
Sementara di tempat lain, Sam mengecup kening sang istri setelah dirinya puas menjenguk sang Baby, entahlah! Sam sedang bermain apa dengan anaknya yang masih berada di dalam kandungan Naura. Nyatanya Naura tidak keberatan untuk mengizinkan ayah dari bayi yang dikandung itu untuk menjenguk bayinya dan bersenang-senang.
"Makasih Sayang! Hari ini kamu benar-benar sangat menggodaku," ucapnya dengan wajah berseri, dan akhirnya Sam menurunkan satu kaki Naura yang ia angkat ke atas, ia turunkan kaki itu pelan-pelan hingga akhirnya kini Naura bisa berdiri dengan posisi biasa. Baru saja tembok menjadi saksi bisu betapa rintihan dua manusia yang sedang dimabuk cinta. Setelah itu mereka berdua melanjutkan dengan mandi bersama.
Sementara itu, Diora sudah tiba di depan Mansion mewah milik Sam, wanita itu turun dari mobilnya dan meminta izin kepada security untuk bertemu dengan majikan mereka.
"Pak satpam! Tolong saya Pak, saya ingin bertemu dengan Naura, ini sangat penting dan darurat, saya mohon bapak izinkan saya bertemu sebentar saja dengannya! Saya janji setelah itu saya akan pergi dari sini," rengek Diora kepada satpam yang sudah sangat hafal dengan wajah Diora, yang merupakan mantan tunangan sang majikan.
__ADS_1
"Maaf, Nona Diora! Saya tidak bisa membiarkan Anda masuk dan menemui Nyonya, karena saya rasa Nyonya juga tidak akan mau bertemu dengan Anda! Jadi, maafkan saya!" balas satpam tersebut. Tapi rupanya Diora terus memaksa, karena ia harus benar-benar mengatakan jika kakaknya Naura masih hidup dan ia sedang dalam bahaya.
"Pliss, Pak! Saya mohon banget, ini darurat sekali, Pak! Saya nggak akan menyakitinya, saya hanya ingin mengatakan sesuatu kepada Naura tentang Norman, itu saja. Pliss, Pak! Izinkan saya sekali saja, setelah itu saya tidak akan datang lagi ke sini." Diora berusaha untuk meyakinkan satpam itu karena dirinya harus segera mengatakan kepada Naura jika kakaknya masih hidup.
"Maaf, Nona! Silahkan Anda pergi dari sini, sebelum Tuan datang dan memarahi saya karena telah membiarkan Anda di sini, silahkan Anda pulang!" satpam itu terus berusaha untuk mengusir Diora, tapi Diora justru berteriak dan memanggil-manggil nama Naura.
Mendengar suara ribut-ribut dari arah luar, bi Imas yang saat itu kebetulan berada di taman luar, ia pun berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wanita paruh baya itu melihat siapa yang sebenarnya berteriak.
__ADS_1
Setelah bi Imas mendekat, ia sangat terkejut saat melihat wajah Diora yang sedang berada di depan pagar utama. Tentu saja bi Imas teringat akan apa yang sudah Diora lakukan kepada Sam dan keponakannya. Wanita itu segera menghampiri Diora dan berkata, "Non Diora! Sedang apa Anda berteriak-teriak di sini, ini adalah rumah Tuan Sam, sebaiknya Anda pergi, atau tidak saya akan panggilkan polisi!" ancam bi Imas serius.
Bukannya pergi, Diora justru mengatakan sesuatu kepada bi Imas yang membuat wanita itu terkejut bukan main.
"Bi Imas ingin mengusir saya? Silahkan! Saya tidak takut, justru bi Imas sudah memberikan kemudahan bagi saya untuk bertemu dengan polisi dan mengatakan kepada mereka tentang rahasia bi Imas yang mengetahui jika Norman masih hidup," ucap Diora yang seketika membuat bi Imas pucat.
"Sialan! Darimana wanita ini tahu jika aku mengetahui rahasia Norman??" batin bi Imas yang mulai panik.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...