Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Sam! Kamu membalasnya


__ADS_3

Naura mengantarkan sang suami untuk berbaring, dengan sangat telaten Naura mengambilkan selimut untuk suaminya, setelah itu Ia menawarkan sesuatu kepada Sam, mengingat Sam belum makan apapun sepulangnya dari rumah sakit.


"Apa kamu ingin aku ambilkan makanan, Sam?" tawar Naura sembari menatap wajah sang suami yang topengnya mulai mengelupas karena tentunya Sam sudah tidak memperdulikan wajahnya lagi semenjak ia mengalami insiden bundir itu.


"Aku tidak lapar, Nyonya!" jawaban Sam seketika membuat Naura tersenyum. Ia tersadar jika suaminya itu masih dalam kondisi hilang ingatan, sehingga Ia tidak bisa mengingat istrinya sendiri.


"Jangan panggil aku, Nyonya! Aku bukan Majikanmu, Sam! Aku Istrimu. Apa kamu benar-benar tidak ingat lagi tentang kita?" tanya Naura sembari menatap bola mata Sam dalam-dalam.


"Shiiit! Ini yang tidak bisa aku tahan, tatapan mata Naura yang selalu membuatku kejang-kejang, Sam tahan perasaanmu, ingat saat ini Samuel Alfonso sedang mengalami amnesia, aku harus bisa menghindari godaan seperti ini." Sam membatin sembari menahan perasaannya yang ingin sekali mengusap wajah sang istri.


"Aku benar-benar tidak ingat sama sekali, maafkan aku karena sudah merepotkan mu, siapapun kamu, kamu adalah wanita yang sangat baik." Perkataan Sam seketika membuat hati Naura berdecih lirih, kenapa dia merasa sangat asing saat berada di samping sang suami, seolah Sam terasa begitu jauh.


Naura melihat keadaan suaminya yang berantakan, ia pun berinisiatif untuk membuka topeng yang menutupi wajah asli Sam, agar dirinya bisa mengobati luka pada dahi Sam akibat benturan yang sengaja Sam lakukan.

__ADS_1


"Izinkan aku untuk membantumu agar segera mengingat siapa dirimu, aku adalah istrimu, Sam! istri." Jelas Naura yang terus meyakinkan kepada suaminya jika dirinya adalah sang istri.


"Istri?"


"Hmmm!" Naura menganggukkan kepalanya.


"Jadi, aku sudah punya istri?" tanya Sam pura-pura. Naura pun terus mengingatkan kepada sang suami tentang bagaimana pertemuan pertama mereka, dan bagaimana pernikahan mereka, dengan panjang lebar Naura bercerita kepada suaminya tentang kisah mereka. Dan Sam pun hanya menyimak bagaimana istrinya meyakinkan Sam yang sedang amnesia itu.


Sam memperhatikan bibir istrinya yang sedang menerangkan bagaimana masa lalu mereka, hingga akhirnya Naura menatap wajah sang suami sembari berkata yang membuat Sam semakin bergejolak.


Sam hanya terdiam hingga akhirnya keluar dari bibir Sam sebuah pertanyaan yang membuat Naura salah tingkah.


"Jika kamu Istriku, apa aku bisa melihat atau merasakan sesuatu yang bisa aku kenali, mungkin saja dengan cara itu aku bisa mengingat semuanya." Seketika Naura panik dan berusaha mencari cara untuk menunjukkan jika dirinya adalah istrinya.

__ADS_1


Demi agar melihat suaminya cepat pulih kembali, Naura berusaha untuk mengenalkan ciuman mereka yang pernah mereka lakukan, dan Naura berharap Sam bisa segera mengingatnya.


"Baiklah! Kamu diam saja dan jangan membalas, aku akan tunjukkan kepadamu sesuatu yang dulu sangat kamu sukai, ingat! Ini hanya sebuah pengingat, aku tidak mau kamu berbuat macam-macam." Seru Naura sembari dirinya bersiap untuk mendekati wajah Sam.


"Eh eh kamu mau ngapain? Jangan terlalu mendekat aku jadi malu," sahut Sam yang berusaha untuk menjauhkan wajahnya dari wajah Naura. Dan Naura pun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Katanya ingin tahu bagaimana cara mengenali siapa istrimu, ya udah diem dan rasakan!" sahut Naura agar menyuruh Sam untuk diam dan tidak bergerak. Sam pun menurutinya, ia pun berusaha untuk diam meskipun sebenarnya dalam hatinya ia ingin sekali segera dicium oleh istrinya.


Perlahan, Naura mulai mendekati wajah Sam, hingga akhirnya ia pun mengecup bibir Sam dengan lembut.


"Ahhh ... Naura, kamu benar-benar sudah menggodaku, ciuman ini sangat aku rindukan, Sayang!" Sam membatin sembari menahan rasa agar dirinya tidak membalas ciuman sang istri. Namun, apalah daya, Sam tidak kuat lagi menahan rasa itu, ia pun membalas ciuman istrinya dengan lembut. Seketika Naura membelalakkan matanya saat Sam membalas ciumannya dengan mesra.


"Sam! Kamu membalasnya?"

__ADS_1


Bukannya menolak, Naura justru ikut terbuai dalam ciuman mesra itu. Ciuman itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya Naura merasa kewalahan menghadapi balasan dari suaminya. Dengan cepat Naura melepaskan ciuman itu dan sedikit menjauh dari posisi semula.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2