
Marcell cepat-cepat mengancingkan bajunya, Ia tidak ingin Naura melihat sisi dalam dirinya, karena dipastikan sang istri akan mengetahui dan mengenali tubuh Sam meskipun pria itu sedang menyamar sebagai bodyguard.
"Hehehe itu, Nyonya. Tadi saya mau mandi. Dan kebetulan ada bi Imas di sini, kami sedang bercerita tentang anak-anak bi Imas, iya kan bi? Katanya wajah saya ini mirip sekali anaknya bi Imas, jadinya bi Imas menganggap saya seperti anaknya sendiri, begitu, Nyonya!" ungkap Sam sembari melihat wajah bi Imas yang terlihat menahan tawa.
"Ohhh begitu! Aku pikir kamu ... ah sudahlah, aku mau istirahat dulu, capek banget hari ini, btw apa tadi aku pingsan? Kok aku merasa tiba-tiba saja berada di dalam kamar, perasaan aku tadi masih berada di makam kakak?" tanya Naura yang merasa aneh pada dirinya.
"Hehehe iya betul, Nyonya! Anda tadi pingsan, dan saya membawa Anda ke kamar, syukurlah kalau anda sudah siuman, saya sangat khawatir dengan keadaan Anda, apalagi Anda sedang hamil, Tuan Sam pasti juga sangat khawatir jika tahu Anda pingsan." Seru Sam.
__ADS_1
"Hmm ... terima kasih banyak kamu udah nolongin aku, lebih baik sekarang kamu istirahat, aku mau berbicara dengan suamiku sebelum aku tidur. Aku ingin mengabarkannya berita bahagia ini kepadanya, pasti dia sangat bahagia." Naura terlihat tersenyum bahagia, karena sang suami akan segera tahu jika dirinya sedang mengandung buah cinta mereka. Tentu saja Sam harus bergegas untuk masuk ke dalam kamar, jika sewaktu-waktu Naura melakukan panggilan telepon kepadanya, yang lebih ditakutkan Sam adalah jika sang istri melakukan panggilan video dengannya, Sam harus memasang topengnya terlebih dahulu.
Sebelum Sam pergi, bi Imas pun mengucapkan selamat kepada Naura atas kehamilan istri Sam itu. "Selamat Nyonya! Saya ikut senang mendengar kehamilan Anda, pasti Tuan muda sangat bahagia mendengar berita ini," ucapnya sembari tersenyum.
"Terima kasih banyak, Bi. Tentu saja ini adalah kebahagiaan yang paling membahagiakan untuk kami, kehamilan ini yang sangat dinantikan oleh suamiku, aku sudah tidak sabar ingin segera mengatakan padanya jika aku sedang mengandung anaknya, aku akan selalu menjaga bayi ini, karena bayi ini adalah bentuk rasa cinta kami berdua, kehadiran bayi ini akan semakin mempererat hubungan kami, aku tidak perduli bagaimana dengan ayah bayi ini, pasti kebanyakan orang mencibirku, kok mau sih mengandung anak dari pria jelek dan menjijikan. Hmm ... jika aku mau aku ingin punya anak dari Sam lebih banyak lagi, aku ingin melahirkan anak-anak Sam, anak-anak kami."
Bi Imas tersenyum apalagi Sam yang saat itu masih berada di sana, rasanya pria itu ingin salto bebas mendengar pengakuan dari istrinya yang membuatku sangat bahagia. Ternyata Naura tidak hanya ingin melahirkan satu anak saja dari Sam, tapi lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Hehehe saya salut dengan, Nyonya! Wanita seperti anda sangat langka di dunia ini, Anda rela melahirkan anak dari seorang pria yang sangat jelek seperti Tuan Sam, Anda tidak merasa jijik atau geli ketika Tuan Sam mendekati Anda, benar-benar Anda adalah wanita idaman. Seandainya saja Anda belum menikah dengan Tuan Sam, mungkin saya akan mati-matian mengejar Anda, Nyonya." Sahut sang bodyguard sambil malu-malu kucing yang seketika membuat Naura melototkan matanya menatap Sam.
"Udah-udah kamu tuh nyolot mulu, pergi saja ke kamarmu, lama-lama alergi aku lihat kamu di sini, andaipun aku belum menikah dengan suamiku dan aku sudah mengenalmu, belum tentu aku mau sama kamu, jadi nggak usah ngimpi yang aneh-aneh, yang jelas aku tidak selalu tertarik dengan wajah yang ganteng, masih jauh lebih gantengan Ayahku lah daripada kamu!!"
Seketika Sam mengusap wajahnya saat mendengar ucapan sang istri jika ayah Naura lebih tampan dari wajah bodyguard nya, dan bi Imas pun tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang menahan tawa sedari tadi.
Tawa bi Imas pun pecah tatkala ia membayangkan wajah pak Surya yang lebih tampan dari wajah Sam dimata Naura, istrinya sendiri.
__ADS_1
"Waduh, Nyonya! Masa kegantengan saya dibandingkan dengan pak Surya, sih! Yang bener aja!!" protes sang bodyguard sembari melihat bi Imas yang tampak cekikikan. Dan Naura pun terlihat menahan rasa ingin tertawa nya.
...BERSAMBUNG...