
"Sam! Apa-apaan sih kamu, nakal banget;" Naura menepis tangan sang suami yang begitu nakal, sementara itu Sam hanya tertawa melihat ekspresi wajah sang istri.
"Aku gemes banget sama kamu." Seru pria itu sembari menciumi pipi istrinya.
"Sam! Udah dong! Ayo kita mandi, hmm!" ajak Naura kepada suaminya. Sam pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan senang.
"Ayo!" balasnya dengan riang gembira.
Hari ini adalah hari yang begitu membahagiakan bagi Naura dan Sam, akhirnya mereka berdua telah melewati masa-masa ujian cinta yang membuat keduanya hampir saja berpisah. Keduanya terlihat semakin mesra, tentu saja Sam tidak bisa jauh dari sisi sang istri, kemanapun Naura pergi pasti ada Sam di belakangnya.
__ADS_1
Setelah keduanya membersihkan diri masing-masing, hari itu Naura ingin mengajak Sam jalan-jalan, entahlah mungkin ini adalah bawaan bayi, tiba-tiba saja Naura ingin jalan-jalan keluar rumah hanya untuk sekedar menikmati pemandangan luar.
"Mau kemana kamu?" Sam memeluk Naura dari belakang dan bergelayut mesra pada pinggang istrinya sembari menyandarkan kepalanya pada pundak sang istri. Naura tersenyum dan membalikkan badannya.
"Aku ingin kita jalan-jalan sebentar, aku ingin kita ke taman kota, dulu sebelum kita menikah, aku sering sekali datang ke sana bersama Almarhum Kakak, setiap akhir pekan dia selalu mengajakku ke sana sekedar melihat orang-orang lewat," ucap Naura sembari tersenyum, mengingat saat dirinya dulu bersama dengan almarhum sang kakak yang selalu membuatnya bahagia.
"Melihat orang-orang lewat?" pertanyaan Sam yang tentu saja menurutnya sangat aneh, hanya melihat orang lewat saja istrinya sudah senang. Naura teringat sehari sebelum Norman meninggal, Norman bercerita kepada adiknya jika dirinya mempunyai seorang pacar dari masa SMA nya dulu dan sampai sekarang mereka masih berhubungan.
Sejenak Sam mengerutkan keningnya mendengar cerita Istrinya, sebagaimana yang Ia tahu, jika Norman adalah pria yang hadir setelah Sam mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan sebagian besar wajahnya rusak dan karena itulah Diora meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Apa? Mereka berdua pernah memiliki hubungan saat masih sekolah?" tanya Sam yang tidak menyangka jika Diora menyembunyikan hal itu darinya.
"Iya benar, Kakak dan Diora saling mencintai sejak dulu, kakak bilang dia dan Diora berpisah sejenak karena Diora memutuskan kuliah di luar negeri, dan setelah Diora kembali ke Indonesia, mereka kembali menjalin hubungan itu, karena keduanya saling mencintai akan menikah secepatnya, aku sendiri kurang tahu seperti apa wajah wanita itu, Kakak belum pernah mengenalkannya padaku, tapi dengan ibu, Diora pernah bertemu sekali dengan beliau," ungkap Naura sembari mengingat kata-kata terakhir sang kakak sebelum pergi untuk selama-lamanya.
"Dan yang paling membuat ku sangat bersedih adalah, saat Kakak bilang jika ada pria yang menyakitimu, bilang padaku Naura, akan ku hajar laki-laki itu, adikku tidak akan ku biarkan menangis oleh ulah laki-laki brengsek yang sudah membuatmu sakit hati, setelah itu Kakak memelukku hiks hiks hiks!" Naura menangis kala mengingat kata-kata sang kakak sebelum dirinya pergi untuk selamanya.
Spontan Sam memeluk Naura dan tidak akan membiarkan istrinya terlarut dalam kesedihan. Ia merasa sangat bersalah jika sudah membuat wanita yang dicintainya itu menangis.
"Sssttt! Sudah jangan menangis! Aku minta maaf jika pernah membuatmu menangis, dan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi, aku berjanji padamu, Sayang! Aku tidak akan biarkan air mata jatuh dari pipimu, tidak akan!" Sam memeluk sambil mengusap lembut rambut Naura, betapa Sam merasa sangat bersalah kepada Norman, bagaimana bisa dirinya berprasangka buruk kepada pria itu, nyatanya Norman dan Diora sudah memiliki hubungan sebelum dirinya dan Diora menjalin hubungan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...