
Malam itu, Naura tidak bisa memejamkan matanya, baru beberapa jam saja Ia merasa berbulan-bulan ditinggalkan oleh suaminya, Naura melihat ke arah tempat tidur mereka, biasanya Sam selalu memeluknya tatkala mereka tidur bersama. Kini, semua itu harus Naura relakan selama dua mingguan untuk tidur sendiri tanpa pelukan suaminya.
"Sam! Kamu sedang apa sekarang? Aku merindukanmu," ucap Naura lirih, ia mengusap tempat tidur suaminya dan memandanginya penuh kerinduan.
Sementara di kamar lain, Sam juga tidak bisa memejamkan matanya, baru pagi tadi Ia berpamitan kepada sang istri untuk pergi, hari ini Ia pun begitu merindukan pelukan istrinya, meskipun mereka dalam satu rumah yang sama, tapi Sam tidak mungkin menunjukkan jika dirinya adalah Sam, mengingat sekarang Sam berubah menjadi Marcell.
"Naura! Aku kangen banget sama kamu, apa kamu juga merasakan hal yang sama, padahal aku pergi bohongan, kenapa aku bisa serindu ini dengannya, nggak bisa bayangkan jika aku benar-benar pergi dari rumah ini, bisa-bisa aku jungkir balik menghadapi kerinduan ini, Naura Naura ... ayolah plis kenapa bayanganmu tidak bisa lepas dari pikiranku."
Sam berkata sembari dirinya mencoba untuk memejamkan mata, tapi sebesar apapun caranya untuk berusaha tidur, lagi-lagi bayangan wajah istrinya kembali menari di dalam pelupuk matanya.
__ADS_1
"Oh shiiit! Naura aku tidak mau seperti ini, aku ingin melihatmu sebentar saja, aku harus keluar."
Karena Sam merasa dirinya tidak bisa tidur sebelum melihat wajah istrinya, akhirnya Sam memutuskan untuk keluar dari kamar dan ingin melihat wajah istrinya sebelum dirinya tidur. Tentu saja semua pelayan yang ada di Mansion mewah miliknya sudah tahu jika Marcell adalah Sam, sehingga mereka hanya bisa diam saat Marcell datang ke ruangan atas dengan santai.
Di sisi lain, Naura pun merasa bosan berada di dalam kamar, Ia pun memutuskan untuk keluar sebentar untuk mencari udara segar agar rasa rindunya terhadap sang suami sejenak bisa ia lupakan.
Sam berjalan sudah mendekati kamar mereka, tinggal beberapa langkah lagi Sam sudah berada di depan kamar Naura tentu saja itu juga merupakan kamarnya. Namun, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, Naura membuka pintu kamar dan melihat sosok sang bodyguard yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamarnya. Sontak Naura marah dan kesal melihat pria lain datang dan berada di depan kamarnya, meskipun itu adalah bodyguard kiriman suaminya sendiri.
Sam pun punya seribu ide untuk berkilah, karena bagaimanapun juga dirinya juga yang sedang menjadi bodyguard istrinya sendiri.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya! Saya dapat perintah dari Tuan muda Sam, untuk menjaga pintu kamar Anda, maafkan saya jika sudah mengejutkan Anda, saya cuma menjalankan perintah dari Tuan muda, Nyonya." Sam berkata sembari memperhatikan mimik wajah sang istri yang terlihat judes, wajah yang pertama kali ia dapatkan saat pertemuan pertama mereka.
"Nih wajah nggak kayak biasanya, Naura terlihat sangat kesal, kelihatan sekali jika dia sangat marah, persis saat pertama kali kami bertemu, tapi kali ini marahnya sangat berbeda, judesnya ngalah-ngalahin ayam yang ngelihat anak-anaknya diganggu, gemes pingin tak ciuman saja kamu, Sayang!" batin Sam sembari menahan rasa ingin tertawa.
"Apa? Suamiku bilang seperti itu? Masa sih, Sam menyuruh si udik ini jagain kamarku, ya salam ngapain juga pakai dijagain," seru Naura yang merasa aneh jika suaminya harus menyuruh bodyguard itu menjaga pintu kamarnya juga, Sam yang mendengar ucapan Naura, Ia pun protes kenapa harus ngata-ngatain dirinya udik.
"Jangan gitu dong, Nyonya! Kesel ya kesel tapi jangan bilang saya udik dong, saya ini kata Emak saya adalah anak yang paling ganteng sedunia akhirat, eh Nyonya merusak reputasi saya dengan bilang jika saya udik, apa saya kurang keren, Nyonya?" balas Sam sambil merapikan tatanan rambutnya.
Seketika Naura tertawa mendengar penuturan dari sang bodyguard, Ia pun berusaha untuk menyembunyikan ekspresinya dengan berdehem untuk menetralkan perasaannya, karena bagaimanapun juga Naura tidak ingin bercanda dengan pria manapun sekalipun itu dengan bodyguard nya sendiri.
__ADS_1
"Aku tahu jika kamu ingin tertawa, Naura! Tertawa lah! Karena itu yang ingin aku lihat, senyum mu adalah penawar segala kerinduanku." batin Sam sembari memperhatikan wajah istrinya yang terlihat mencoba menghindari godaan darinya.
...BERSAMBUNG...