
Bima sudah menyuruh Ayu untuk pulang ke rumah. Dia sudah tidak minat lagi untuk menginap di hotel, moodnya hari ini jelek karena banyak hal yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Tentu saja hal tersebut memantik kecemburuan dari istri keduanya itu.
Ayu sempat protes ketika Bima menyuruhnya pulang. "Mas, kita baru ngerayain pesta pernikahan kita lho, harusnya setelah resepsi kita honey moon kemana gitu dan bukannya malah pulang ke rumah," protes Ayu melalui sambungan telepon.
"Yu, plis. Mengerti keadaanku sekarang! Nisa minta pisah dariku dan dia sudah menyuruh pengacaranya untuk menggugat cerai aku. Itu membuatku pusing, Yu," jawab Bima.
"Ya udahlah, Mas. Ceraikan saja! Kan Mas Bima sudah ada aku," ucap Ayu enteng.
"Nggak bisa semudah itu, Yu. Bagaimana pun aku masih mencintai dia, apalagi ada anakku di dalam rahimnya. Aku nggak mau anakku hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya," jelas Bima.
"Memang Mas Bima nggak cinta sama aku?"
"Tentu saja aku juga cinta sama kamu. Tapi, bukan berarti aku harus melepaskan Nisa, bukan? Kalian berdua adalah istriku, aku ingin kalian tetap berada di sampingku selamanya," jawab Bima.
"Ya sudah aku akan pulang ke rumah sekarang, suruh supirmu menjemputku! Aku tidak mau ya, Mas, kalau aku harus naik taksi."
"Iya. Akan aku suruh sopir untuk menjemputmu di hotel. Satu lagi, nanti malam ada hal serius yang mau aku tanyakan sama kamu dan Tante Metha."
"Mas mau bertanya soal apa?" tanya Ayu penasaran.
"Nanti saja begitu aku pulang ke rumah," jawab Bima. "Sekarang aku harus berdiskusi dengan pengacaraku soal rencana Nisa yang ingin menggugat cerai aku."
"Ya udah, Mas. Aku tunggu di rumah, love you, Mas," ucap Ayu.
"Aku tutup sekarang ya, Yu. Itu pengacaraku sudah datang." Tanpa menunggu jawaban dari Ayu, Bima langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Mas Bima benar-benar deh," gerutu Ayu. "Jadi, Mbak Nisa berniat menggugat cerai Mas Bima. Bagus deh kalau begitu, jadi, hanya aku yang akan menjadi istri satu-satunya dari Mas Bima." Ayu tersenyum senang. Namun, beberapa detik kemudian dia kembali berkata, "Tapi, jika Mas Bima kekeh tidak mau bercerai dengan Mbak Nisa. Pasti proses perceraian mereka akan memakan waktu yang lama. Tidak! Aku harus melakukan sesuatu agar Mas Bima mau menerima gugatan cerai Mbak Nisa itu. Tapi, bagaimana caranya ya?" Ayu kembali berpikir.
"Sudahlah, nanti aku akan minta saran dari Tante Metha. Siapa tahu Tante Metha punya ide yang brilian." Ayu kembali bergumam.
Ayu pun mulai mengemasi baju bawaannya untuk dimasukkan kedalam koper.
****
Bima menceritakan segala persoalan rumah tangganya kepada Sang Pengacara. Dia berharap jika rumah tangganya bersama Nisa masih bisa diselamatkan.
__ADS_1
"Bagaimana, Pak? Apa Bapak bisa membuat hakim menolak gugatan istri pertama saya itu? Jujur saja, Pak, saya masih mencintai Nisa dan saya tidak mau jika anak kami terlahir dalam kondisi rumah tangga orang tuanya yang berantakan," tanya Bima di sesi terakhirnya.
"Pak Bima sudah tanya apa keinginan istri pertama Bapak?' tanya sang pengacara setelah mendengar keluhan kliennya.
"Dia hanya ingin pisah dari saya. Apalagi setelah saya melegalkan pernikahan kedua saya itu," jawab Bima.
"Sepertinya akan sulit untuk membujuk istri Anda untuk mengurungkan niatnya. Tapi, kami akan mencoba meminta ibu Nisa agar mau menarik gugatannya," ujar Sang Pengacara.
