Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Andai saja kamu tahu


__ADS_3

Bu Lani yang mendengar penuturan dari sang bodyguard, ia pun menyetujui apa yang dikatakan oleh Sam, sang ibu pun menghentikan Naura dan menyuruh anaknya itu untuk makan terlebih dahulu.


"Naura! Apa yang dikatakan oleh Nak Marcell itu benar, kamu makan dulu, kasihan bayi dalam perutmu jika kamu tidak makan apapun, apa kamu ingin dia sakit, kamu tidak ingin melihat suamimu bersedih, bukan?" seru sang ibu yang memaksa Naura untuk kembali duduk di kursinya. Mendengar sang ibu membicarakan tentang sang suami, seolah Naura tidak ingin melihat suaminya bersedih karena dirinya tidak mau makan. Ia pun terpaksa memakan apapun yang ia mau.


Tetap bagaimana pun juga karena Naura saat ini sedang mengandung, ia merasa sudah tidak selera makan dan malas untuk makan makanan apapun. Biar dipaksa bagaimana pun caranya, Naura tetap tidak bisa menelan makanan dengan baik.

__ADS_1


"Ah ... sudahlah, Bu! Naura benar-benar tidak mau makan, Naura mau ke makam kakak saja. Marcel ayo kita berangkat sekarang!!" titah Naura dengan cepat.


Akhirnya, bu Lani tidak bisa memaksa sang anak untuk makan, ia juga menyadari jika kondisi Naura saat ini sangat susah untuk makan karena kehadiran janin dalam kandungannya.


Sam pun tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan sang istri, mereka akhirnya berangkat menuju ke makam dimana mendiang Norman dikebumikan, dan tak berselang lama, akhirnya mobil Sam tiba di depan sebuah TPU di tempat tinggal orang tua Naura.

__ADS_1


Sekitar sepuluh langkah, akhirnya Naura berhenti di sebuah makam sang bertuliskan Norman bin Surya. Naura terlihat memanjatkan doa kepada sang kuasa, sementara itu Sam terus berdiri di bawah pohon Kamboja dan memperhatikan sang istri yang saat itu sedang menabur bunga di atas pusara kakaknya, hingga akhirnya Naura berbicara pada makam sang Kakak, seolah sang kakak hadir di depannya.


"Hai, Kak! Adikmu datang membawa doa dan bunga segar untuk, Kakak! Naura kangen banget sama Kakak, andai saja Kakak tahu jika sekarang Naura sedang hamil, Kakak akan memiliki keponakan, ini adalah bayiku dan suamiku, jika saja Kakak masih hidup, pasti kakak akan menyukai suamiku, dia pria yang baik, penyayang dan sangat mencintaiku, Kak! Namanya Samuel Alfonso, hmm mungkin sebagian orang bilang dia itu pria monster, menjijikkan, jelek. Hmm ... kok aku nggak merasa seperti itu, ya! Aku ngerasa jika Sam itu pria yang sangat tampan, aku nggak tahu juga kenapa aku bisa seperti itu, mungkin banyak yang bilang aku ini bodoh. Hmm sudahlah! Aku tidak perduli dengan ucapan mereka, bagiku suamiku nomor satu."


Sam tersenyum mendengar sang istri yang sedang curhat dengan kakaknya, namun ada kesedihan yang tersirat dalam hati Sam, bagaimana bisa dirinya merasakan begitu sakit saat melihat sang istri yang merindukan sosok sang kakak yang nyatanya adalah pria yang sudah membuat hatinya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Ahh ... Naura! Andai saja kamu tahu siapa kakakmu itu, andai saja kamu tahu semuanya, tapi percayalah aku memang pernah ingin mencelakai Kakak mu, tapi aku tidak sampai tega untuk membunuhnya, aku berharap suatu hari nanti kamu bisa mengerti, maafkan aku, dan aku bersumpah padamu, aku akan segera mencari siapa pelaku sesungguhnya." Sam membatin sembari memperhatikan sang istri yang sedang duduk di samping pusara sang kakak.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2