
"Maaf! Atas ketidak nyamanan nya, emm aku pikir sebaiknya kalian istirahat saja, dan kamu Diora, kamu bisa pulang diantar oleh sopir ku," seru Sam yang baru sadar jika dirinya memperkerjakan Mas Ji alias Norman sebagai sopir pribadinya.
"Sayang! Bukankah kamu tidak punya sopir pribadi, bukankah kakak yang menjadi sopir pribadi kamu kemarin?" sahut Naura sembari tersenyum. Sam pun baru menyadarinya dan Ia tampak menepuk jidatnya sendiri.
"Astaga!!! Kenapa aku baru menyadarinya, baiklah aku akan menyuruh anak buahku yang lain untuk mengantarkan mu pulang, dan untuk Kakak ipar ku, bagaimana jika aku mempercayakan mu untuk menjadi asisten pribadiku, kita akan bisa lebih dekat dengan bekerja sama setiap hari, bagaimana? Apa Kakak ipar setuju?" tawar Sam untuk meminta Norman menjadi asisten pribadinya.
Norman pun sangat terharu, selain ia sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan sang adik, ia pun sangat bahagia akhirnya Naura mendapatkan suami yang sangat baik dan bertanggung jawab.
Norman mendekati Sam dan berterima kasih kepada pria itu yang ini menjadi adik iparnya.
"Samuel Alfonso, dulu aku mendengar namamu saja sudah bergetar, siapapun orangnya, jika mendengar Samuel Alfonso pasti akan takut dan hormat, tapi kini aku melihat seorang Samuel Alfonso menjadi suami adikku, tak akan pernah bisa aku bayangkan betapa bahagianya aku sebagai kakak kandung Naura, tanggung jawab dan rasa cinta yang besar yang kamu berikan padanya, adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami sekeluarga. Terima kasih sudah melindungi adikku yang cerewet ini , aku harap kamu tidak dibuat repot dengan sikap adikku yang manja," ungkap Norman yang membuat Naura tersipu malu.
__ADS_1
Sam pun tersenyum, ia pun menatap wajah sang istri sembari berkata, "Iya! Kamu benar kakak ipar, pertama kali aku mengenalnya, aku dibuat repot dan stres menghadapi tingkah nya yang konyol, harus sabar memang menghadapi gadis seperti dia, beruntung aku memiliki jiwa kesabaran yang tinggi, sehingga aku bisa mengimbangi sifatnya yang hmm bikin kepala cenut-cenut," ungkap Sam yang memaksa Naura mengadukan perlakuan Sam kepada dirinya.
"Dia bohong, Kak! Sam yang udah bikin adikmu ini pusing setengah mati, coba kakak bayangin deh, aku datang ke rumah ini karena permintaan ayah untuk menjadi istrinya dia, untuk hamil anak dia, aku lakukan itu buat nebus hutang-hutang ayah pada Tuan Rogi, dan kakak tahu, dia dulu mukanya ngga seperti ini, jelek banget nggak ada bagus-bagusnya, kasar dan pokoknya jelek!!" ungkap Naura yang membuat Sam malah tertawa.
"Halah meskipun jelek seperti itu, toh kamu akhirnya mau juga, kan? Kalau kamu nggak mau mana mungkin anak kita tumbuh dalam rahimmu," sahut Sam yang membuat Naura malu.
"Emm ... kalau itu beda lagi, Sam!" jawaban Naura membuat siapapun tertawa mendengarnya.
"Kau tahu Sam! Dia ini adikku satu-satunya, tidak pernah ada satupun laki-laki yang berani mendekatinya, mereka harus menghadapi Kakaknya dulu baru bisa mendekati adiknya, karena kamu sudah berani mendekati adikku, itu artinya kamu sudah menantang aku," seru Norman yang membuat Sam tersenyum.
"Apapun yang Kakak ipar inginkan, pasti aku akan menurutinya, demi untuk mendapatkan Naura, adikmu!" balas Sam santai.
__ADS_1
Norman pun memikirkan sesuatu untuk menantang adik iparnya itu dengan adu kekuatan. Tentu saja Naura sangat khawatir, karena sang kakak dulu adalah jago panco dan belum ada yang bisa mengalahkannya.
"Aku menantang mu untuk adu panco, bagaimana? Jika kamu menang itu artinya kamu memang laki-laki yang tangguh untuk adikku, tapi jika kalah itu artinya kekuatan mu masih berada jauh di bawahku!" seru Norman menantang Sam.
Sam pun hanya santai dan bersikap tenang, ia pun menerima tantangan kakak iparnya dengan tangan terbuka.
"Oke! Tidak masalah!!" jawabnya santai. Tapi wajah cemas ditunjukkan oleh Naura. Naura tahu betul jika selama ini sang kakak belum ada yang mengalahkan adu panco. Naura khawatir jika suaminya kalah.
"Sam! Sebaiknya jangan terima tantangan Kakak, kamu pasti kalah Sam, aku tidak mau melihatmu kalah!!" seru Naura yang sangat khawatir dengan sang suami. Mengingat postur tubuh Norman lebih besar dari Sam, tapi Sam juga tidak kalah berotot.
"Kamu jangan khawatir, Sayang! Aku tidak akan pernah kalah oleh siapapun, kecuali kalah di atas ranjang bersamamu," balas Sam dengan tatapan mata yang menggoda, Naura pun tampak malu-malu.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...