Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Kamu habis ngapain?


__ADS_3

Setelah Sam merasa jika sang istri sudah masuk ke dalam kamar mandi, ia pun segera keluar dari kolong tempat tidur, dan ia cepat-cepat segera keluar dari kamar Naura. Sementara itu Naura sedang membuka bajunya dan Ia pun segera pergi untuk membersikan dirinya.


Akhirnya, Sam berhasil keluar dari kamar dan ia dengan santainya pergi ke kamarnya. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil dirinya dari belakang.


"Tuan muda!"


Seketika Sam terkejut dan menoleh ke arah belakang, ternyata bi Imas yang sedang memanggilnya. Sam hanya bisa menghela nafasnya ternyata itu adalah bi Imas, sang asisten yang sudah menganggap Sam seperti anaknya sendiri.


"Bi Imas, apa yang sedang Bibi lakukan di sini?" tanya Sam basa-basi.


"Justru saya yang harusnya bertanya kepada Anda, Tuan! Apa yang Anda lakukan dari dalam kamar?" tanya bi Imas sembari memperhatikan penampilan Sam yang terlihat acak-acakan. Kemejanya yang tidak dikancingkan, serta celananya yang lupa Sam tutup Ritz nya. Sam pun tersenyum sembari garuk-garuk tengkuknya.

__ADS_1


"Hmm ... tadi, tadi aku cuma ingin melihat kondisi Naura," balas Sam cengar-cengir.


"Oh ya! Melihat kondisi Nyonya tapi saya kok melihatnya aneh. Memangnya Nyonya Naura kenapa, Tuan muda?" pertanyaan bi Imas memaksa Sam memeluk sang asisten yang berusia sekitar setengah abad itu.


"Bibi tahu! Sebentar lagi aku akan mendapatkan seorang bayi, Tuan muda buruk rupa akan memiliki seorang anak dari wanita cantik yang dinikahinya, aku sangat bahagia, Bi!" ungkap Sam yang tampak begitu bahagia.


Tentu saja Bi Imas juga turut bahagia, apapun yang membuat Sam bahagia, maka bi Imas pun juga ikut bahagia, sebaliknya apapun yang membuat Sam bersedih dan benci, maka bi Imas pun juga ikut benci, bahkan kebenciannya melebihi perasaan Sam, karena rasa sayang yang terlalu dalam kepada Sam yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri.


"Bibi ikut bahagia mendengarnya, selamat Tuan muda, akhirnya apa yang Anda inginkan sudah terkabul, kehamilan Nyonya Naura akan membuat rumah ini ramai dengan tangis dan tawa seorang bayi, Bibi juga sudah tidak sabar ingin segera menggendong anak Anda, Tuan! Pasti bayi kalian cantik dan tampan, seperti kedua orang tuanya." Ungkap bi Imas yang semakin membuat Sam bahagia.


Mendengar ucapan dari Sam, bi Imas pun menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tuan muda jangan berkata seperti itu, anak-anak Anda pasti bahagia melihat ayahnya yang gagah ini, Anda tidak perlu lagi memakai topeng kepalsuan itu, jadilah diri Anda sendiri, Bibi sangat yakin, Nyonya Naura pasti akan menerima apapun yang terjadi kepada Anda, apalagi suaminya ternyata bukanlah seorang yang buruk rupa, tapi seorang pangeran yang sangat tampan, Nyonya Naura pasti menerima siapapun Anda, Tuan!" ungkap bi Imas.

__ADS_1


Sam hanya tersenyum tipis, entah apa yang akan Naura katakan jika dirinya membongkar sendiri penyamarannya, mungkinkah Naura akan benci atau bisa menerima Sam yang sesungguhnya bukanlah pria yang buruk rupa, karena Naura jatuh cinta kepada pria dengan wajah menjijikkan, bukan pria dengan wajah sempurna seperti wajah asli Samuel Alfonso.


"Entahlah, Bi. Aku berharap Naura akan mengerti, untuk sekarang aku tidak bisa menunjukkan identitas asliku, aku belum siap untuk melihat ekspresi wajah Naura saat mendapati suaminya seperti ini, karena Naura sangat mencintai Sam dengan wajah buruknya, semoga saja dia bisa menerima kenyataan jika suaminya ternyata hanya memakai topeng palsu. Doakan aku, Bi. Agar Naura tidak pergi dariku, aku bisa gila jika dia sampai meninggalkan ku, aku tidak bisa hidup tanpa kehadirannya, tidak bisa." Ucap Sam sembari memeluk sang asisten rumah tangga.


Tiba-tiba saja Naura membuka pintu kamarnya, rupanya ia sudah selesai membersihkan dirinya, dengan rambut yang masih digulung dengan handuk, Naura tanpa sengaja melihat pemandangan sang bodyguard yang sedang memeluk bi Imas.


"Oh my God! Marcell dan bi Imas??? Ih sumpah ya, Marcell suka dengan yang lebih bersantan? Ck ck ck." batin Naura sembari geleng-geleng kepala melihat sang bodyguard dan bi Imas saling berpelukan.


Kemudian Naura tampak berdehem, spontan Sam melepaskan pelukannya dari bi Imas dan menoleh ke arah sang istri yang sedang menyilangkan kedua tangannya menatap dirinya dengan tajam.


"Eh ada Nyonya Naura! Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" tanya Sam basa-basi sambil merapikan kancing bajunya yang masih terbuka. Naura memperhatikan penampilan Sam dari atas hingga bawah, terlihat Sam sangat berantakan dan itu membuat Naura curiga.

__ADS_1


"Kamu habis ngapain? Kenapa bajumu berantakan seperti itu, Marcell?"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2