Ayu dengan wajah memelasnya.
"Lain kali bangunin aku ya, jangan sungkan!" ucap Bima sambil merenggangkan pelukannya. Dia kemudian memapah istrinya itu untuk kembali naik ke atas tempat tidur rumah sakit.
Ayu bernapas lega karena Bima mempercayai perkataannya.
__ADS_1
"Mas."
"Hm."
"Kita tidur bareng aja yuk! Aku kedinginan, tempat tidurnya juga muat kok untuk kita berdua," ucap Ayu sambil menpuk-nepuk ruang kosong di sebah tempat tidurnya.
"Tapi.... "
"Mas, plis anak kita minta dipeluk papanya!" potong Ayu.
Tak mau membuat Ayu curiga, Bima melakukan hal yang diminta oleh istrinya tersebut.
Ayu dengan manja memeluk suaminya dan tidur sambil bersandar di dada bidang Bima.
__ADS_1
"Sebenarnya apa lagi yang kamu sembunyikan dariku, Yu? Apa kamu juga terlibat dengan kasus surat wasiat palsu itu?" batin Bima.