
"Jangan marah dong, Sayang! Seharusnya kamu bisa menerimaku apa adanya, aku sangat mencintaimu, bukankah sekarang sudah tidak ada lagi penghalang jalanku untuk mendapatkan mu, pria itu sudah mati dan tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan kecuali menerima cintaku, aku akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mu Diora, tidak peduli itu adalah Tuan sekalipun yang menjadi sainganku, bahkan aku bisa berbuat apa saja untuk memisahkan mu dengan Tuan Sam, ingat kecelakaan yang menimpa Tuan Sam? Semua itu adalah rencana ku, dan aku berhasil membuat mu membencinya, tapi sayangnya aku kurang beruntung, ada yang mendahuluiku, dan itu adalah seorang pria yang bernama Norman, aku juga sangat membencinya, tapi rupanya kamu tidak berjodoh dengannya, pria itu mati dan aku sangat bahagia mendengarnya, dan sekarang sepertinya aman, Tuan Sam sudah melupakanmu, dan jangan berharap Tuan Sam akan kembali kepadamu," ucap pria dalam telepon itu dengan bangga.
"Dengar ya brengsek! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkanmu menyentuh ku, kamu tuh nggak tahu malu sekali, aku sudah tolak mentah-mentah masih saja mengharap aku lagi? Cuihh dasar nggak punya otak, kamu pura-pura baik di hadapan Sam, untuk menutupi keburukan mu, tapi sebenarnya kamu adalah bajingan yang sesungguhnya, kamu berlindung dibalik kepercayaan Sam padamu, tapi ingat! Suatu hari nanti Sam akan tahu bagaimana sifat mu yang sebenarnya, dan aku tidak akan pernah takut dengan mu!" Diora segera menutup ponselnya dengan segera. Ia tidak menyangka jika pria itu masih saja mengejarnya.
"Sialan! Kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi, aku harus bicara dengan Sam dan memberi tahukan kepadanya bahwa dia orang yang berbahaya, aku tidak punya pilihan lain, tapi apa Sam mau mendengarkan ku? Aku memang membenci Sam, tapi aku lebih khawatir jika dia melakukan hal buruk kepada Sam, karena dia juga yang menyebabkan Sam kecelakaan agar dirinya bisa mendapatkan ku, dan akhirnya aku menjauh dari Sam. Iya, aku memang pergi menjauh dari Sam, tapi bukan karena wajah Sam yang sudah berubah, tapi karena aku masih mencintai Norman, tapi kenyataannya kenapa aku harus kehilangan Norman dengan cara seperti itu? Naura! Iya Naura ... aku harus bicara dengannya, dia harus tahu semuanya, agar Naura bisa menjelaskan jika pria itu sangat berbahaya bagi suaminya, mungkin jika aku yang bicara, Sam tidak akan percaya, tapi Naura? Aku yakin Sam akan mendengarkan nya." Diora pun segera pergi ke Mansion mewah milik Sam, ia berharap bisa berbicara dengan Naura dan menjelaskan semuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Diora mulai bersiap dan keluar dari rumah, kemudian ia pun masuk ke dalam mobil dan segera pergi menuju Mansion milik Sam. Di tengah perjalanan Diora dicegat oleh dua orang yang tak dikenal, mobil Diora terpaksa berhenti mendadak saat mobil dua orang itu tiba-tiba berhenti di depannya.
Tampak dua orang memaksa Diora untuk keluar dari mobil dan membawa wanita itu untuk ikut bersama mereka. Diora berontak dan ia sangat yakin sekali jika mereka berdua adalah orang-orang suruhan pria dalam telepon itu.
"Cepat ikut kami! Tidak usah banyak bacot!"
__ADS_1
Kedua pria itu memaksa dan menyeret Diora untuk segera masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang menyuruh untuk melepaskan Diora.
"Lepaskan wanita itu!" teriak seorang pria yang memakai seragam sopir yang sedang berada di belakang kedua pria yang memaksa Diora itu untuk ikut bersama mereka.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1