
"Astaga! Jadi selama ini bukan asisten Yan yang selalu mengirimkan bunga untukku, yang selalu meneror ku dulu, dia mengancam akan mencelakai Sam jika aku tidak meninggalkan nya, aku sangat takut waktu itu dan aku tidak tahu kalau itu adalah saudara kembar Asisten Yan. Norman! Norman dalam bahaya, Sam! Tolong selamatkan Norman, sekarang Norman bersama pria itu, aku takut jika pria itu menyakiti Norman," rengek Diora yang tahu jika saudara kembar asisten Yan sedang bersamanya.
Bi Imas pun menyangkal jika Rio tidak akan tahu jika Norman masih hidup, karena dirinya tidak pernah memberi tahukan kepada Rio jika bi Imas menyelamatkan Norman, dan Rio tahunya Norman meninggal dunia.
"Kalian tenang saja, Rio tidak tahu jika Norman masih hidup, aku tidak pernah memberi tahukan kepadanya, yang dia tahu hanyalah seorang pria bernama Mas Ji yang datang dari kampung yang sama dengan kampung kami, paling tidak Norman masih aman," ungkap bi Imas yang membuat Sam penasaran bagaimana Rio menghabisi Asisten kepercayaannya itu.
"Bagaimana pria itu menghabisi Asisten ku? Bukankah mereka berdua saudara kembar? Begitu jahatnya pria itu menghilangkan nyawa saudaranya sendiri," seru Sam sembari menatap wajah sang pengasuh.
__ADS_1
Bi Imas pun mulai menjelaskan semuanya bagaimana Rio menghabisi Kakak kembarnya sendiri, Rio sengaja memberikan racun kepada Asisten Yan yang membuat kesehatan sang asisten perlahan menurun, disitu lah Rio mulai beraksi, sedikit demi sedikit pekerjaan Asisten Yan diambil alih oleh sang adik kembar, Rio mempelajari semua yang berhubungan dengan Sam dan keluarganya, hingga akhirnya Rio pun berhasil beradaptasi menjadi sosok asisten Yan yang sangat berwibawa, dengan bantuan wajah mereka yang sangat mirip, memudahkan Rio untuk mengelabuhi semua orang, kecuali bi Imas yang sudah mengetahui rencana keponakannya itu, karena terlalu menyayangi Rio, bi Imas pun membiarkan sang keponakan menyamar menjadi Kakak kandungnya, apalagi saat itu Asisten Yan sudah sakit-sakitan karena ulah adik kembarnya sendiri.
Sam tidak habis pikir, bagaimana bisa bi Imas membiarkan kejahatan keponakannya itu, bahkan sampai rela mencelakai Diora hanya untuk membalas dendam rasa sakit yang dialami oleh Rio.
"Maafkan Bibi Tuan muda! Bibi memang bersalah, saya mohon maafkan Bibi!" rengek bi Imas saat melihat tatapan mata Sam yang penuh dengan sesal dan emosi. Sam hanya diam, bagaimana bisa dirinya marah kepada bi Imas, meskipun sebenarnya Ia sangat kecewa dengan perbuatan bi Imas yang sudah melindungi kejahatan keponakannya.
"Bibi tahu jika Tuan muda sangat marah kepada Bibi, dan Bibi pun iklhas jika Bibi harus menanggung akibatnya, Bibi ikhlas jika harus membayarnya dengan masuk ke dalam penjara, tapi tolong jangan sakiti Rio, Tuan!" ucapan bi Imas spontan mendapat reaksi keras dari Diora yang tidak terima jika Sam harus memaafkan Rio.
__ADS_1
"Jangan dengarkan bi Imas, Sam? Rio itu pria nggak waras, dia mampu menghabisi siapa saja bahkan termasuk kamu, jangan ampuni dia, dia bisa saja membunuh Norman jika ia tahu siapa sebenarnya Mas Ji, ayo Sam! Cepat selamatkan Norman, aku mohon!!" sahut Diora yang khawatir dengan keadaan Norman saat ini.
Sementara itu, Naura pun juga memohon kepada Sam untuk segera menyelematkan kakaknya secepatnya.
"Sam! Cepat selamatkan kakakku! Aku mohon padamu, aku tidak ingin kehilangan dia lagi!" Naura memohon kepada suaminya agar segera melakukan sesuatu untuk membebaskan sang Kakak, tentu saja Sam pun tidak tinggal diam, ia pun merencanakan siasat untuk menjebak Asisten Yan palsu.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1