
Beberapa bulan sebelumnya ....
"Apa ini, Bu?" tanya Ayu ketika Sang Ibu memperlihatkan surat almarhum bapaknya.
"Baca saja!" suruh ibunya Ayu yang bernama Nita.
"Jadi, yang membuat Bapak terbunuh itu bosnya, Bu?" tanya Ayu kepada Sang Ibu.
Selama ini dia mengira jika ayahnya meninggal karena ingin melindungi bosnya dari begal, tetapi ternyata bukan itu yang sebenarnya terjadi. Di surat itu tertulis bagaimana kronologi yang sebenarnya terjadi. Mereka memang dibegal saat dalam perjalanan akan pulang ke rumah. Namun, sebenarnya begal itu tidak akan melukai bapaknya Ayu jika saja bosnya itu mau menyerahkan uang. Sayangnya alih-alih menyerahkan uangnya kepada pembegal itu, bosnya malah lari meninggalkan bapaknya.
"Iya, Bos Bapakmu melarikan diri dan membiarkan bapakmu dihabisi oleh pembegal itu, tanpa ada niatan untuk membantunya," jawab Nita penuh kebencian. "Coba saja kalau bosnya mau memberikan uang itu, pasti bapakmu masih hidup sampai sekarang."
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membalas kematian Bapak, Bu?" tanya Ayu lagi.
__ADS_1
"Dia mempertaruhkan nyawa bapakmu demi hartanya, jadi sekarang kita harus membalasnya dengan mengambil harta itu dari anak dan istrinya," terang Nita. Dari nada bicara dan sorot matanya tersirat kemarahan dan kebencian yang mendalam.
"Tapi, gimana caranya?"
"Ibu juga belum tahu," jawab Nita.
Seakan didukung oleh keadaan, ternyata teman dekat Ayu sudah masuk di perusahaan milik Bima untuk menggantikan Nisa yang risign. Dan atas bantuan dari temannya itulah, Ayu berhasil menyelipkan surat wasiat palsu diantara berkas-berkas penting perusahaan. Dan sejak hari itulah, dia dan ibunya mulai membuat skenario demi skenario untuk melancarkan aksi balas dendam mereka.
Soal Tante Metha, itu diluar rencana Ayu dan Ibunya. Tetapi, keberadaan Tante Metha cukup membantu rencana mereka. Berkat Tante Metha, dia berhasil membuat Nisa keluar dari rumah.
"Mana uangnya? Katanya kamu akan memberiku uang kalau aku membantu membuat surat keterangan palsu soal kehamilanmu itu?" tanya Dokter kandungan bernama Edo.
Edo adalah dokter spesialis kandungan yang baru saja memperoleh gelar spesialisnya. Hobinya bermain judi online, membuatnya terlilit banyak hutang. Hal tersebut diketahui oleh Ayu ketika Ayu datang menjenguk Nisa di rumah sakit beberapa hari yang lalu. Waktu itu tanpa sengaja dia melihat dokter muda tersebut sedang ditagih oleh debtcollector. Saat itu Ayu berjanji akan memberikan bayaran besar kepada dokter muda tersebut asal dokter itu mau membantunya memberikan surat keterangan hamil palsu.
__ADS_1
"Berikan nomor rekeningmu sekarang!" suruh Ayu.
Dokter bernama Edo itu pun segera memberikan nomor rekeningnya. Tidak lama sebuah pesan pemberitahuan dari M-banking masuk di telepon genggamnya yang memberitahu bahwa ada uang masuk ke nomor rekeningnya tersebut. "Thanks untuk duitnya. Lain kali kalau butuh bantuan lagi, kabari aku," ucap dokter itu. Ia kemudian kembali keluar dari ruang rawat tersebut.
"Aku yakin, Vena tidak akan mengalihkan semua hartanya atas nama Mas Bima kalau bayi yang ada dikandungan Nisa itu masih ada. Aku harus membuat Mbak Nisa kehilangan janinnya, tapi bagaimana caranya ya? Apalagi tempat tinggalnya yang sekarang aja aku nggak tahu," batin Ayu.
Mendengar ada langkah kaki mendekat dari arah pintu, gegas Ayu kembali naik ke atas tempat tidur.
"Mas, katanya mau menemui Mbak Nisa? Kok ada di sini?" tanya Ayu yang berpura-pura terkejut melihat kedatangan sang suami ke kamar rawatnya.
"Nisa sudah keluar dari rumah sakit, Yu dan dia tidak memberitahuku kemana dia pergi," jawab Bima tanpa semangat.
"Sabar ya, Mas. Nanti kalau keadaanku sudah membaik, aku akan membantumu mencarinya," ucap Ayu untuk menghibur Bima. Dia mengusap punggung tangan suaminya itu dengan lembut.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Yu karena kamu selalu berada di sisiku," ucap Bima. Dia memeluk istri keduanya tersebut.