"Saya pamit dulu ya, usahakan agar Nisa mau mencabut itu secepatnya. Saya tidak mau berita perceraian saya dengan istri pertama saya tersebar ke media. Apalagi baru kemarin saya mengadakan resepsi pernikahan kedua saya."
"Kami akan mengusahakannya, Pak Bima," jawab pengacara itu lagi.
"Ya sudah ya, Pak, saya pamit. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Bima menjabat tangan pengacaranya. Setelah itu ia pun meninggalkan kantor pengacaranya tersebut. Tujuan Bima sekarang adalah pulang ke rumah. Dia ingin mengkonfirmasikan kejadian semalam kepada tantenya Ayu.
***
Ayu segera berlari keluar rumah ketika mendengar suara mobil suaminya datang. Ayu berjalan mendekati suaminya itu, mengambil tas kerja, dan memeluk lengan suaminya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Tante Metha mana?" tanya Bima begitu ada di dalam di rumah.
"Suruh saja dia kesini, ada yang ingin aku tanyakan," jawab Bima. Dia melepaskan pelukan tangan Ayu, lalu duduk di sofa.
"Baik, Mas. Sebentar, ya," ucap Ayu. Dia kemudian pergi ke kamar tantenya. Beberapa menit kemudian, Ayu datang bersama dengan Tante Metha.
"Ayu bilang ada yang mau kamu tanyakan sama Tente, mau tanya apa ya, Bim?" tanya Tante Metha dengan ekspresi bingung.
"Duduk dulu, Tante!" suruh Bima.
Tante Metha menatap Ayu sebentar kemudian duduk di sofa kosong yang ada di sebelah kanan suami dari keponakannya tersebut dan Ayu duduk tepat di samping kiri suaminya itu.
"Tante, sebenarnya semalam Tante kan yang nurunin Nisa di jalan?" tanya Bima sambil memberikan tatapan tajamnya kepada tante dari istrinya itu.
"Maksud Nak Bima apa ya? Aku sudah menceritakan kejadian lengkapnya kepada Ayu," jawab Tante Metha.
"Mas, tadi pagi aku kan sudah bilang kalau.... "
__ADS_1
"Katakan yang sebenarnya!" bentak Bima.
Ayu terlonjak mendengar Bima membentak tantenya. Dari sorot matanya, Ayu bisa melihat jika suaminya saat ini sedang sangat marah.
"Nak Bima, Tante tidak bohong. Sungguh!" Tante Metha masih tidak mau mengakui tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Kalau Tante tidak mengatakan yang sebenarnya, aku akan mengusir tante dari sini!" ancam Bima.
Tante Meta kembali menatap Ayu, dia berusaha untuk meminta Ayu agar merayu suaminya.
"Mas., mana mungkin Tante Metha nurunin Mbak Nisa di jalan. Kamu pasti salah paham, Mas." Ayu berusaha untuk membela tantenya tersebut.
"Aku tidak menyuruhmu untuk bicara, Yu! Aku ingin mendengar jawaban dari tantemu itu secara langsung," pungkas Bima. "Katakan padaku apa benar, Tante yang nurunin Nisa di jalan semalam?" tanya Bima lagi.
Tante Metha dilanda kecemasan, dia bingung harus memberikan jawaban seperti apa kepada Bima.
"Cepat jawab!" sentak Bima lagi.
ššš
Kira-kira Tante Metha bakalan jujur nggak nih? Jangan lupa untuk tetap tinggalkan jejak dengan cara like, komen, vote, dan gift sebanyak-banyaknya. Terima kasih.
Maaf ya kemarin nggak up, In Syaa Allah nanti malam bakalan up lagi.
Ohya, author punya rekomendasi cerita seru nih karya penulis DIANNING dengan judul I LOVE YOU MY SUGAR DADDY.
Blurb:
Duda tampan dan kaya menjadi incaran para wanita lajang, tetapi sama sekali tidak tertarik menikah lagi karena masih mencintai mantan istri yang telah direbut oleh pria lain.
Saat berencana untuk hidup melajang dengan gelar 'Duren', tetapi gagal karena sang ibu sibuk mencarikan wanita untuk dijodohkan dengannya.
Sampai ia memiliki jalan keluar untuk mencari seorang wanita untuk dijadikan istri kontrak demi mengelabuhi sang ibu.
Akankah Duren ini menemukan seorang wanita yang sesuai dengan kriterianya?
__ADS_1