Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Pernikahan Norman dan Diora


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian. Norman berdiri di depan kaca besar, Ia terlihat begitu tampan dengan tuksedo warna hitam. Hari ini Norman akan melaksanakan ijab Kabul dengan sang kekasih. Setelah sekian lama penantian panjang, akhirnya hari ini Norman bisa merealisasikan keinginannya untuk menikahi gadis yang merupakan cinta pertamanya.


Terlihat Naura menghampiri sang kakak dan berdiri di sampingnya. Naura melihat aura wajah sang kakak yang sangat bahagia..


"Akhirnya, hari ini kakak akan menikah dengan Mbak Diora, aku merasa sedih, sekarang kakak tidak bisa menyayangiku seperti dulu lagi, rasa sayang kakak sudah terbagi untuk Mbak Diora," ucap Naura sembari menatap wajah sang kakak dari pantulan cermin. Norman tersenyum dan merangkul adik kesayangannya itu.


"Kata siapa? Meskipun aku sudah menikah dengan Diora, kamu akan tetap menjadi adik kesayangan ku, dan tidak akan ada yang bisa menyakiti hati adikku, siapapun orangnya tidak perduli itu adalah Sam sekalipun, jika dia membuatmu menangis, akulah orang yang pertama mematahkan lehernya," jawaban Norman seketika membuat Naura tertawa kecil dengan mata yang berkaca-kaca.


Norman pun mengecup kening sang adik, kemudian Ia pun memberikan nasihat kepada adiknya, "Sekarang, kamu juga harus ingat, kamu bukan gadis lagi, kamu adalah wanita yang bersuami, di rumah suamimu kamu bukanlah seorang adik, kamu juga bukan seorang anak, tapi kamu adalah seorang istri, tugas utamamu adalah mendampingi suamimu dalam suka dan duka, jangan pernah tinggalkan suamimu dalam kondisi apapun, meskipun dalam kondisi paling terberatnya, ingat Naura! Surganya istri ada pada suami."


Naura menganggukkan kepalanya dan mengerti apa yang disampaikan oleh sang kakak, hingga akhirnya Sam datang menghampiri mereka berdua. Norman yang mengetahui itu, ia pun langsung menyerahkan sang adik kepada suaminya.

__ADS_1


Sam menyambut tangan sang istri dengan senyuman, setelahnya ia merangkul Naura sembari mengatakan kepada Norman.


"Sekarang, kakak ipar tidak perlu khawatir dengan keselamatan Naura, ada suaminya yang akan selalu menjaga dan menyayanginya, tidak akan aku biarkan Naura menangis, aku pasti menjadi laki-laki yang sangat bodoh jika aku biarkan istriku menangis, Naura dan bayi kami adalah kekuatan seorang Samuel Alfonso, tanpa mereka mungkin seorang Sam tidak akan punya semangat hidup."


Naura menatap wajah sang suami saat mengatakan hal itu di depan Norman, membuat Naura semakin sayang dan semakin cinta kepada sang suami.


"Iya, aku sangat percaya padamu, Sam! Adikku pasti bahagia hidup bersamamu, dengan begitu aku tidak akan khawatir Naura tidak bahagia, bersamamu Naura pasti mendapatkan kebahagiaan yang sempurna, semoga pernikahan kalian bahagia selamanya, sampai ajal memisahkan," ucap Norman dengan tersenyum.


Hari yang sakral itu menjadi hari terakhir Norman dan Diora menjadi bujang dan perawan. Dengan satu tarikan nafas, Norman mengucapkan ijab kabul di depan ayah Diora, Tuan Douglas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Diora Casandra binti Douglas dengan mas kawin emas seberat seratus gram dan uang tunai sebesar lima juta dibayar tunai."

__ADS_1


"Bagaimana para saksi?"


Saaahhhh ....


Akhirnya, Norman dan Diora resmi menjadi suami istri. Perjalanan yang penuh liku-liku, kini mereka berdua dipersatukan dalam ikrar pernikahan.


Sam dan Naura turut bahagia melihat pernikahan Norman dan Diora, untuk sejenak Naura teringat saat dirinya menikah dengan Sam.


"Kau tahu Sam! Dulu aku merasa sangat takut sekali menjadi istri seorang Tuan muda buruk rupa, aku takut saja jika wajahnya berpengaruh terhadap perilakunya, tapi dugaan ku salah, ternyata Tuan buruk rupa itu sangatlah lembut dan bisa membuatku langsung tergila-gila," ucap Naura sembari menatap wajah sang suami.


Sam tersenyum kemudian Ia pun berkata, "Bagaimana mungkin aku melepaskan mu begitu saja, seorang gadis dengan segala kepolosan nya, tentu saja akan membuat Sam sangat ingin untuk memilikinya."

__ADS_1


__ADS_2