Dimadu Karena Wasiat

Dimadu Karena Wasiat
DKW 52 - Introspeksi dirilah!


__ADS_3

"Siapkan mobil untukku, aku mau ke perusahaan CAMP Grup!" suruh Bima kepada supir pribadinya melalui sambungan telepon.


"Akan ku tanya kan secara langsung, apa maksud dia melakukan ini semua?" gumam Bima setelah mengakhiri pembicaraannya.


Bima segera meninggalkan perusahaannya ketika mobil yang ia minta sudah stan by di depan perusahaan. Seseorang berseragam khas supir langsung membukakan pintu mobil untuknya.


"Aku mau menyetir sendiri," ucap Bima kepada sopir pribadinya tersebut.


"Baik, Pak." Sang Sopir pun sedikit mundur memberikan jalan kepada Bima agar bisa masuk ke dalam mobilnya.


"Ohya, kalau istriku datang ke perusahaan atau menelpon bilang saja aku sedang ada urusan di luar!"


"Maaf, Pak, ini untuk istri yang mana? Nyonya Nisa atau Nyonya Ayu?" tanya supir itu, dia tidak mau kalau dia sampai salah menyampaikan pesan.


"Ayu," jawab Bima singkat. Dia kemudian menghidupkan mesin mobil dan melajukannya meninggalkan perusahaan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya Bima tiba juga di halaman perusahaan milik Angga itu. Dan ternyata perusahaan yang baru berdiri satu tahun tersebut memiliki gedung yang hampir sama dengan gedung perusaha milik Bima yang sudah beridiri lebih dari dua puluh tahun.


Tanpa basa-basi Bima langsung mencari keberadaan Angga dengan mendatangi meja resepsionis.


"Aku mau bertemu dengan Angga," ujar Bima tanpa salam atau apa pun.

__ADS_1


"Maaf, apa Anda sudah membuat janji dengan beliau?" tanya seorang pegawai perempuan yang berada di balik meja resepsionis tersebut.


"Belum. Tapi, ada hal penting yang harus aku bicarakan denganya sekarang juga," jawab Bima.


"Maaf, Pak. Tapi, kalau belum membuat janji, Pak Angga tidak bisa ditemui," jawab pegawai tersebut.


Bima mengeram kesal. Kekesalannya bertambah ketika mamanya memberitahu tentang rencana Nisa yang ingin menggugat cerai dirinya. Bima tidak pernah berpikir kalau Nisa akan berani melakukan itu.


"Telepon dia dan katakan untuk menemuiku sekarang juga. Atau aku akan sebarkan ke media kalau Chayyzo Angga Milyano Prawira sedang berusaha mendekati istriku!" ancam Angga. Meski semua masih berupa dugaan, Bima tetap menggunakan itu agar pemilik CAMP Grup itu mau menemuinya.


"Aku di sini," ucap Angga yang ternyata baru tiba di kantornya. Dia melangkah mendekati Bima dengan santai.


"Ada apa Anda mencariku Pak Bima?"


"Kenapa kamu membawa pergi karyawanku? Sampai detik ini Wulan, Ratna, dan Dewi masih menjadi karyawanku, jadi kamu gak berhak membawa mereka keluar dari perusahaan," jawab Bima geram. "Satu lagi, pasti kamu yang mempengaruhi Nisa untuk meminta cerai dariku, kan?"


"Bagaimana kalau mereka sendiri yang ingin keluar dari perusahaanmu? Dan soal Nisa. Dia itu wanita dewasa yang bisa menentukan pilihannya sendiri. Seharusnya kamu introspeksi diri kenapa sampai istrimu bisa seperti itu," jawab Angga.


"Kau!"


"Kenapa? Ingin memukulku sama seperti kamu memukul istrimu?" tanya Angga. "Hanya laki-laki pecundang yang tega menyakiti istrinya sendiri," lanjutnya.

__ADS_1


Bima hanya bisa mengesah kesal. Dia memilih untuk pergi dari perusahaan itu. Namun, langkahnya terhenti ketika Angga mengatakan sesuatu.


"Lucu sekali, sudah jelas-jelas istri berada di rumah sakit, bukannya datang menjenguknya untuk minta maaf, tapi malah ke sini buat marah-marah. Suami macam apa itu?" cibir Angga.


Bima mengepalkan tangannya, meski tak dapat dipungkiri semua hal yang diucapkan oleh pemilik CAMP Grup itu benar adanya. Dia memilih mengabaikan perkataan Angga dan melanjutkan kembali perjalanannya meninggalkan perusahaan itu.


šŸ‚šŸ‚šŸ‚


Gaes, maaf ya kemarin author gak up. Tiba-tiba pas mau ngetik badan author menggigil. Maafin author ya šŸ™.


Jangan lupa untuk tetap like, komen, vote, dan gift sebanyak-banyaknya. In Syaa Allah nanti malam aku up lagi.


Sambil nunggu Mbak Nisa up, kalian bisa baca cerita ETERNAL ENEMY karya author kece NAVIZAA. Dijamin seru dan bikin nagih. Terima kasih.


Blurb:


Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.


Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.


"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.

__ADS_1


Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bayang?



__ADS_2