Dimadu Karena Wasiat

Dimadu Karena Wasiat
DKW 81


__ADS_3

Tidak hanya Bima yang datang ke rumah sakit untuk menemui Ayu, Vena pun ikut datang. Ibu dari Bima itu ingin mengetahui alasan kenapa Ayu membenci keluarganya. Padahal seingat dia Pak Rustam adalah orang baik dan tidak mungkin akan menghasut anaknya untuk melakukan tindakan kriminal.


"Dimana Ayu, Bim?" tanya Vena ketika ia bertemu dengan putranya di lobi rumah sakit.


"Mungkin masih di IGD, Ma. Ayo kita ke sana!" jawab Bima seraya mengajak mamanya untuk menuju ke ruang IGD.


Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju ruang penanganan awal pasien tersebut.


Bima dan Vena segera mendekati seorang dokter yang kebetulan baru saja keluar dari ruang IGD tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan pasien?" tanya Bima kepada Dokter tersebut.


"Anda siapa?" tanya Dokter itu.


"Saya... saya suaminya, Dok," jawab Bima, meski sebernarnya ia enggan mengakui wanita yang sedang menjalani perawatan tersebut adalah istrinya.


Dokter tersebut menghela napas panjangnya.


"Apa ada masalah dengan Ayu?" kini giliran Vena yang bertanya.


Dokterpun mulai menjelaskan kondisi Ayu saat ini. Bima dan Vena sedikit syok mendengar penjelasan Dokter mengenai keadaan istrinya tersebut. Dari keterangan Dokter ternyata Ayu saat ini memang sedang mengandung dan usia kandungannya sekitar 3 minggu. Namun, karena kecelakaan tersebut, dia mengalami keguguran. Tidak hanya itu saja, Dokter juga menjelaskan tentang kemungkinan besar Ayu akan mengalami lumpuh permanen karena benturan yang mengenai punggung yang langsung berhubungan dengan saraf otak.

__ADS_1


"Saat ini istri Anda sedang koma, Kami sudah memindahkannya ke ruang ICU," ujar Dokter di akhir keterangannya.


"Berapa lama dia akan mengalami koma itu, Dok?" tanya Bima. Ada sedikit perasaan kasihan di hati Bima kala mendengar penjelasan dari Dokter mengenai keadaan istri keduanya tersebut.


"Hal itu tidak bisa diprediksi dengan pasti, bisa beberapa jam, beberapa hari, atau bahkan bertahun-tahun," jelas Sang Dokter.


Bima dan Vena pun segera melihat kondisi Ayu di ruang ICU itu.


"Sebenarnya apa alasan hingga Ayu ingin membalas dendam dengan keluarga kita? Apa kamu sudah sempat mendengarkan penjalasannya?" tanya Vena yang berdiri di luar ruang ICU.


"Aku belum sempat bertanya tadi, Ma. Tapi, Ayu sudah berusaha untuk kabur dan terjadilah kecelakaan itu," jawab Bima. Dia melihat Ayu dari kaca yang menjadi pembatas ruangan tersebut.


Tidak lama ada dua orang wanita yang menanyakan keberadaan Ayu kepada perawat. Dan Bima sangat mengenali mereka, satu orang adalah wanita yang pernah Bima usir karena sudah hampir mencelakai Nisa dan calon anaknya. Satu lagi adalah ibunya Ayu. Wanita yang waktu itu Bima kira sudah meninggal.


"Ini semua gara-gara kamu! Anakku kecelakaan gara-gara kamu! Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan melaporkan perbuatan kalian ini kepada polisi." Ibunya Ayu terus meneriaki Bima.


"Silakan saja, karena kebetulan Anda juga sedang menjadi buronan mereka karena tindak pindana penipuan dan memalsukan dokumen kematian Anda sendiri," jawab Bima santai.


"Kau!"


Vena sedikit maju untuk mengajak ibu dari Ayu itu berbicara.

__ADS_1


"Aku tidak tahu hal apa yang membuatmu membenci keluarga kami hingga kamu tega melakukan penipuan ini. Tapi, apa pun itu kami akan memaafkannya. Hanya saja kalian tetap harus menjalani proses hukum tersebut," ucap Vena.


"Cih. Sok bijaksana." Kembali ibunya Ayu menatap Vena.


"Apa maksudmu?" tanya Vena yang memang tidak mengerti maksud dari ucapan besan yang baru saja ditemuinya itu.


"Suamimu sudah membunuh suamiku dan membuat hidupku dan Ayu menderita. Karena itu apa salahnya kalau kami membalas semuanya dengan merusak rumah tangga anakmu dan menguasai hartanya?!"


"Mbak, sudah. Lebih baik kita ke ruangan Ayu untuk melihat kondisinya." Kali ini Metha tak mau kakaknya tersebut membuat keributan. Apalagi ini di rumah sakit. Dia tidak ingin berurusan dengan rumah sakit karena hal ini.


"Kamu benar. Sebaiknya kita ke dalam daripada .melihat wajah keluarga pembunuh yang bersikap sok seperti malaikat," jawab ibunya Ayu. Dia dan Metha kemudian melangkah melewati Bima dan Vena untuk menuju ke ruang ICU yang ada di depannya.


Namun, langkah ibunya Ayu dan Metha terhenti ketika Vena mengucapkan sesuatu.


"Bukan suamiku yang membunuh suamimu, tetapi suamimulah yang sudah menipu suamiku waktu itu," ujar Vena.


"A-apa maksudmu?" tanya Ibunya Ayu dengan menautkan alisnya.


🌻🌻🌻


Gaes, baca karya baruku juga dong. Judulnya DESAIN CINTA KYRA. Lope you pull, terima kasih šŸ’™

__ADS_1



__ADS_2