
Naura hanya bisa menghela nafasnya, karena Ia merasa kasihan kepada bi Imas yang sudah capek-capek memasak makanan itu, ia pun terpaksa menuruti permintaan Sam yang ingin makan sambil disuapi.
"Ya udah! Sini aku suapi. Dasar manja!" gerutu Naura sembari mengambilkan nasi ke dalam piring milik Sam, dengan bibir yang mengerucut, Naura tetap mengambilkan nasi untuk suaminya, setelah itu Naura mengambilkan lauk apapun yang tersedia di atas meja.
Bi Imas hanya tersenyum melihat tingkah keduanya yang lucu, apalagi wajah Naura yang terlihat masih kesal, tapi dirinya masih melayani suaminya.
"Ya ampun, kalian berdua lucu sekali, aku berharap Tuhan akan mempersatukan cinta kalian untuk selamanya, dan semoga saja suatu hari nanti Nyonya Naura bisa memaafkan diriku." batin bi Imas yang tersenyum melihat pasangan suami istri yang sedang merajuk itu.
Setelah piring makanan itu penuh, Naura pun segera mengambil sendok dan menyuapkan nasi ke dalam mulut suaminya. Tentu saja karena sedang marah, Naura pun sedikit ketus saat memerintahkan Sam untuk membuka mulutnya.
"Haaakk ... buka mulutnya!" titah Naura kepada Sam yang saat itu terlihat cengar-cengir. Dan Sam pun menurutinya. Ia membuka mulutnya, karena wajahnya yang sedang memakai topeng, tentu saja Sam tidak bisa membuka mulut terlalu lebar, karena kulit sintetis itu membuat kulitnya tertarik dan ia pun tidak bisa memaksa mulutnya untuk membuka terlalu lebar.
"Haaaa ...." Sam tampak membuka mulutnya. Namun, karena kurang lebar, sehingga memaksa Naura untuk menyuruh Sam membuka mulutnya lagi dengan lebar-lebar.
__ADS_1
"Kurang lebar, Sam! Haaakk haaakk ... yang lebar, biar makanannya nggak pada berantakan, gitu aja susah amat sih!" ucap Naura kesal.
Sam pun hanya menundukkan wajahnya dan berkata, "Aku nggak bisa membuka mulut terlalu lebar, kamu tahu sendiri topeng ini membuatku susah untuk membuka mulut, ya bisanya cuma segini doang, haaaa ...!"
Untuk sejenak Naura berasa ingin tertawa saat melihat wajah sang suami yang dipaksakan untuk membuka mulutnya lebar-lebar, antara kasihan dan kesal, berbanding sama.
Untuk menyembunyikan ekspresi gelinya melihat wajah sang suami, Naura pun berusaha untuk tetap tenang agar Sam tidak curiga jika dirinya sedang ingin tertawa.
Sam menatap mata sang istri penuh cinta, sedangkan Naura tampak selalu menghindari tatapan mata Sam yang benar-benar membuatnya salah tingkah.
"Aku tahu kamu masih mencintaiku, Naura! Sangat jelas sekali terlihat pada bola matamu, bahwa kamu masih mencintaiku." Batin Sam sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Ngapain sih pakai lihatin mulu, bikin nggak nyaman aja!" gumam Naura dengan ekspresi salah tingkah.
__ADS_1
Setelah semua makanan itu habis, Naura pun meletakkan piring itu kembali, dan ia pun beranjak pergi meninggalkan Sam yang saat itu masih menikmati makanan dalam mulutnya.
"Mau kemana kamu, Sayang!" tanya Sam baik-baik.
"Mau ke kamar!" jawab Naura singkat.
"Oh ya, aku mau bilang kalau nanti malam aku pulangnya sedikit terlambat, aku ada pertemuan penting. Jadi, jika nanti kamu menungguku terlalu lama, kamu tidur saja duluan, tidak usah menungguku pulang." Ucap Sam kepada istrinya. Naura pun berbalik dan berkata kepada Sam, "Emangnya ... siapa juga yang nunggu kamu pulang, terserah kamu pulang atau tidak, aku nggak perduli lagi," balas Naura yang masih ketus kepada suaminya.
Sam pun hanya tersenyum tipis, rupanya meruntuhkan dinding kekecewaan sang isteri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
"Sepertinya aku harus berusaha keras untuk membuat Naura takluk kembali."
...BERSAMBUNG...
__ADS_1