Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Aku mencintaimu, Naura!


__ADS_3

Naura pun merasa jika wajahnya menyentuh wajah Sam yang kasar, bukannya menghindar Naura justru menyentuh wajah Sam yang mengerikan itu dengan tangan lembutnya. Sementara kedua matanya tertuju pada tatapan bola mata Sam yang terlihat memandang wajah istrinya dalam-dalam.


Mungkin sebagian besar wanita menganggap jika wajah Sam seperti monster, tapi tidak bagi Naura. Baginya Sam seperti pria yang lainnya, tetap tampan meskipun wajah pria itu rusak parah. Naura tersenyum hingga akhirnya Naura memberanikan diri untuk mencium pipi Sam yang tentu saja kondisinya sangat buruk jika tersentuh kulit.


"Kau benar-benar sangat berbeda, Naura! Kau sama sekali tidak memandangku dengan jijik, bahkan kau berani mencium wajah buruk rupa ini dengan ketulusan mu, aku tidak mau kehilangan mu, Naura! Aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku, karena sekarang kamu adalah milik Samuel Alfonso untuk selamanya." batin Sam sembari memejamkan matanya saat Naura mencium pipinya.


Satu kecupan mendarat pada pipi Sam, setelah itu Naura mengatakan sesuatu kepada sang suami.


"Selamat tidur, Sam!" ucap Naura sebelum dirinya beranjak pergi dari atas tubuh suaminya. Tapi, tidak mudah begitu saja untuk Naura pergi dari sisi sang suami, Sam menahan tangan sang istri dan dengan cepat menarik tubuh Naura agar gadis itu berada di dalam pelukannya..


"Sam! Apa yang kamu lakukan?" seru Naura yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Katakan padaku? Kenapa kamu berani sekali mencium wajahku?" tanya Sam dengan tatapan matanya yang tajam. Naura gugup dan Ia terlihat salah tingkah saat Sam berkata seperti itu.


"Memangnya tidak boleh jika aku mencium suamiku sendiri? Kamu tidak suka? Baiklah besok aku tidak akan melakukannya lagi, maafkan aku jika sudah lancang dan berani mencium mu, sekarang biarkan aku tidur." seru Naura sembari berusaha melepaskan diri dari cengkeraman sang suami.


"Sayangnya aku tidak bisa tidur, kamu sudah mengganggu kenyamanan tidurku dengan memelukku tiba-tiba, lalu aku harus bagaimana agar aku bisa tidur kembali? Kamu ada solusi?" tanya Sam dengan seringainya.

__ADS_1


"Em ... am... em ... a-aku tidak bermaksud untuk memelukmu, aku sangat takut dengan petir. Jika di rumah, ada Ibu yang selalu memelukku saat ada hujan disertai petir seperti ini, sekarang tidak ada lagi Ibu, bagaimana bisa aku memeluk ibuku sementara saat ini aku sendirian." Ungkap Naura dengan berkaca-kaca.


"Siapa bilang kamu sendirian? Bukankah ada aku yang selalu di sisimu, aku suamimu, dan aku tidak akan membiarkanmu sendirian." Ucap Sam sembari menatap kedua manik mata sang istri.


"Tapi pernikahan kita adalah sebuah kesepakatan, aku tidak ingin terlalu berharap banyak, karena kamu hanya menginginkan bayi dariku, bukan?" balas Naura yang kembali mengingatkan tentang perjanjian itu.


"Katakan padaku! Apa aku salah, jika aku tidak hanya menginginkan bayi darimu, tapi aku juga menginginkan ibu dari bayiku. Aku menginginkanmu, Naura!" Ucap Sam dengan suaranya yang serak.


"Salah! Sangat salah, itu tidak mungkin terjadi, Sam! Aku datang untuk menebus hutang ayahku, bukan untuk menjadi milikmu," balas Naura yang semakin membuat Sam gemas, ingin sekali Sam mencium bibir gadis itu dan membawanya terbang ke angkasa.


Untuk sesaat Naura menatap mata Sam lekat-lekat, hingga akhirnya terukir senyum dari bibirnya yang mungil, seolah dirinya percaya jika Sam pasti bisa melindunginya.


Naura yang awalnya ingin pergi dari sisi sang suami, kini dirinya justru semakin mempererat pelukannya pada sang suami. Hingga akhirnya terdengar sebuah kata dari bibir Sam yang pastinya membuat Naura tidak bisa berkata apa-apa.


"Aku mencintaimu, Naura! Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku, plis!" bisiknya begitu mesra di telinga Naura. Naura terkesiap dan dirinya merasa terharu dengan apa yang diucapkan oleh Sam.


"Sam, kau!"

__ADS_1


Naura melihat ketulusan hati pada mata sang suami, sungguh wajah yang mengerikan itu tak berarti bagi Naura, baginya sikap lembut yang ditunjukkan Sam padanya sudah sangat membuktikan jika pria itu adalah pria yang baik dan tulus, padahal Tuan muda Sam terkenal dengan sifatnya yang terkenal dingin dan arogan.


Hingga akhirnya, bukan Sam yang memulai mendaratkan ciuman di malam itu, tapi Naura. Ia mulai membelai lembut wajah Sam dan akhirnya Ia mengecup bibir Sam dan akhirnya mereka menikmati sentuhan itu bersama-sama.


Sejenak Sam melepaskan ciuman itu dan bertanya kepada Naura, "Apa kamu tidak marah jika aku melakukan khilaf lagi? Karena aku tidak mau ibu dari anakku merasa terpaksa." Seru Sam sembari membelai lembut wajah sang istri.


Mendengar ucapan dari sang suami, Naura beranjak dari tubuh Sam, Ia berdiri dan melakukan sesuatu yang tidak pernah Sam bayangkan sebelumnya. Dengan menghadap ke arah suaminya, perlahan Naura membuka kain yang menutupi tubuh indahnya.


"Naura, kamu!"


Sam sangat terkejut saat Naura menanggalkan seluruh pakaiannya tanpa terkecuali, bahkan penutup tempat terindah itupun Naura lepaskan dan Ia lemparkan ke arah suaminya.


Spontan Sam menangkap benda lembut itu, dan kini Sam melihat betapa cantiknya pemandangan yang berada di depan matanya. Dengan keadaan polos, Naura kembali naik ke atas ranjang dan mempersilahkan suaminya untuk melakukan apapun terhadap dirinya.


"Lakukanlah! Aku tidak akan menolaknya."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2