
Di tempat itu, Rio mulai mendekati Diora, ia terlihat begitu bahagia bisa mendekati gadis pujaannya sedekat ini, Rio tampak mencium aroma parfum dipakai oleh Diora, sungguh terasa sangat harum dan membuatnya berimajinasi jika Diora akan menjadi miliknya hari ini.
"Apa lagi yang kamu inginkan? Lepaskan Norman sekarang juga!" pinta Diora kepada Rio.
Laki-laki itu mencengkram rahang Diora sembari berkata, "Apa? Melepaskan Norman, apa kamu tidak ingin bertemu dengannya, Nona Diora? Bukankah dia kekasihmu? Untuk terakhir kalinya aku mengizinkan mu untuk menemui pria itu, karena setelah ini kamu akan menjadi milikku untuk selamanya, dan kekasih mu itu tidak akan pernah bisa bertemu dengan mu lagi, karena kita akan pergi jauuuhhh dari sini, meninggalkan mereka semua hanya kita berdua."
Diora yang mendengar kata-kata Rio, gadis itu pun hanya tersenyum sinis dan membatin, "Ciihh! Siapa juga yang mau nikah sama kamu, dasar laki-laki nggak waras!"
Untuk lebih mendalami sandiwaranya, Diora pun berpura-pura tidak ingin melihat keberadaan Norman, dan ia pun membujuk Rio untuk menyiapkan dirinya, karena hari ini Diora akan menyerahkan dirinya kepada Rio seorang. Meskipun dalam hatinya merasa sangat jijik kepada asisten Yan palsu itu.
__ADS_1
"Sudahlah! Aku tidak ingin membicarakan orang lain, aku datang ke sini hanya untukmu, Rio!" ucapan Diora rupanya membuat Rio lupa segalanya, karena ia sangat mencintai Diora.
Rio mendekati Diora dan menarik pinggang Diora dengan cepat. Seketika Diora sangat terkejut saat pria itu berani menyentuh dirinya.
"Sialan!! Berani-beraninya dia pegang-pegang, kalau bukan karena menyelamatkan Norman, aku nggak akan sudi melakukan hal konyol ini," batin Diora dengan senyum paksa.
Ternyata kesempatan itu membuat Rio ingin mencium bibir Diora, namun dengan cepat Diora memalingkan wajahnya dan menolak ciuman itu. Dan itu membuat Rio kesal, kenapa Diora harus menolaknya lagi.
"Bu-bukan begitu, maksudku aku ini sangat pemalu sekali, jadi aku minta waktu untuk bersiap-siap, dan kamu tunggulah aku!" seru Diora untuk membuat Rio masuk ke dalam jebakannya. Tentu saja Rio sangat penasaran dan tak ingin menunggu lama, ia pun mengizinkan Diora untuk bersiap-siap.
__ADS_1
"Baiklah! Aku akan sabar menunggumu, dan hari ini adalah hari yang teramat membahagiakan bagiku," Rio terlihat tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan hal itu kepada Diora.
Tak menunggu lama, Diora dibawa masuk ke dalam suatu kamar untuk menyiapkan diri sebelum datang kepada Rio. Tentu saja itu adalah waktu yang tak akan disia-siakan oleh Diora.
Sementara di sisi lain, Naura menelepon sang suami dan mengatakan kepadanya jika bi Imas sedang menuju ke tempat dimana Rio menyembunyikan kakaknya, tentu saja Sam semakin khawatir, jika rencana Diora gagal karena kedatangan bi Imas di sana. Sam tetap meminta kepada Naura untuk tetap berada di rumah, karena ini sangat berbahaya dan Sam pasti akan membawa Norman pulang untuk bertemu dengannya.
Naura pun menuruti perintah sang suami dan berdoa semoga kakak dan suaminya bisa kembali dengan selamat.
Kini, setelah Diora berdandan cantik dengan tujuan untuk memikat Rio agar mau masuk ke dalam jebakannya, ia pun mendatangi Rio dengan membawakan minuman yang sudah ia campur dengan obat tidur.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...