
Sementara di tempat lain, Diora kini telah tiba di kediaman pak Surya, kedatangan Diora rupanya membuat kedua orang tua Naura sangat terkejut, apalagi bu Lani.
"Diora! Kamu sudah kembali." Bu Lani begitu terkejut saat melihat Diora yang sedang tersenyum kepadanya. Diora pun tersenyum dan mengatakan perihal kedatangannya ke rumah mereka.
"Saya kesini ingin bertanya kepada bapak dan ibu tentang Naura." Diora langsung bertanya ke titik permasalahan, dan ke ingin tahuannya tentang siapa suami Naura. Tentu saja pak Surya menceritakan tentang bagaimana Naura bisa menikah dengan suaminya, di mana pak Surya sendiri tidak tahu juga Sam menantunya itu bukanlah pria yang buruk rupa.
"Naura menikah dengan Tuan Samuel Alfonso awalnya karena untuk menebus hutang-hutang bapak, Nak Diora! Tapi sekarang mereka berdua sudah memutuskan untuk hidup selamanya, bapak sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik saja untuk anak-anak bapak, Tuan Sam sepertinya sangat mencintai Naura." Jelas pak Surya yang membuat Diora semakin yakin jika pria yang ditemuinya di taman kota bersama Naura itu adalah Sam mantan tunangannya.
"Tidak mungkin! Bukankan Sam memiliki wajah yang rusak, tapi kenapa sekarang dia telah berubah?" Diora bermonolog sendiri. Kemudian Ia pun bertanya kepada pak Surya tentang bagaimana keadaan suami Naura apakah pria itu seorang pria yang buruk rupa atau pria yang memiliki wajah tampan seperti yang ia lihat di taman kota saat itu.
"Pak Surya, apakah suami Naura memang seorang pria yang buruk rupa, em maksud saya apakah wajahnya memang benar-benar rusak?" tanya Diora penasaran. Pak Surya pun menjawab apa adanya, karena yang ia ketahui jika menantunya itu memanglah seorang pria yang buruk rupa.
__ADS_1
"Tentu saja Nak Diora, setahu bapak Tuan Sam masih memiliki wajah yang cacat, memangnya kenapa kamu tanyakan hal ini, apa yang sebenarnya terjadi?" pak Surya balik bertanya. Diora berusaha untuk menyembunyikan jika dirinya pernah memiliki hubungan dengan Samuel Alfonso.
"Tidak apa-apa, Pak! Soalnya tadi saya tidak sengaja bertemu dengan Naura yang sedang bersama seorang pria dan pria itu bukanlah pria yang seperti Bapak sebutkan tadi, wajahnya nggak rusak kok, dia pria normal dan wajahnya tampan, apa mungkin suami Naura sudah melakukan perubahan pada wajahnya, em operasi plastik mungkin." Jelas Diora yang tentu saja membuat pasangan suami istri itu sangat terkejut.
"Operasi plastik? Waduh memangnya bisa seperti itu, ya! Wajah Tuan Sam diganti plastik? Pakai plastik apa? Ember atau plastik kresek?" sahut bu Lani yang masih belum mengerti prosedur operasi plastik itu seperti apa. Pak Surya pun juga bingung bagaimana bisa menantunya berubah menjadi tampan hanya gara-gara plastik.
"Kamu benar juga, Bu. Apa bisa ya plastik membuat wajah orang berubah? Kalau iya besok-besok bapak mau juga operasi plastik pakai plastik mika yang tebal dan berkualitas, biar wajah Bapak juga keren seperti mantu kita." Seketika Diora menepuk jidatnya sendiri mendengar ucapan kedua orang itu. Ternyata pak Surya dan bu Lani masih belum mengerti tentang operasi plastik. Diora pun tertawa kecil mendengarnya.
Sementara di tempat lain, Sam yang saat itu masih bercinta dengan Istrinya, ia pun berusaha untuk berkata jujur kepada Naura tentang siapa sebenarnya Diora yang baru saja mereka temui di taman kota, karena di saat seperti ini ia berharap Naura bisa faham dan tidak terlalu marah kepadanya, karena keduanya masih dalam suasana saling memuaskan.
Sejenak Sam berhenti dan menatap wajah sang istri yang saat itu sedang terpejam.
__ADS_1
"Naura!!"
"Hmm apa? Kenapa berhenti? Tanggung Sam!!" balasnya dengan suara manjanya. Sam tersenyum dan mengusap wajah Naura yang tampak penuh dengan keringat itu.
"Aku ingin bicara sesuatu padamu, tentang Diora." Seketika Naura membuka matanya dan menatap wajah sang suami dengan tajam.
...BERSAMBUNG...
...Guys, ramaikan yuk novel terbaru author yang berjudul GENDIS PEMBANTU MANIS TUAN AGAM. Cuss novel itu untuk event Kekasih ideal. Mohon dukungannya ya! 😊❤️🙏...
__ADS_1