
"Diora." Naura menyebut nama itu. Seperti yang pernah bi Imas katakan dulu, Diora adalah mantan tunangan Sam yang meninggalkannya saat Sam mengalami kecelakaan yang menyebabkan wajahnya rusak berat.
Sam masih berada di atas tubuh sang istri, masih saling terpaut, Sam berhenti sejenak dan Ia pun mulai membuka tentang rahasia dirinya dan Diora kepada sang istri, karena kedatangan Diora merupakan suatu ancaman bagi hubungan mereka kedepannya.
"Tentang wanita yang kita temui di taman kota tadi siang, Diora." Sam menyebut nama Diora, yaitu wanita yang menjadi kekasih Kakak Naura.
"Mbak Diora? Jangan bilang kamu punya hubungan dengan dia? Apa itu benar?" seru Naura yang penuh tanda tanya. Sam tidak bisa lagi terus-menerus menyembunyikan rahasia itu, karena bagaimanapun juga ia kematian Norman menjurus kepada dirinya, karena ada orang lain yang sengaja mendahului Sam sebelum dirinya melaksanakan rencananya.
__ADS_1
"Iya Naura, dulu aku dan Diora pernah memiliki hubungan spesial, dan kami hampir saja menikah, karena suatu alasan yang mustahil, Diora meninggalkan ku, dia pergi dengan pria lain, tentu saja aku marah, benci dan bersumpah akan membalas mereka yang sudah membuat hatiku hancur, hingga aku ketahui jika pria yang sudah merebut hati Diora adalah kakakmu sendiri, sungguh saat itu aku tidak tahu jika mereka berdua sudah pernah berpacaran dan ternyata Diora tidak pernah mencintaiku, dia masih mencintai kakakmu, dan aku turut berbelasungkawa atas meninggalnya kakak mu." Ungkap Sam.
Naura tidak berkata apapun, ia hanya tidak menyangka jika Diora kekasih kakaknya adalah wanita yang sama yang pernah memiliki hubungan dengan suaminya. Ternyata dugaannya terhadap Diora salah, ia mengira jika Diora adalah wanita yang setia, ternyata dia sudah mengkhianati kakaknya dengan berhubungan dengan Sam. Terbersit dalam benak Naura, jika orang yang sengaja ingin membuat Diora celaka adalah Sam, karena Sam sangat dendam dan dan sangat benci kepada Diora dan pacarnya.
Naura pun segera bertanya kepada sang suami dengan serius.
"Katakan padaku, Sam! Apa kamu yang berusaha untuk mencelakai Mbak Diora dengan memotong kabel rem mobilnya, katakan? Aku tahu kamu sangat membenci Mbak Diora, bukan?" desak Naura.
__ADS_1
"Dengarkan aku, Naura! Mungkin sebaiknya kamu harus tahu semuanya ..." belum selesai Sam mengatakan semuanya, Naura tampak memotong pembicaraan Sam.
"Kamu pembunuh, Sam! Kamu pembunuh! Ternyata kamu yang sudah membunuh Kakakku, aku nggak nyangka kamu kejam banget, aku benci padamu, benci!!!!" Naura tampak memukuli dada Suaminya berkali-kali, ingin sekali Naura pergi, tapi Sam tidak akan membiarkan istrinya pergi, karena posisi mereka saling berhimpitan.
"Tenang, Naura! Tenanglah. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, semua ini salah faham, dan kamu sekarang dengarkan penjelasan ku!" Sam mencoba menenangkan sang istri dengan memeluknya mesra.
"Aku memang emosi saat mendengar Diora lebih memilih kakakmu daripada aku, aku dendam dan aku tak terima, dan aku berharap tidak melihat mereka bahagia, tapi percayalah! Bukan aku pelakunya, dan aku tidak mungkin sampai melakukan hal sebodoh itu karena itu pastinya akan menyangkut nyawa, aku tidak sekejam itu, ada seseorang yang sudah menyabotase dan berusaha untuk memfitnah ku, orang itu sengaja memotong kabel rem mobil Diora, dan ingin Diora celaka, aku juga tidak tahu siapa dia, sepertinya dia adalah orang terdekatku, sampai sekarang aku belum bisa membuktikan siapa yang sudah memotong rem mobil Diora. Sepertinya dia tahu jika aku sangat membenci Diora entahlah mungkin dia punya motivasi lain untuk melenyapkan Diora, aku juga kurang mengerti."
__ADS_1
Mendengar pengakuan dari suaminya, sejenak Naura berpikir, siapa orang terdekat suaminya yang tega melakukan hal itu.
...BERSAMBUNG ...