Dimadu Karena Wasiat

Dimadu Karena Wasiat
DKW 80


__ADS_3

"Mas Bima! Kenapa Mas Bima bisa ada di sini?" ucap Ayu. Dia tidak menyangka jika lelaki yang masih berstatus suaminya teraebut ada di hadapannya sekarang.


Dengan bersusah payah, Ayu menelan ludahnya. Dia yakin kali ini Bima tidak akan melepaskannya.


"Pantas saja kamu bisa menyelipkan surat wasiat palsu itu, ternyata kamu bekerjasama dengan dia." Bima mencebik sambil memberikan tatapan tajamnya kepada orang yang sedang duduk berhadapan dengan Ayu itu. Orang yang sudah sangat Bima kenal selama ini.


Kalau Bima tidak melihat orang itu ada di hadapannya kali ini, dia pasti masih percaya kalau orang tersebut masih tinggal di luar negeri.


"Kenapa kamu tega melakukan itu padaku, Zian? Kenapa?!" tanya Bima dengan nada tinggi dan membuat semua pengunjung restoran tersebut menatap ke arahnya.


Bima menarik kerah laki-laki yang dipanggil 'Zian' itu. Dia bahkan melayangkan tinjuan ke pipinya. Tentu saja mendapat perlakuan seperti itu orang yang dipanggil dengan Zian tersebut tak tinggal diam. Dia membalas pukulan dari Bima tersebut.


Kedua laki-laki dewasa itu pun akhirnya terlibat perkelahian. Keduanya saling melayangkan pukulan dan tendangan.

__ADS_1


"Aahgr!" Bima mengerang kesakitan ketika tendangan Fauzan mengenai bagian perutnya. Pun dengan laki-laki yang dipanggil dengan Zian itu, dia juga mengerang kesakitan ketika pukulan Bima mengenai wajahnya bertubi-tubi.


Keduanya baru berhenti berkelahi ketika petugas keamanan dibantu dengan beberapa pengunjung restoran berhasil melerai mereka.


"Kenapa? Kenapa kamu lakukan itu kepadaku, Zian?" Bima masih bertanya alasan pria di depannya tega menipunya soal surat wasiat tersebut. "Kamu tahu gara-gara itu sekarang rumah tanggaku dengan Nisa diujung tanduk."


Orang yang dipanggil dengan sebutan Zan tersebut adalah sepupu Bima yang memiliki nama lengkap Zianno Ardhana. Keluarga Zian selama ini tinggal di luar negeri setelah kakek Bima meninggal dunia beberapa tahun silam. Setidaknya itulah yang diketahui oleh Bima dan mamanya.


"Cih!" Zianno berdecih. "Bisa-bisanya kamu menyalahkan kegagalan rumah tanggamu kepadaku. Aku hanya sedikit memberikan ujian kepadamu dan seharusnya jika kamu memang suami yang setia, ujian itu bisa kamu lewati dengan mudah. Apalagi, kamu selalu bilang kalau Nisa lah satu-satunya wanita yang kamu cintai. Tapi, kenyataannya ujian sesepele itu tidak bisa kamu lewati. Jadi, jangan menyalahkan orang lain atas ketidaksetiaanmu!"


"Kenapa? Tersinggung?"


Bima menarik napas dalam-dalam untuk bisa menetralkan emosinya. Zian adalah orang ketiga setelah Ayu dan Nisa yang mengatakan soal ketidaksetiaannya dan ia tidak menampik itu.

__ADS_1


"Kamu benar. Akulah yang tidak setia," aku Bima. "Tapi, untuk kejahatanmu yang memalsukan surat wasiat itu harus kamu pertanggung jawabkan kepada pihak yang berwajib. Aku sudah melaporkan itu ke polisi kemarin. Dan sebelum masuk ke restoran ini aku sudah menelpon polisi untuk menjemput kalian." Bima menatap nyalang Zian dan Ayu secara bergantian.


Mendengar kata polisi, Ayu segera bangun dari tempat duduknya. Dia ingin segera melarikan diri dari sana karena tidak mau berurusan dengan institusi yang memiliki tag line 'melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat'. Dia tidak mau jika harus mendekam di penjara. Sayangnya sebelum dia berhasil melarikan diri, Bima sudah mencekal tangannya.


"Mau kemana kamu? Kamu juga harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu kepada polisi?" ujar Bima.


"Lepas, Mas. Lepaskan aku!" Ayu meronta. "Aku tahu, aku salah. Tapi, aku melakukan itu karena aku memiliki alasan, Mas," ucap Ayu sambil meronta.


"Alasan? Alasan apa? Hah?!"


"Aku.... " Ayu tidak melanjutkan perkataannya ketika mendengar sirine mobil polisi yang kian mendekat. Ia kemudian menggigit tangan Bima, kemudian melarikan diri dari sana.


Namun, karena tidak hati-hati, Ayu yang saat itu ingin menyeberang jalan raya untuk kabur malah tertabrak mobil yang melintas. Dia jatuh tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit oleh orang-orang yang ada di lokasi.

__ADS_1


Bima merasa lega karena akhirnya Zian berhasil digiring ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Setelah menyerahkan urusan Zian kepada pengacaranya, Bima pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menyelesaikan persoalannya dengan Ayu. Karena bagaimana pun saat ini, Ayu masih berstatus sebagai istrinya.


__ADS_2