
Naura semakin mendekati suaminya dan sopir baru itu, perlahan Naura melihat sosok laki-laki yang entah kenapa dirinya merasa dekat dengannya. Seolah-olah pria itu tak asing lagi baginya.
"Baiklah kalau begitu, mulai besok Mas Ji bisa langsung bekerja bersama saya." Seru Sam kepada sopir barunya itu, dan Mas Ji pun menganggukkan kepalanya. Hingga akhirnya pandangan Mas Ji beralih pada seorang wajah wanita yang membuatnya terpaku.
Sejenak Mas Ji memandang wajah sang wanita yang tak lain adalah Naura yang saat itu sedang berdiri di belakang suaminya. Naura pun menatap tajam ke arah pria yang ternyata adalah sopir baru sang suami.
"Selamat malam, Nyonya!" sapa Mas Ji yang semakin membuat Naura penasaran.
"Astaga!! Suara ini benar-benar sangat mirip, siapa dia sebenarnya?" Naura bermonolog dalam hati, karena suara itu mengingatkanku dirinya kepada orang yang sangat ia kenali. Sam menoleh ke arah sang istri sembari merangkul pundak Naura, Kini Sam berada di depan Mas Ji sembari merangkul istrinya dengan mesra.
__ADS_1
"Sayang! Ini adalah Sujiwo, atau kamu bisa memanggil dia dengan nama Mas Ji, dia sopir baru kita." Sam memperkenalkan sang sopir kepada istrinya. Naura pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Selamat datang Mas Ji, semoga Mas Ji bisa kerasan bekerja dengan suami saya," balas Naura sembari menatap wajah suaminya. Sam tersenyum dan mencium kening sang istri. Mas Ji sangat bahagia melihat kebahagiaan mereka berdua, ada senyum terukir dari bibir Mas Ji yang dihiasi oleh kumis dan sedikit bulu-bulu pada dagunya itu.
"Anda berdua adalah pasangan yang sangat cocok, semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda, Tuan dan Nyonya!" ucap Mas Ji yang semakin membuat Naura penasaran, karena saking penasarannya, Naura pun bertanya tentang keluarga Mas Ji, dimana pria itu tinggal dan dari mana asal Mas Ji.
"Saya dari desa jauh, Nyonya. Saya merantau ke kota untuk mencari pekerjaan yang halal, dan kebetulan saya bertemu dengan pak Yan, dan beliau menawarkan pekerjaan ini untuk saya. Dia bilang ada Bos besar yang membutuhkan seorang sopir baru yang tentunya bisa bekerja keras dan jujur." Ungkap Mas Ji.
"Saya nggak tahu kenapa, suara Mas Ji mengingatkan saya pada seseorang, seseorang yang sangat menyayangi saya, selalu membela saya, dan selalu mendoakan kebaikan untuk saya, sayang sekali sekarang kami harus berpisah." Ungkap Naura dengan mata yang berkaca-kaca. Mas Ji pun secara tak langsung ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh istri majikannya itu.
__ADS_1
Sementara hal berbeda ditunjukkan oleh Sam, pria itu curiga dengan sosok yang diceritakan oleh istrinya, apa jangan-jangan Naura sedang merindukan mantan kekasihnya? Apalagi setelah ia melihat sosok sopir barunya itu.
"Siapa maksudmu, Naura? Apa dia mantan pacarmu?" tanya Sam dengan serius, Naura menatap wajah sang suami yang tentunya pasti penasaran dengan sosok yang ia ceritakan.
"Aku tidak pernah punya pacar, Sayang. Nggak usah serius gitu dong, jadi nggak mungkin aku punya mantan pacar, orang pacar aja nggak punya." Balasnya sembari mencubit hidung sang suami.
"Lantas?" tanya Sam lagi.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1