
Asisten Yan terkejut melihat wanita yang sangat dikenalinya sedang berdiri di samping sopir pribadi Sam, yang tak lain adalah mantan tunangan Bosnya, Diora.
"Nona Diora? Sedang apa Anda di sini? Apa hubungan Anda dengan sopir kami?" tanya sang asisten sembari berjalan mendekati Diora. Kemudian Diora menghadapi asisten kepercayaan Sam itu dengan menatapnya tajam.
"Dia sudah menyelamatkan nyawaku, kalau bukan karena dia, mungkin saat ini aku tidak ada di sini, aku berhutang nyawa kepadanya, dan apa salahnya aku membawanya ke rumah sakit, Asisten Yan!" seru Diora menjelaskan, sang asisten pun tersenyum kepada Diora dan mengucapkan terima kasih.
"Well! Apapun itu kami sangat berterima kasih sekali kepada Nona Diora, berkat Anda sopir Tuan muda selamat, kami sedang mencari keberadaan Mas Ji yang tiba-tiba menghilang, dan ternyata Mas Ji sedang berada di sini dan semua itu gara-gara Anda." Pernyataan asisten Yan membuat Diora mengepalkan tangannya, tapi Diora harus berhati-hati, jangan sampai asisten Yan tahu jika Norman, pria yang dibenci oleh Sam, adalah Sujiwo sopir pribadi Sam sendiri.
__ADS_1
"Gara-gara aku? Kamu menuduhku seolah-olah aku adalah penyebab kejadian yang menimpa sopir Sam, hebat! Pintar sekali kamu memutar balikkan fakta, Asisten Yan, Mas Ji tanpa sengaja melihatku sedang dibawa oleh dua orang penjahat, iya dua orang penjahat, aku rasa bukan dua orang tapi ada orang lain lagi yang mengomando mereka," Diora menatap nanar wajah orang kepercayaan Sam itu.
"Oh ya! Itu artinya ada yang sengaja ingin menculik Anda? Ya ampun bagaimana bisa mereka ingin membawa Anda? Jahat sekali mereka," sahut Asisten Yan ikut bersedih. Diora hanya tersenyum smirk melihat ekspresi wajah sang asisten.
Diora hanya menatap tajam dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi, ia sadar jika saat ini ia sedang berhadapan dengan orang yang sangat tidak ia sukai, dan gara-gara hasutan dari asisten Yan, Sam menjadi benci kepada dirinya dan Norman.
Kemudian sang asisten mendekati Mas Ji dan berkata, "Mas Ji! Mas Ji tidak usah khawatir, saya akan bilang kepada Tuan jika Mas Ji kecelakaan, dan Tuan muda tidak akan marah kepada Mas Ji, dan saya tidak akan bilang jika Mas Ji telah menolong wanita ini, karena Tuan tidak akan suka, saya berharap Mas Ji bisa menghindari wanita ini, dia ini sangat berbahaya, dia bisa saja mencelakai Mas Ji, karena wanita ini sangat jahat sekali kepada Tuan kita, saya akan meminta dokter untuk merawat Mas Ji di rumah saja, dan Mas Ji tidak perlu khawatir soal biaya, kami yang akan menanggungnya."
__ADS_1
Mendengar ucapan dari asisten Yan, Mas Ji atau Norman pun menganggukkan kepalanya, Diora pun panik, ia harus secepatnya melakukan sesuatu sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Dan Anda, Nona! Sebaiknya Anda pergi saja dari sini, kami tidak membutuhkan Anda lagi, sopir kami baik-baik saja, dan Anda tidak usah khawatir, silahkan! Pintu terbuka lebar untuk Anda segera pergi dari ruangan ini, dan. biarkan Mas Ji istirahat!" ucap sang asisten sembari menunjuk ke arah pintu keluar dan meminta Diora untuk pergi.
Diora tidak punya pilihan lain, ia pun memberi kode kepada Mas Ji untuk tidak mengatakan apapun kepada Asisten Yan, demi keselamatan Norman, Diora pun terpaksa meninggalkan ruangan itu dan ia segera melakukan rencana berikutnya, yaitu menghubungi Naura.
Setelah Diora keluar dari ruangan ICU, Ia pun segera melanjutkan rencana berikutnya dengan datang langsung ke Mansion Samuel Alfonso. Tanpa basa-basi, Diora segera meluncur agar secepatnya ia memberi tahukan jika kakaknya Naura masih hidup agar Norman segera mendapatkan perlindungan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...