Dimadu Karena Wasiat

Dimadu Karena Wasiat
DKW 50 - Pikirkan sekali lagi.


__ADS_3

"Mama," panggil Nisa.


Orang yang baru saja datang dari arah pintu tersebut adalah Vena. Orang tua dari Bima itu segera mendekati Nisa.


"Nis, Mama salah dengar kan? Kamu tidak benar-benar ingin bercerai dari Bima, kan?" cecar Vena, dia ingin memastikan jika hal yang baru saja didengarnya adalah salah.


"Maaf, Ma. Tapi, keputusanku sudah bulat. Aku sudah tidak kuat menjalani rumah tangga bersama dengan Mas Bima," jawab Nisa penuh sesal.


"Nis, tolong pikirkan baik-baik. Kamu itu sedang hamil, jika kamu dan Bima bercerai bagaimana nasib anakmu? Kasihan dia jika dia harus kehilangan figur papanya. Bagaimana pun seorang anak berhak mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya!" pinta Vena. Dia berharap menantu kesayangannya itu mau merubah keputusannya.


"Ma.... "


"Nis, tolong pikirkan lagi. Mama mohon ya!" pinta Vena dengan sepenuh hati.


"Baiklah akan aku pikirkan sekali lagi, tapi aku tidak janji bisa merubah keputusanku, Ma," jawab Nisa jujur.


"Seandainya Bima bisa berubah dan bisa bersikap adil sama kamu dan Ayu, apa kamu masih mau bertahan dengannya?"


Pertanyaan Vena sedikit membuat Angga gelisah. Laki-laki yang disebut Nisa sebagai sosok yang tampan dan mapan itu tidak rela jika Nisa masih mau bertahan dengan suaminya. Meski dia sendiri tidak yakin bisa menarik perhatian wanita itu, saat dia sudah bercerai dengan suaminya nanti.


Nisa menatap kedua bola mata mertuanya sebentar. Ia kemudian menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


"Ntah lah, Ma. Aku tidak yakin kalau Mas Bima bersikap adil. Sekarang saja, dia lebih mempercayai semua perkataan Ayu dan tantenya. Bagaimana dengan nanti?" jawab Nisa kemudian. "Padahal aku sudah menemaninya lebih dari 3 tahun, tapi dia langsung percaya dengan wanita yang baru dikenalnya beberapa bulan ini."

__ADS_1


Vena tidak lagi bisa berkata-kata. Ucapan Nisa memang benar, karena ketika pagi tadi dia menceritakan tentang sikap tantenya Ayu terhadap Nisa kepada Bima, putranya tersebut justru lebih mempercayai mereka berdua.


"Baiklah, apa pun keputusanmu, Mama akan coba menerimanya. Meskipun sebenarnya Mama tetap berharap kalau kamu tetap mau bertahan dengan anak Mama itu demi calon cucu Mama yang masih ada di dalam kandunganmu." Akhirnya Vena pasrah dengan keputusan yang akan diambil oleh menantunya.


"Terima kasih, Ma," ucap Nisa. "Ohya, Ma, kenalkan dia Pak Angga, atasanku di perusahaan dan dia pula yang semalam menolongku dan membawaku ke rumah sakit. Kalau tidak ada dia, ntah bagaimana nasibku dan nasib anak dalam kandunganku ini." Nisa memperkenalkan Angga dengan mertuanya.


Angga mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri, "Angga Prawira."


"Vena Malinda, mertua Nisa." Vena membalas uluran tangan Angga. Dia menatap Angga dengan tatapan tidak suka.


"Nis, aku berangkat ke kantor dulu ya. Nanti setelah pekerjaanku selesai aku kesini lagi," pamit Angga.


"Nggak usah repot-repot, Pak. Bapak nggak perlu ngeluangin waktu khusus buat jenguk aku," jawab Nisa.


"Waalaikummussalam, Pak," jawab Nisa.


Angga pun keluar dari ruang rawat Nisa.


"Sepertinya atasanmu itu menaruh hati kepadamu," ucap Vena.


Nisa hanya tertawa mendengar ucapan dari mertuanya tersebut. "Ma, nggak mungkin lah, dia tertarik sama aku. Ada-ada saja Mama ini," jawabnya.


"Kenapa nggak mungkin?"

__ADS_1


"Yang aku dengar dia itu sudah punya calon tunangan, Ma. Dan kalau tidak salah tunangnya itu kuliah di luar negeri, katanya sih dalam waktu dekat calon tunangannya itu akan kembali ke Indonesia. Jadi, mana mungkin dia tertarik sama wanit hamil sepertiku," jawab Nisa panjang lebar.


Vena terdiam, meski Nisa sudah berkata kalau atasannya tersebut tidak mungkin tertarik padanya. Tetapi, Vena yakin kalau atasan menantunya itu memiliki perasaan lebih kepada menantunya.


"Ohya, Ma. Apa Mas Bima menanyakan tentang kondisiku?"


"Bima.... "


šŸ‚šŸ‚šŸ‚


Gaes jangan lupa like, komen, vote, dan gift sebanyak-banyaknya ya terima kasih.


Ohya, otor punya rekomendasi novel keren karya EKA PRADITA yang berjudul ONE NIGHT DESTINY. Jangan lupa mampir ya! Terima kasih.



One Night Destiny


Eka Pradita


Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang kejam hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.


Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.

__ADS_1


__ADS_2