
Cevan mulai mengurangi laju kecepatan mobil yang dikendarainya saat mobil tersebut memasuki halaman rumah Angga. Mobil sport berwarna silver itu pun berhenti tepat di carport yang ada di samping rumah utama. Kedua pemuda itu pun kemudian turun dari mobil berwarna silver tersebut.
Saat itulah telepon genggam milik Angga berdering dan nama Nisa lah yang tertera di sana.
"Siapa? Kok nggak langsung dijawab?" tanya Cevan ketika melihat temannya hanya diam saja sambil menatap layar telepon genggam itu. "Apa itu, Nisa?" tebak Cevan.
Angga mengangguk.
"Sudah nggak usah dijawab! Paling dia mau memberi alasan kenapa dia nggak jujur soal suaminya!" seru Cevan lagi. Namun, bukannya menuruti perkataan Cevan barusan, Angga justru menekan tombol hijau di layar telepon genggam pribadinya.
"Iya, Nis. Ada apa?" tanya Angga membuka pembicaraan, tetapi bukan jawaban yang ia dapatkan, malah jeritan kesakitan Nisa yang terdengar dari ujung sana.
"Nis, kamu kenapa? Apanya yang sakit?" tanya Angga cemas.
"Tolong pe... rutku sakit, sakit sekali," jawab Nisa dari ujung sana.
"Kamu dimana sekarang?"
"Aku tidak tahu," jawab Nisa dengan suara lemah.
"Coba kamu perhatikan sekitarmu, apa ada sesuatu yang bisa kamu jadikan petunjuk di sana!" suruh Angga.
"Tidak ada... hanya ada rambu dilarang putar balik." Suara Nisa semakin lama semakin melemah.
"Selain itu ada apa lagi?" tanya Angga lagi. Sayangnya tidak terdengar jawaban lagi dari Nisa.
__ADS_1
"Hallo, Nisa! Nisa! Kamu dengar aku kan? Nisa!" Angga mencoba memanggil Nisa lagi, namun tidak ada suara lagi dari ujung sana.
"Ada apa?" tanya Cevan ketika melihat kekhawatiran di wajah sahabatnya tersebut.
"Sepertinya terjadi sesuatu pada Nisa."
"Jangan terpedaya sama wanita, mungkin saja ini cara dia untuk bisa mendapatkan simpatimu!" ujar Cevan.
Angga tidak mempedulikan perkataan Cevan barusan, dia masih memikirkan dimana kira-kira tempat di sekitar jalan menuju hotel tempat resepsi pernikahan Bima berlangsung yang ada tanda dilarang putar balik.
"Apa mungkin di jalan sepi itu ya?" gumam Angga.
Tidak mau berlama-lama untuk berpikir, Angga segera mengambil kunci mobil dari tangan Cevan. Dia segera menghidupkan mesin mobilnya tersebut dan menuju ke jalan yang sekiranya sesuai dengan yang Nisa utarakan barusan. Angga bahkan tidak mempedulikan perkataan Cevan yang melarangnya untuk pergi.
***
"Nis, Nisa! Nisa bangun! Nisa!" panggil Angga. Karena tak kunjung sadar, Angga segera membopong tubuh tersebut dan membawanya naik ke dalam mobil.
Angga segera mengendarai mobilnya itu menuju ke rumah sakit terdekat.
Begitu tiba di halaman rumah sakit, Angga kembali membopong tubuh Nisa dan membawanya ke IGD.
"Dokter! Dokter! Cepat tolong selamatkan dia!" teriak Angga sambil membopong tubuh Nisa.
Beberapa tenaga medis yang sedang bertugas datang menghampiri Angga, mereka menyuruh Angga untuk menaruh Nisa di atas atas brankar. Tenaga medis itu pun langsung membawa Nisa ke IGD untuk mendapatkan penanganan pertama.
__ADS_1
"Maaf, Pak. Anda dilarang masuk!" seorang perawat menghalau Angga agar tidak masuk ke ruang IGD.
Angga berjalan mondar-mandir di depan IGD. Hatinya kacau melihat kondisi Nisa tadi. Dia takut terjadi sesuatu kepada Nisa dan calon bayinya.
"Ya Allah tolong selamatkan, Nisa dan calon bayinya. Hamba mohon kepadamu ya Allah," pinta Angga.
Berkali-kali Angga merubah posisi dirinya untuk bisa mengurangi kecemasan yang ia rasakan saat ini, mulai dari berjalan mondar-mandir, duduk, berdiri, hingga duduk lagi, namun nyatanya hal tersebut tidak mampu membuatnya merasa tenang.
Hingga akhirnya seorang dokter keluar bersama dengan seorang perawat dari IGD, buru-buru Angga menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan Nisa dan calon bayinya, Dok?" tanya Angga kepada Dokter yang saat berdiri di hadapannya.
Dokter itu menatap Angga kemudian menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan.
"Dok!" panggil Angga lagi. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi Nisa dan calon bayinya.
"Ibu Nisa.... "
"Nisa kenapa, Dok?" tanya Angga lagi.
Sekali lagi Dokter itu menatap Angga dengan seksama.
ššš
Kira-kira bagaimana kondisi Nisa dan calon bayinya ya?š¤
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu berikan like, komen, vote, dan gift sebanyak-banyaknya. Terima kasih.