Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Kemana Mas Ji?


__ADS_3

Kedua pria tak dikenal itu menoleh ke belakang, ia melihat seorang pria dengan wajah yang sedang kesal tampak menatap keduanya dengan tajam. Sementara Diora sangat terkejut saat mendengar suara pria itu, suaranya sangat ia kenali dan Diora melihat wajah pria itu dengan seksama.


"Suara itu! Ini tidak mungkin, itu suaranya," gumam Diora yang tak percaya jika suara pria itu mirip dengan suara dari seseorang yang sangat ia kenal.


"Lepaskan wanita itu!" titahnya kepada dua orang pria yang sedang memegangi tangan Diora.


"Hei siapa kamu! Ini bukan urusan kamu, sebaiknya kamu pergi dari sini!" balas salah seorang diantaranya. Karena tak kunjung kedua pria itu melepas Diora, pria berseragam sopir itu langsung mendekati dua laki-laki yang sedang memaksa Diora untuk ikut bersama mereka.


Pria itu tampak langsung menarik baju seorang pelaku dan memukulnya, akhirnya terjadilah baku hantam antara seorang sopir dan dua orang tak dikenal, Diora memilih menjauh dari posisi mereka dan ia pun secepatnya menelepon petugas kepolisian agar datang secepatnya ke lokasi di mana dirinya berada.


Sementara itu pria berseragam sopir itu tampak menghadapi kedua pria itu, Diora terlihat khawatir karena sang sopir tampaknya terkena pukulan pada wajahnya, sehingga ada sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya. Namun, itu rupanya tidak membuat pria itu menyerah, dengan sekuat tenaga pria berseragam sopir itu terus melawan kedua pria yang rupanya membawa sebuah balok kayu untuk memikul sang sopir.

__ADS_1


Tentu saja dengan mudah kedua pelaku itu membuat sang sopir jatuh tersungkur, Diora menjerit sekeras-kerasnya saat pria itu terlihat berdarah-darah.


"Tidaaakkkkk!!"


Tak berselang lama, datang mobil polisi dan kedua pelaku itu langsung melarikan secepatnya setelah mendengar sirine mobil yang mulai mendekat. Diora langsung menghampiri pria itu dan melihat kondisinya yang terluka cukup parah pada wajahnya. Dan ia pun penasaran dengan sosok yang suaranya mirip sekali dengan almarhum kekasihnya, Norman.


"Mas! Masnya nggak apa-apa?" Diora terlihat kasihan melihat wajah pria itu, sejenak ia melihat nama di dadanya yang bertuliskan nama Sujiwo.


Kini tubuh sopir Sam itu berada di dalam mobil Diora, sesekali Diora melihat ke belakang seolah-olah dirinya tidak asing dengan pria itu.


"Siapa dia? Kenapa suaranya mirip sekali dengan Norman? Ah mungkin saja ini kebetulan, dia bukan Norman, dia orang lain. Ayolah Diora, kamu harus mengikhlaskan kepergian Norman, dia sudah bahagia di sana," batin Diora yang terus melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Sam tidak bisa menghubungi sang sopir untuk mengantarkannya pulang, ia terpaksa meminta sang asisten untuk mengantarkannya.


"Kemana perginya Mas Ji? Dari tadi teleponnya tidak diangkat." Mendengar keluhan dari sang Bos, asisten Yan pun bertanya, "Ada apa, Bos? Sepertinya Anda gelisah?"


"Dari tadi aku hubungi Mas Ji tidak diangkat juga, kenapa dia pergi?"


"Oh mungkin saja Mas Ji sedang ngopi Bos! Biasalah hiburan para sopir jika sedang suntuk, bukannya sekarang bukan waktunya Bos pulang? Ya wajarlah Mas Ji masih berada di luar, boro-boro amat Bos pingin pulang," ucap Asisten Yan menebak.


Sam tersenyum dan berkata, "Aku sekarang nggak betah terlalu lama di kantor, pinginnya segera pulang dan ketemu isteri, kalau begitu kamu saja yang antarkan aku pulang, rupanya dia sudah menungguku dan aahhh dia sudah membuatku gerah!!" ucapnya setelah melakukan video call bersama Naura.


"Oke Bos! Siap meluncur!" asisten Yan pun segera menyiapkan mobil untuk mengantar Sam pulang.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2