Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Rencana sang asisten


__ADS_3

Naura pun beranjak pergi ke kamarnya, sementara itu Sam bersiap untuk segera berangkat ke kantor, pagi ini tidak ada senyum dari sang istri yang mengantarkannya ke depan, Sam berharap ini hanya sementara dan Naura akan segera kembali ke dalam pelukannya.


Di sisi lain, Naura yang saat itu sedang berdiri di atas balkon, ia melihat ke arah bawah, di mana mobil suaminya telah siap untuk mengantarkan Sam ke kantor, pria dengan penampilan necis dan rapi itu, tampak begitu gagah, meskipun wajahnya terpaksa berubah demi melihat istrinya senang. Sekalipun itu tidak sesuai ekspektasi, tapi Sam tetap berharap jika suatu hari nanti Naura akan berubah pikiran dan kembali kepadanya.


Naura memperhatikan kepergian sang suami, sebenarnya dalam hatinya merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi di antara mereka, karena nyatanya Naura memang mencintai suaminya begitu dalam, Sam memang bersalah lantas apakah Naura harus menghakimi Sam terlalu kejam.


"Entahlah, Sam! Jujur aku sangat kecewa padamu, tapi di sisi lain aku masih sayang banget sama kamu, egois nggak sih aku?" tanya Naura entah pada siapa, sembari dirinya menatap kepergian mobil sang suami yang mulai melaju keluar dari halaman Mansion mewah itu.


Sejurus Sam melihat ke arah balkon kamarnya yang menghadap langsung ke arah depan, ia melihat sang istri yang sedang berdiri di sana memperhatikan dirinya dengan tatapan yang tentu saja Sam sudah bisa memahaminya.


"Maafkan aku, Naura! Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi, cukup sekali saja aku membuatmu terluka, karena itu benar-benar membuatku tersiksa, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku, kemana pun kamu pergi aku akan selalu mengikuti mu, tidak akan pernah kubiarkan kamu lari, aku akan terus mengejar mu sampai kamu lelah menghadapi ku dan menyerah." Sam berkata sembari menyandarkan kepalanya pada jok mobil. Berharap semuanya akan berakhir.


*


*

__ADS_1


*


Sesampainya di kantor, tentu saja Sam di sambut oleh sang asisten yang selalu setia menemaninya, Asisten Yan terlihat melongo karena penampilan Bos nya yang masih seperti dulu. Padahal Sam sudah mengumumkan kepada seluruh pegawai kantor jika dirinya sedang pergi ke Amsterdam untuk urusan bisnis sekaligus melakukan tindakan operasi plastik merubah wajahnya, tentu saja itu Sam lakukan saat sedang dalam penyamaran sebagai Marcell, bodyguard Naura. Tapi rupanya Sam datang dengan wajah yang tetap tidak berubah sama sekali.


"Loh Bos! Kok udah datang aja ke kantor, bukannya dua Minggu lagi ya Anda baru pulang?" tanya sang asisten terkejut.


"Aku gagal!!" jawab Sam singkat sembari duduk di kursi kebesarannya.


"Gagal?? Kok bisa! Pasti Bos nggak tahan tuh tidur terpisah dengan istri, Anda kan sedang bucin-bucinnya, jadi susah untuk pisah, pasti tuh!" Ucapan sang asisten rupanya membuat Sam tertawa kecil.


Sam semakin tertawa dan dirinya memang tidak bisa jauh dari istrinya, apalagi sekarang ini Naura sedang mengandung anaknya.


"Kamu benar! Dia sudah tahu semuanya, siapa Marcell dan siapa Sam yang sebenarnya, dan dia sangat marah saat tahu jika Marcell adalah Sam," balas Sam sembari dirinya menatap cermin untuk melihat pantulan wajahnya yang jelek.


"Itu artinya Nyonya Naura sudah tahu jika suaminya itu adalah pria yang tampan dan sempurna? Lantas kenapa Anda harus memakai wajah ini lagi? Bukannya Nyonya Naura senang ya punya suami yang tampan?"

__ADS_1


Mendengar itu, Sam pun menjawab, "Aku sudah pernah bilang sama kamu, Naura itu wanita yang berbeda dari kebanyakan wanita yang ku jumpai, dia malah tidak ingin melihat wajah asliku, katanya muak. Justru dia ingin aku dengan wajahku yang sebelumnya, makanya aku pakai lagi ini muka," ungkap Sam yang seketika membuat Asisten Yan tertawa.


Melihat sang asisten tertawa, Sam pun menatap tajam ke arah Yan. Seketika sang asisten berhenti tertawa dan meminta maaf.


"Hehehe sorry, Bos! Positif thinking saja, Bos! Bukannya Nyonya Naura sekarang sedang mengandung, wanita hamil muda tuh maunya aneh-aneh dan terkadang diluar nalar. Emosinya juga suka nggak terkontrol, Bos yang sabar aja, saya yakin Nyonya Naura akan kembali seperti dulu lagi," sahut asisten Yan memberikan solusi untuk Bos nya agar terus bersabar menghadapi sikap sang istri yang sedang marah.


"Ya ... aku maunya gitu, tapi bagaimana caranya?"


Asisten Yan pun memberikan satu cara agar Naura bisa kembali lagi kepada Bosnya tanpa susah-susah. Yan terlihat berbicara kepada Bosnya.


Sam mendengarkan pendapat Sang asisten dengan seksama, dan ia pun terlihat sumringah mendengar ide dari sang asisten.


"Hmm ... bagus juga idemu! Kamu memang asisten ku yang paling pintar, jika ini berhasil aku berjanji akan menaikkan gajimu dua kali lipat, sebagai tanda terima kasih ku karena kamu memberikan ide yang cemerlang ini." Seru Sam yang membuat asisten Yan tersenyum.


"Ah si Bos! Terima kasih banyak Bos sudah sangat percaya kepada saya, melihat Anda bahagia dengan Nyonya Naura saja Saya ikut bahagia." Balas Sang asisten yang berusia sekitar tiga puluh tahun itu. Dan hari itu juga, Sam memulai rencananya, ia pun memesan bunga mawar segar untuk dikirim kepada sang istri di rumah, dan berharap Naura bisa sedikit luluh dengan simbol bunga mawar yang akan dikirimkan Sam kepadanya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2