Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Tembakan Rio


__ADS_3

"Aku sangat merindukanmu! Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu, aku melihatmu dikubur untuk terakhir kalinya, kenapa kamu meninggalkanku ku, Norman? Kenapa?" tangis Diora pecah saat berada dalam pelukan sang kekasih.


"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, ini semua karena pria itu, pria itu sudah berusaha menyingkirkan aku dan menjauhkan aku dari kamu, kamu baik-baik saja, kan? Terus dimana pria itu?" tanya Norman sembari memperhatikan sekeliling.


"Dia aku berikan obat tidur, dan sekarang dia ada di dalam kamar, ayo kita segera keluar dari sini," ajak Diora kepada Norman, hingga akhirnya, mereka dikejutkan oleh kedatangan Sam yang baru saja tiba, Sam melihat Diora bersama Norman sedang berpelukan, ia pun ikut senang akhirnya kakak istrinya bisa diselamatkan dan ia akan memberikan kejutan untuk sang istri di rumah.


Sam berdehem dan akhirnya mereka berdua tersadar jika Sam sedang memperhatikan mereka berdua.


"Sam! Kamu," seru Diora yang tampak malu saat Sam melihatnya sedang berpelukan dengan sang kekasih. Norman pun tersenyum saat melihat Sam. Karena ia sedang berdiri di depan Tuan Samuel Alfonso yang merupakan suami dari adiknya sendiri.


"Maaf jika aku mengganggu kalian berdua, aku hanya ingin mengatakan selamat kepada kalian, akhirnya kamu dan Norman bisa bersama, dan tentunya Naura akan sangat senang melihat kakaknya kembali, selamat datang Norman! Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan kakak kandung istriku," seru Sam sambil merangkul Kakak ipar nya itu.


Tentu saja Norman juga membalas nya dengan senang hati, kedua pria itu terlihat sangat bahagia.


Tiba-tiba saja, disaat Norman dan Sam sedang berpelukan, datang Rio dengan sempoyongan sambil memegang sebuah senjata dan mengarahkannya kepada Sam dan Norman. Dengan tertawa terbahak-bahak, Rio bersiap untuk menarik pelatuk dan menembak kan senjatanya kepada Sam dan Norman.

__ADS_1


"Hahaha ... benar-benar pemandangan yang sangat mengharukan, seorang adik ipar bertemu dengan Kakak ipar, woww so sweet!!" seru Rio dengan tubuh yang masih lemas karena efek obat bius itu masih ada. Diora pun terkejut bagaimana bisa Rio terbangun, padahal Ia memberikan dosis yang cukup tinggi pada minuman itu.


"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin, bagaimana bisa Rio terbangun?" ucap Diora lirih, sementara itu Sam dan Norman tampak berdiri menghadapi Asisten Yan palsu itu. Anak buah Sam dipaksa untuk meletakkan senjata mereka, jika tidak Rio tidak akan segan-segan untuk meletupkan senjata nya kearah bos mereka. Sam pun menyuruh anak buahnya untuk menjatuhkan senjatanya, tapi Sam masih memegang sebuah senjata yang ia sembunyikan di balik bajunya sebagai jaga-jaga.


"Hai kamu! Aku tidak tahu apa salah asisten Yan kepadamu, sehingga kamu tega melenyapkan saudara kandung mu sendiri? Sungguh manusia yang kejam!" umpat Sam yang juga sangat marah kepada Rio, asisten kepercayaannya ternyata dibunuh oleh saudara kandung nya sendiri.


Rio semakin tertawa terbahak-bahak, ia pun dengan lantang mengatakan jika dirinya ingin mendapatkan Diora yang saat itu masih berstatus sebagai tunangan Sam.


"Tuan muda Sam yang terhormat! Saya sangat menghormati Anda sebagai atasan saya, tapi yang membuat saya tidak suka adalah, Anda mencintai wanita yang saya cintai, dan saya tidak suka itu, itulah kenapa kecelakaan itu terjadi tapi sayang sekali Anda tidak mati, ck!"


Rio terus mengomel dan mencurahkan segala kekecewaan nya kepada Diora yang tetap memilih Norman daripada dirinya. Tentu saja Diora dengan lantang berkata, "Hai kamu! Kamu pikir aku akan ikut bersamamu! Dari awal aku sudah merasa jika kamu bukanlah manusia berotak waras, itu kenapa aku mentah-mentah menolakmu, karena aku tahu jika kamu adalah pria yang sangat kejam, dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, seekor kucing kamu bunuh dengan kejam, kamu kuliti kucing tak berdosa itu, dan itulah yang membuat ku jijik melihatmu, dan aku bersumpah tidak akan pernah berharap untuk mendapatkan cinta dari laki-laki psikopat sepertimu!" mendengar ucapan Diora, seketika Rio menjadi sangat marah dan emosi. Ia pun berteriak sambil menodongkan senjata itu kepada Norman.


Seketika Diora terkesiap dan ia melihat Rio menodongkan senjatanya kepada Norman dan Sam.


"Sepertinya aku tidak perlu lama-lama lagi untuk membebaskan nyawa mereka, terutama Norman. Dia adalah pria yang harus mati untuk pertama kalinya, bersiaplah!!" ucap Rio yang bersiap menarik pelatuk itu. Namun, rupanya Sam berdiri menghalangi Rio untuk menembak Kakak iparnya, apa jadinya jika Naura tahu bahwa sang kakak yang sangat disayanginya pergi lagi untuk selamanya.

__ADS_1


"Jangan tembak Norman, dia tidak bersalah. Tembak lah aku!" sahut Sam yang berada di baris paling depan. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Sam tidak mungkin Diora terima, Sam sudah berhasil membantunya untuk bertemu dengan sang kekasih.


"Sam! Apa yang kamu lakukan?"


Diora pun langsung berdiri di depan Sam dan menantang Rio untuk menembaknya terlebih dahulu.


"Aku mohon jangan sakiti mereka! Lebih baik tembak aku, sepertinya itu akan membuat mu lebih tenang, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima cintamu, Rio! Cepat, tembak lah!" pinta Diora yang seketika membuat Rio tertawa.


"Ck ck ck! Astaga! Itu artinya hari ini aku akan melenyapkan dua orang sekaligus, tapi tidak untukmu, Nona Diora. Aku tidak akan pernah melenyapkanmu! Aku hanya ingin dia yang mati, bersiaplah!!!"


Diora dan Sam merasa jika Rio benar-benar akan menembak kan senjatanya kepada Norman, hingga akhirnya Rio pun mulai menarik pelatuk itu secara perlahan, sehingga letusan tembakan itupun mulai terdengar.


"Jangan Riiooooo!!!


"Bibiiiii ... tidaaakkkkk!!"

__ADS_1


Sam berteriak sekencang mungkin saat tahu jika bi Imas lah yang menghalangi tembakan ke arah Norman.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2