Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Hilang ingatan


__ADS_3

Keesokan harinya, Mas Ji sudah mulai bekerja sebagai sopir pribadi Sam, pagi itu Sam diantarkan sang istri sampai ke depan, mereka berdua terlihat mesra.


"Aku ke kantor dulu, jaga dirimu baik-baik! Jika ada sesuatu kamu bisa menelepon ku." Seru Sam sebelum dirinya pergi, Naura pun tersenyum kepada sang suami.


'Cup!'


Kecupan hangat pada kening Naura dan tak lupa Sam mengecup perut sang istri sembari berbisik, "Daddy pergi dulu, Sayang! Jangan bikin Mommy mu susah, ya! Daddy akan rutin menjengukmu, muaacch!"


"Hmmm modus banget Daddy kamu, Nak! Alasan saja mau jenguk, tapi sebenarnya ada maksud lain, iya kan?" Naura berkata sembari menatap wajah sang suami dengan serius. Sam tertawa kecil melihat ekspresi wajah istrinya.


"Harus dong! Semakin lama aku semakin tergila-gila saja padamu," Naura dibuat tersenyum malu dengan gombalan sang suami.


"Udah, kamu pergi sana! Tuh Mas Ji udah nungguin kamu." Naura menunjuk ke arah sang sopir yang sedang berdiri menunggu San untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sam menoleh ke arah Mas Ji sembari tersenyum, "Oke-oke waktunya untuk kerja, aku titip anakku, jaga dia baik-baik hmm bye!"


Setelah berpamitan dengan isterinya, Sam segera berjalan ke arah mobil, dimana Mas Ji sudah menunggu sang majikan. Mas Ji dengan senyum ramahnya membukakan pintu mobil untuk Sam.


"Terima kasih." Jawab Sam dengan ramah.


Naura melambaikan tangannya kepada sang suami, hingga akhirnya mobil mewah itu pergi dan kini tinggal dirinya bersama bi Imas yang berada di samping Naura.


Tiba-tiba saja Naura berkata kepada bi Imas tentang apa yang ia rasakan saat melihat sopir baru sang suami.


"Dia itu tetangga bibi di kampung, Nyonya! Dia anaknya baik, sopan. Makanya saya kasihan melihat dia yang sedang butuh pekerjaan, daripada dia luntang lantung nggak punya kerja, ya saya suruh saja dia kerja jadi sopir, toh dia pernah pengalaman jadi mengemudikan mobil meskipun anak kampung." Jelas bi Imas.


"Tahu nggak sih, Bi. Saat aku melihat Mas Ji, di situ aku merasa seperti melihat almarhum kakak." Pernyataan Naura membuat bi Imas menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Maafkan saya, Nyonya! Semoga saja suatu hari nanti, Nyonya bisa memaafkan saya, karena sebenarnya kakak Anda masih hidup, dan Mas Ji itu adalah Norman." bi Imas bermonolog sendiri.


FLASH BACK ON


Seorang pria tengah terbaring lemah di atas tempat tidur, pria itu sepertinya baru saja mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.


Perlahan pria yang diketahui bernama Norman itu membuka kedua matanya. Dan ia melihat sekeliling seolah tempat itu sangat asing baginya. Hingga akhirnya terdengar suara seorang wanita yang sedang berkata kepadanya.


"Saya berada di mana?" Norman masih bingung.


"Syukurlah kamu sudah bangun, kamu berada di rumahku, aku melihatmu tergeletak di pinggir sungai dalam kondisi yang memprihatinkan, namaku Imas, panggil saja bi Imas." Seru bi Imas kepada Norman yang saat itu masih dalam kondisi lemah. Sepertinya kesadaran Norman benar-benar masih sangat lemah.


"Siapa saya? Siapa diri saya sesungguhnya? Aaarrrgggghhhh kepalaku benar-benar pusing." Melihat Norman seperti itu, bi Imas yakin jika kakak kandung Naura sedang mengalami hilang ingatan atau amnesia.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2