Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Aku kecewa


__ADS_3

"Naura!" Sam memanggil nama sang istri dengan memperhatikan gesture tubuh sang istri yang seolah tidak mau disentuh olehnya.


"Jangan pernah sentuh aku! Aku tahu ini adalah suara suamiku, tapi wajah ini bukanlah wajah suamiku, dan aku semakin sakit saat aku tahu jika wajah Bodyguard itu adalah wajah asli suamiku. Selamat Sam! Kamu sudah menghancurkan kepercayaan ku padamu, apa yang sudah aku lakukan padamu itu masih kurang? Apa kamu tidak percaya dengan ketulusan ku ini? Sehingga kamu harus melakukan penyamaran demi menguji kesetiaan ku padamu. Kamu pura-pura pergi ke Amsterdam hanya untuk menipuku? Dan kamu berusaha menggodaku dengan mendatangkan dirimu sendiri sebagai bodyguard itu. Dan sayang sekali hari ini kamu sudah menghancurkan semuanya, aku kecewa, sangat kecewa." Ucap Naura sembari menitikkan air matanya.


Naura berkata tanpa melihat wajah sang suami, sungguh ia sangat kecewa dengan pengakuan sang suami yang sebenarnya bukanlah pria yang buruk rupa. Melihat itu, bi Imas pun mencoba ikut menjelaskan tentang kenapa Sam bisa melakukan hal itu.


"Nyonya Naura! Maafkan Tuan muda, saya tahu kalian berdua saling mencintai, bibi tahu betul jika Tuan muda sangat mencintai Anda, Nyonya. Jadi saya mohon maafkanlah dia!" rengek bi Imas yang tak tega melihat keduanya bertengkar.


"Maaf, Bi! Sepertinya untuk saat ini saya tidak bisa memaafkannya, dia sudah meragukan kesetiaan ku, itu sudah cukup membuktikan kan jika Sam tidak pernah mempercayaiku, jadi jangan berharap aku akan percaya lagi padanya." Ucap Naura yang kemudian Ia langsung pergi meninggalkan Sam yang saat itu masih bersimpuh padanya untuk meminta maaf.

__ADS_1


Sam menatap ke arah sang istri yang sedang berlari kecil menuju ke kamarnya, sementara itu bi Imas tampak iba melihat kesedihan pada wajah Sam.


"Tuan muda yang sabar, wajar jika seorang wanita merasa kecewa karena ia merasa Anda sudah meragukan kesetiaannya, bukankah saya sudah pernah bilang kepada Anda, tidak perlu melakukan penyamaran lagi, karena Nyonya Naura sudah sangat mencintai Anda apa adanya, hanya masalah waktu nanti Tuan bisa menjelaskan tentang kenapa Anda harus memakai topeng itu. Tapi, jika seperti ini tentu saja Nyonya Naura pasti marah, dan apapun itu saya masih yakin sekali jika Nyonya Naura masih sangat mencintai Anda, Tuan. Kali ini Nyonya Naura masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, dan saya berharap Anda jangan mengganggu nya dulu, biarkan dia tenang, saya sangat yakin sekali suatu hari nanti Nyonya Naura pasti bisa memahaminya."


Mendengar nasihat dari bi Imas, sejenak membuat Sam sedikit tenang, pria itu terlihat begitu bersedih tatkala ia sudah mengecewakan sang istri.


"Bibi benar, aku sudah sangat bodoh sudah membuatnya kecewa, seharusnya aku tidak pernah melakukan hal itu, aku sangat menyesal, kenapa aku harus menguji kesetiaan Naura? Sedangkan aku sudah merasakan bagaimana kesetiaan dan kasih sayangnya padaku begitu besar, ia rela disentuh tubuhnya oleh suaminya yang buruk rupa, tapi dia tidak rela disentuh tubuhnya oleh bodyguardnya yang tampan, bahkan dia ingin melukai dirinya saat ia merasa jika ada pria lain yang sudah menyentuhnya. Dia merasa sangat bersalah pada suaminya, tapi ternyata suaminya sudah membohonginya dan tidak mempercayainya. Ya Tuhan! Kenapa aku sebodoh ini? Naura maafkan aku!"


"Sudahlah, Tuan! Saya mengerti kenapa Anda seperti ini, dan semua ini karena ulah Non Diora, karena dia Anda menjadi sukar untuk percaya dengan wanita, semoga saja Nyonya Naura bisa segera memaafkan, Anda!" seru bi Imas yang tahu betul saat Sam sangat terpukul ketika Diora pergi meninggalkan dirinya dengan pria lain.

__ADS_1


"Diora! Sekarang aku sudah tidak perduli lagi dengannya, bagiku Diora sudah mati dan Bibi tahu siapa pria yang sudah mengambil Diora dariku?" ucap Sam sembari menatap wajah sang asisten kepercayaan keluarganya itu.


"Siapa, Tuan? Tentu saja Bibi tidak mengetahuinya." Balas bi Imas.


Kemudian Sam menceritakan tentang kecelakaan yang melibatkan almarhum Kakak Naura, Norman. Yang tak lain adalah kekasih Diora yang meninggal karena mobil yang ditumpanginya jatuh ke dalam jurang.


"Dan Bibi tahu siapa Norman itu? Iya ternyata pria itu adalah Kakak kandung Naura."


"Apa? Jadi, pemuda itu adalah Kakak kandung Nyonya Naura? Astaga, itu tidak mungkin." Ucap bi Imas terkejut dan tidak menyangka jika Diora meninggalkan Sam hanya demi seorang pria yang merupakan kakak kandung Naura.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2