
"Dasar gila! Jika saja kamu berani menyentuhnya dan melukainya, aku bersumpah padamu kamu tidak akan pernah melihat ku lagi, kamu hanya akan melihat jasadku yang tidak bernyawa, apa kamu ingin seperti itu, Rio!" seru Diora yang seketika membuat Rio, asisten Yan palsu terkejut. Diora langsung menutup teleponnya karena ia tidak tahan lagi dengan sikap Rio.
"Darimana dia tahu kalau aku adalah Rio?" batin Rio yang bertanya-tanya.
Diora pun tahu apa kelemahan Rio, pria gila itu terobsesi untuk memiliki Diora, dan ia tidak ingin siapapun menyentuh Diora, maka dari itu Diora tahu jika Rio pasti akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Diora.
Sam melihat wajah Diora yang khawatir, is pun bertanya apa yang pria itu katakan kepadanya.
"Apa yang dia bilang?" tanya Sam serius.
"Dia sudah tahu jika Norman masih hidup, apa yang harus kita lakukan, Sam?" balas Diora sembari menitikkan air matanya. Seketika Sam terpikirkan sesuatu untuk menjebak Rio. Ia pun berkata kepada Diora untuk melakukan sesuatu.
"Aku punya cara untuk memancing pria itu, dia belum tahu kalau aku sudah mengetahui rahasianya, kamu berpura-pura saja datang kepadanya, aku akan mengawasimu, kamu jangan khawatir, saat ini dia sedang berada di sebuah tempat, rupanya dia menyembunyikan keberadaan Norman dari kita," ungkap Sam saat tahu lokasi Rio saat ini dari alat pelacak ponsel milik Rio.
__ADS_1
Kemudian Sam menjelaskan bagaimana Diora nanti saat menemui Rio, sementara itu akan ada anak buah Sam yang akan mengikuti Diora pergi dengan melakukan penyamaran.
Naura menghampiri suaminya dan meminta untuk segera membawa pulang Kakaknya.
"Sam! Kali ini aku mohon bukan sebagai istrimu, aku memohon sebagai adik yang ingin sekali bertemu dengan sang kakak, aku mohon padamu! Tolong selamatkan nyawa Kakak," rengek Naura sembari memohon dengan sangat.
"Hei! Apa yang kamu katakan? Tentu saja aku akan menyelamatkan kakakmu, semua pasti baik-baik saja, aku ingin kamu di rumah saja, biar aku dan Diora yang datang pada pria itu, aku tidak mau terjadi sesuatu kepadamu dan bayi kita," ucap Sam sembari mengusap lembut wajah sang istri.
*
*
*
__ADS_1
Rio atau asisten Yan palsu tampak menutup telepon dari Diora lalu membantingnya ke lantai, ia terlihat sangat marah, ia pun datang ke sebuah kamar dimana ada Mas Ji atau Norman yang sedang diikat di dalamnya.
Rio berjalan sembari membawa sebuah pisau di tangannya, tatapan mata pria itu terlihat marah dan emosi, ia berjalan mendekati Norman yang saat itu sudah mengingat segalanya, Norman mulai bisa mengingat saat benturan di kepalanya akibat pukulan dua pria yang tak dikenal itu membuatnya ingat masa lalunya secara perlahan, dan akhirnya Ia pun menyebut nama Diora saat dirinya sadar bahwa baru saja Ia bertemu dengan Diora. Dan saat itulah Rio menyadari jika Norman sudah mengingat semua.
Rio sangat terkejut, ternyata sang bibi sudah membohongi dirinya, Rio berpura-pura bertanya kepada Mas Ji tentang siapa sebenarnya dia. Dan sialnya Mas Ji mengakui jika dirinya adalah Norman dan Ia pun menceritakan bagaimana dirinya bisa hilang ingatan, Norman bercerita jika dirinya pernah mengendarai mobil milik Diora, setelah itu tiba-tiba saja rem mobil tidak berfungsi, alhasil mobil itu jatuh ke dalam jurang, dan setelahnya Norman tidak ingat apa-apa lagi.
Ia mengatakan kepada Rio jika dirinya ditolong oleh wanita yang bernama bi Imas, wanita itu merawat dirinya hingga sampai sekarang. Tentu saja itu membuat Rio tidak tinggal diam, ternyata sang bibi sudah mengkhianati dirinya. Mulai dari situ, Rio curiga jika bi Imas yang membeberkan tentang jati dirinya.
"Pasti bi Imas yang sudah mengatakan kepada Diora jika aku adalah Rio, ini tidak bisa dibiarkan," Rio pun mencari cara untuk menghadapi Sam jika saja Sam mengetahui identitas aslinya.
Rio berdiri di depan Norman yang saat itu kaki dan tangannya terikat dengan tali. Dengan tertawa jahat Rio berkata kepada Norman dengan tatapan yang mengerikan.
"Kenapa kamu harus hidup, Norman! Seharusnya kamu mati dan bertemu malaikat penjaga kubur, tidak berdiri di depan ku seperti ini, tapi baiklah! Aku bersedia menjadi malaikat pencabut nyawa untukmu, mungkin itu lebih baik!" seru Rio sembari memainkan pisau yang ada di tangannya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...