
Ningrum memeluk sang sepupu, mencoba untuk menghibur Naura yang sangat menyayangi sang kakak.
"Sudah-sudah, Ra! Kamu jangan bersedih, aku mengerti perasaanmu, aku juga merasa seperti itu, kematian Norman memang janggal, mobil itu milik Diora, Norman cuma mengendarainya, pasti ada seseorang yang sengaja memotong kabel rem itu, padahal sebelumnya mereka pergi masih baik-baik saja, tapi entah kenapa tiba-tiba setelah mobil itu diparkir di depan hotel, mobil itu mendadak oleng, pasti ada seseorang yang sengaja mencelakai Diora, secara itu adalah mobil Diora dan kebetulan Norman mengendarai mobil wanita itu, tapi Diora nya nggak ikut masuk, katanya waktu itu Diora menyuruh Norman untuk pergi keluar sebentar membeli sesuatu, entahlah sampai saat ini masih menjadi misteri." Ungkap Ningrum yang masih ingat betul kejadian saat polisi mengungkapkan jika mobil itu hilang kendali karena rem blong.
"Entahlah, Rum! Yang jelas aku tidak rela jika kakak meninggal dengan cara seperti itu, apa salah kakak sampai orang itu tega membuat mobil itu rem blong dan membuat Kakak harus meregang nyawa."
Tangisan Naura pecah, hingga akhirnya tangis itu terdengar di telinga Sam yang saat itu sedang izin untuk ke kamar mandi, tanpa sengaja Sam melewati kamar sang istri dimana saat itu Naura sedang bersama saudara sepupunya, Ningrum.
Sam mendengar pembicaraan mereka berdua samar-samar, tapi dia tahu jika Istrinya sangat bersedih dengan kematian sang kakak, dan itu semakin membuat Sam semakin penasaran siapa sebenarnya sosok sang kakak yang sangat disayangi oleh istrinya itu. Dan kenapa pelaku tega memotong rem mobil yang menyebabkan mobil yang dikendarai oleh Norman terjun bebas ke dalam jurang dan pria itu meninggal di tempat.
"Naura sangat menyayangi kakaknya, bagaimana bisa aku membiarkan istriku bersedih seperti ini, aku harap Yan segera mendapatkan informasi tentang siapa Kakak Naura dan apa yang menjadi motif pelaku untuk mencelakai kakaknya, sehingga aku bisa mencari siapa sesungguhnya pelaku yang sebenarnya." Batin Sam yang akan berusaha untuk membantu istrinya melewati kesedihan atas meninggalnya sang kakak.
Di saat Sam sibuk menguping pembicaraan Naura dan Ningrum, tiba-tiba Ningrum keluar dari kamar Naura, tentu saja gadis manis itu sangat terkejut saat melihat Sam yang sedang berdiri di samping pintu kamar Naura.
__ADS_1
"Eh ... ada Mas ganteng! Hehehe Mas bodyguard nya Naura, ya! Yoloh cakep banget sih Masnya," seru Ningrum sembari senyum-senyum. Sementara itu Sam hanya bisa tersenyum paksa saat melihat sepupu istrinya melihat dirinya yang sedang berdiri di depan kamar Naura.
"Kenalin, Mas! Aku Ningrum, nama panjangku Ningrum Harum Sepanjang Waktu, jadi Mas cukup panggil aku dengan Rum saja hehehe," seru Ningrum yang membuat Sam tertawa kecil mendengar nama panjang Ningrum.
"Gila ya namanya panjang banget, pakai ada harum-harumnya segala, si Mbak nya apa berasal dari keluarga parfum atau sabun-sabunan gitu?" celetuk Sam yang membuat Ningrum memutar bola matanya.
Mendengar suara sang bodyguard, Naura pun ikut keluar, ia tampak mengusap air matanya sebelum menemui mereka berdua.
"Eh ... Nyonya! Loh Nyonya kok kayak habis nangis gitu, Nyonya kenapa? Apa gadis ini sudah menyakiti, Nyonya?" seru Sam saat melihat kedua mata sang istri yang terlihat sembap. Tak terima jika dirinya yang menyebabkan Naura menangis, Ningrum pun tampak berkaca-kaca pinggang sembari berkata kepada Sang Bodyguard.
"Enak aja nuduh orang bikin Naura nangis, sok tahu banget sih Masnya, untung cakep, kalau jelek kayak Tuan Sam udah ku tabok tuh mulut ... eh sorry, Ra! Nggak bermaksud gitu, hehehe!" seru Ningrum yang keceplosan mengatakan jika Sam jelek.
"Kamu tuh ya! Emang sih kalo wanita yang nggak tahu sisi dalam suamiku pasti bilang seperti itu, dah lah yang penting aku udah tahu sisi terdalam Sam, bagiku dia pria yang sangat tampan, apalagi pas dia bertelanjang dada, uuuhhh jadi kangen, kan!" sahut Naura tidak ia sadari jika Sam tengah memperhatikannya.
__ADS_1
"Cieee ... iya iya Tuan muda Sam yang paling ganteng, padahal mah hueekkk, masih cakepan bodyguard kamu tuh, Ra!" celetuk Ningrum sembari melihat wajah tampan sang bodyguard. Naura pun spontan melihat ke arah sang bodyguard dan berkata, "Eh Marcell! Kamu ngapain di sini? Jangan bilang kalau kamu ingin menjaga pintu kamarku seperti yang kamu bilang semalam?" tanya Naura yang membuat Sam senyum-senyum.
"Hehehe maaf, Nyonya! Tadi saya tidak sengaja dari kamar mandi dan mendengar Nyonya menangis, karena saya berjanji kepada Tuan Sam untuk menjaga Anda, jadi saya kepo dan ingin tahu apa yang terjadi pada Anda, saya khawatir si Mbak harum jammban ini menyakiti Anda." Ungkap Sam yang seketika membuat Naura tertawa kecil karena memanggil nama Ningrum dengan harum jammban.
Lagi-lagi Ningrum dibuat kesal dengan sikap Sam, gadis itu pun segera pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajah kesal.
"Huuuuhh dasar bodyguard peak, nemu di mana sih Tuan Sam, kok bisa-bisanya memperkerjakan orang sinting kayak gini, ganteng sih tapi bikin kesel, dah lah aku batal naksir kamu, hmm!
Setelah mengatakan hal itu, Ningrum pergi dengan acuh dan memalingkan wajahnya dari Sam, sementara itu Sam terlihat tertawa kecil melihat tingkah Ningrum, sejenak Naura melihat senyum sang bodyguard, senyum itu mengingatkan dirinya dengan sang suami, senyuman yang menunjukkan deretan gigi yang putih sang bodyguard sangat mirip dengan senyum di miliki oleh sang suami.
"Apa di dunia ini ada dua orang yang memiliki senyum yang sama?" batin Naura sembari mengerutkan keningnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1