Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Pria gila


__ADS_3

Begitu juga dengan Sam, ia pun terkejut dengan pengakuan dari Diora, apa yang ingin ia sampaikan tentang Norman, bukankah Norman sudah meninggal.


"Apa maksud Mbak Diora? Apa hubungannya dengan Kakak? Kakak sudah tenang di sana, jadi aku mohon Mbak Diora tidak usah mengingatkan kembali tentang kesedihanku kehilangan Kakak," seru Naura sembari menundukkan wajahnya sedih. Diora mendekati Naura dan mengatakan sesuatu yang pastinya akan membuat Naura tidak percaya.


"Naura! Kakakmu masih hidup, Norman masih ada di dunia ini dan dia tidak meninggal dunia, Norman dalam keadaan baik-baik saja," ungkap Diora yang seketika membuat Naura dan Sam tidak percaya. Naura menatap tajam wajah Diora dan berkata, "Mbak Diora jangan mengada-ada, ya! Mbak Diora tahu sendiri jika kakak sudah dikubur, jika Kakak masih hidup, lantas siapa yang sudah kita kubur, kucing?" balas Naura yang masih ragu dengan apa yang disampaikan oleh Diora.


"Aku tahu kamu pasti tidak akan percaya, aku pun semula tidak percaya jika Norman masih hidup, tapi ... setelah seseorang mengatakan kepadaku jika Mas Ji adalah Norman, disitu aku mulai percaya jika Mas Ji adalah Norman. Iya ... Mas Ji adalah Norman, dia adalah kakakmu, Naura!" seketika Naura tidak percaya dan tentunya sangat terkejut saat Diora mengatakan jika Mas Ji adalah kakaknya. Pantas saja saat melihat Mas Ji untuk pertama kali, Naura seolah melihat sang kakak yang sedang berdiri di depannya, dan ternyata itu adalah sebuah firasat.

__ADS_1


Kemudian Diora menceritakan semuanya tentang dirinya saat bertemu dengan Mas Ji yang tak lain adalah Norman, dan dari situ Sam pun baru menyadari jika ada pengkhianat di sekitarnya dan Sam sudah mengetahuinya.


Setelah Diora menceritakan semuanya, Naura pun tidak bisa berkata apa-apa, ternyata sang kakak masih hidup, betapa hatinya sangat bahagia, meskipun sekarang Norman masih hilang ingatan setidaknya Naura masih bisa menyentuh sang kakak.


"Sekarang, aku sudah mengatakan semuanya kepadamu, kakakmu masih hidup, dan aku mohon padamu Sam, tolong lindungi Norman, aku takut jika dia mencelakai Norman, dia itu pembunuh, dia itu sakit. Plis Sam! Tolong lakukan sesuatu, dia bisa saja membunuh Norman kapan saja jika dia tahu bahwa Norman masih hidup, aku tidak mau kehilangan Norman lagi," rengek Diora kepada Sam.


Sementara itu, bi Imas tampak mendengarkan percakapan mereka secara diam-diam, tapi tidak semudah itu bi Imas bersembunyi, dengan mudah Sam mengetahui jika bi Imas sedang mendengarkan percakapan mereka.

__ADS_1


Bi Imas pun terpaksa keluar dari persembunyiannya, Ia pun perlahan menunjukkan wajahnya yang sedang tertunduk.


Sam melihat sang asisten rumah tangga itu berjalan mendekatinya, sementara itu Diora hanya menatap tajam wajah bi Imas yang juga menatapnya tajam.


"Apa yang sedang bi Imas lakukan si sana?" tanya Sam sambil menyilangkan kedua tangannya. Tatapan Sam saat itu tampak berbeda seolah dirinya menyimpan tanda tanya kepada bi Imas. Bi Imas pun dengan gugup menjawab, "Em tidak ada, Tuan! Tadi saya cuma kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar Anda berbicara," jawabnya pelan.


Diora yang sudah mengetahui rahasia bi Imas, ia pun berusaha untuk mendesak-desak bi Imas untuk berbicara jujur kepada Sam, daripada Sam salah faham, sebaiknya bi Imas berkata apa adanya.

__ADS_1


"Bi Imas! Saya tahu bi Imas sangat membenci saya, entah apa yang sudah saya lakukan kepada bi Imas, sehingga bi Imas begitu tidak menyukai saya, ah ... apa mungkin karena saya sudah menyakiti Sam? Oke fine! Saya memang menyakiti Sam dan saya sudah meminta maaf padanya, tapi jika bi Imas menganggap saya karena menyakiti keponakan bi Imas, itu salah besar! Saya tidak pernah menyakiti dia, dia pria gila. Dan dia juga yang menyebabkan kecelakaan Sam, dan dia juga yang memaksa saya untuk meninggalkan Sam, untuk apa Bibi membela keponakan gila seperti dia, saya tolong bi Imas, saya mohon jujurlah! Dia tidak tahu kan jika Norman masih hidup? Bibi tahu jika dia mengetahui kalau Norman masih hidup, maka dia akan menghabisinya, dia itu psyco. Dia sakit, Bi!" Bi Imas tampak bingung, apa benar sang keponakan yang menyebabkan kecelakaan Sam saat itu, jika itu benar itu artinya bi Imas sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2