Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Berpura-pura


__ADS_3

Sam menatap wajah sang istri yang sangat terlihat khawatir, is tahu bagaimana perasaan san istri saat ini.


"Kamu tenanglah! Aku akan membawa kakakmu pulang, dan kalian akan bertemu lagi, sekarang doakan aku agar aku bisa menjebak Asisten Yan palsu itu untuk masuk ke dalam perangkap dan setelah itu dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Sam sembari mengusap air mata yang membasahi wajah sang istri.


Melihat itu, bi Imas tampak menghampiri Naura dan seketika wanita itu bersimpuh di hadapan Naura untuk meminta maaf. Tentu saja Naura sangat terkejut saat bi Imas memegang kakinya sembari meminta maaf.


"Maafkan Bibi, Nyonya! Bibi tidak bermaksud membunuh kakak Nyonya, Bibi tidak tahu jika Norman adalah Kakak Nyonya, saya berharap Nyonya bisa memaafkan saya, saya rela menerima hukuman dari kalian, saya rela tapi saya mohon kepada kalian berdua, tolong jangan sakiti Rio, dia satu-satunya keluarga yang saya punya," ungkap bi Imas sembari memegang kaki Naura. Tentu saja Naura spontan mengajak bi Imas untuk berdiri.


"Bibi apa-apaan sih, Bi Imas tidak perlu melakukan hal itu, saya memang kecewa dengan Bibi, tapi saya tidak ingin Bibi melakukan hal ini, saya tetap menghormati Bi Imas sebagai orang yang disayangi oleh suamiku, saya bahagia akhirnya saya masih bisa bertemu dengan Kakak, apapun itu Bibi sudah menyelamatkan kakak, meskipun sebenarnya Bibi sudah melindungi kejahatan keponakan Bibi, tapi saya tahu bi Imas melakukan hal itu karena bi Imas sangat menyayangi suamiku dan membalaskan atas sakit hati suamiku, tapi sayangnya semua itu adalah sebuah kebohongan yang sudah dibuat oleh keponakan Bibi, saya berharap keponakan Bibi tidak menyakiti Kakak lagi," ungkap Naura dengan memandang wajah renta bi Imas.


"Anda memang gadis yang sangat baik, Nyonya! Saya sangat bahagia Tuan muda mendapatkan wanita seperti Anda, dan saya sungguh apa yang sudah saya lakukan membuat saya sangat menyesal," bi Imas terlihat menitikkan air matanya, dan Naura pun memeluk wanita itu.


Disaat yang bersamaan tiba-tiba saja, Diora mendapati ponsel nya berdering, Ia pun segera melihat siapa yang sebenarnya sedang menghubunginya. Untuk sesaat Diora membulatkan matanya saat melihat nomor sama seperti kemarin yang sedang menghubunginya.

__ADS_1


"Astaga! Dia lagi ...!" Diora memperlihatkan wajah cemasnya, tentu saja Sam penasaran dengan ekspresi wajah Diora.


"Ini telepon dari pria itu, Rio!!" seru Diora dengan suaranya yang bergetar.


"Apa? Kamu angkat saja, dan berpura-pura lah seolah kamu tidak tahu apa-apa, aku ingin tahu rencana apa yang akan ia lakukan selanjutnya," seru Sam yang mencoba untuk menguak kejahatan saudara kembar Asistennya itu.


Diora tampak nya ragu untuk mengangkatnya, ia takut jika salah berbicara, Sam pun terus meyakinkan kepada Diora agar segera menuruti perintahnya.


Setelah itu, Diora pun memberanikan diri untuk membuka telepon dari Rio, dan Sam pun memberikan kode agar Diora segera berbicara kepada pria itu karena Sam saat itu juga mulai melacak keberadaan di mana sang asisten palsu.


"Ha-halo!!" sapa Diora yang mencoba bersikap tenang.


"Halo Sayang! Sedang apa kamu? Aku dengar kamu sedang pergi ke rumah Tuan Sam, apa itu benar?" tanya Rio dengan senyum smirk nya.

__ADS_1


"Hmm ... iya, darimana kamu tahu?" tanya Diora berpura-pura. Rio tersenyum jahat, ia pun mengatakan sesuatu kepada Diora yang memaksa wanita itu harus menuruti permintaannya.


"Kamu tahu, Sayang! Selama ini aku bersabar menunggu kedatangan mu pulang ke Indonesia, dua tahun lamanya kamu pergi, dan sekarang waktunya aku akan mendapatkanmu seutuhnya, dan tidak akan ada lagi yang menghalangi jalanku untuk mendapatkanmu!!" seru Rio dalam ponselnya.


"Cihhh menjijikkan! Jangan pernah berharap aku akan menjadi milikmu dasar pria gila! Aku tidak akan pernah sudi," balas Diora dengan kesal.


"Apa? Kamu ingin menolak ku? Oke fine! Kalau begitu kamu siap-siap saja kehilangan Norman untuk kedua kali,"


Seketika Diora membulatkan matanya saat Rio mengatakan hal itu, apa mungkin pria itu sudah tahu jika Norman masih hidup.


...BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2