
Sam tampaknya basa-basi bertanya sedang apa Naura keluar dari kamar nya, karena biasanya di jam-jam seperti ini mereka memang sedang waktunya memadu kasih.
"Bukan urusanmu! Aku keluar dari kamar kek, berdiam di kamar kek, kamu tuh cuma jagain aku di luar saja, lagipula ngapain sih Sam pakai nyuruh kamu jangan kamarku, kayak kamar Tuan putri aja," seru Naura ngedumel.
"Nyonya jangan galak-galak dong, nanti cantiknya ilang loh." Sam mencoba merayu Istrinya apakah Naura marah padanya ataukah bersikap biasa. Tak pernah Sam duga, sifat galak yang selama ini Naura sembunyikan mendadak keluar saat sang bodyguard memuji dirinya.
"Eh eh nggak usah ngerayu kamu, ya! Nggak sopan, kalau bukan orang suruhan suamiku udah aku cincang kamu," umpat Naura dengan tatapannya yang kesal. Sam pun dibuat panik dengan sikap galak Naura, selama ini Naura tidak pernah menunjukkan sikap ketus seperti ini kepadanya, mungkin karena Sam adalah pria yang dicintainya sehingga Naura selalu bersikap lembut kepadanya meskipun Naura belum menyadari jika mereka saling mencintai.
"Aduh gila nih bini, gini amat judesnya, eh kalo sama si Sam buruk rupa dia kayak kucing kecil yang imut, giliran sama si bodyguard yang ganteng sampai langit ke tujuh, judesnya amit-amit." Batin Sam sembari menelan ludahnya sendiri.
"Iya iya maaf, Nyonya! Jangan marah dong, Nyonya. Saya tuh paling nggak bisa dimarahi oleh wanita, pasti saya bersedih," balas Sam sembari memperhatikan istrinya yang pergi menuju ke arah balkon untuk melihat pemandangan malam itu.
"Bodo!" jawab Naura ketus sembari berjalan ke arah balkon utama Mansion mewah milik Sam.
"Nyonya mau kemana?" tanya Sam sembari mengejar istrinya dengan berjalan di belakangnya. Karena Naura merasa tidak nyaman sang bodyguard yang sedang mengikutinya, Ia pun tampak membalikkan badannya dan terlihat berkacak pinggang kepada Sang Bodyguard.
__ADS_1
"Kamu ngapain ngikutin aku, Marcell! Kayak nggak punya kerjaan saja!" umpat Naura yang melihat ke arah sang bodyguard yang terlihat cengar-cengir.
"Loh Nyonya lupa, ya! Bukannya pekerjaan saya itu adalah menjaga Anda, Nyonya! Jadi, setiap apapun yang akan Anda lakukan pasti saya akan selalu mendampingi Anda, karena Tuan muda Sam sudah berpesan seperti itu, Nyonya. Anda tahu sendiri bagaimana sifat Tuan muda Sam, jika terjadi sesuatu kepada Nyonya, bisa-bisa kepala saya dipenggal, Nyonya. Saya tidak mau mati dulu, Nyonya. Saya belum kawin Nyonya."
Mendengar rengekan dari sang bodyguard, rupanya Naura tidak bisa menahan rasa ingin tertawa nya, Ia pun terlihat menggerak-gerakkan ujung bibirnya seolah dirinya ingin tersenyum. Namun, Naura menahannya karena Ia tidak ingin terlihat akrab dengan pria lain meskipun itu adalah bodyguard khusus untuk dirinya.
"Ya ampun suamiku dapat darimana sih nih orang, bukannya bodyguard itu orangnya nggak bisa senyum, dingin dan tegas. Tapi ini? Astaga ... rasanya aku pingin ketawa saja, ganteng sih nggak bisa bohong, tapi konyolnya itu astaga ... tapi bagaimana pun juga suamiku lebih ganteng daripada bodyguard itu. Dia lebih segalanya, ayolah Sam pulanglah segera," batin Naura sembari menggelengkan kepalanya.
"Ya udah terserah kamu, aku mau mencari udara segar," ucap Naura sembari membalikkan badannya. Sam melihat istrinya dari arah belakang, sungguh ingin sekali Sam memeluk Naura dari belakang dan membisikkan padanya jika dirinya sangat merindukan istrinya.
"Sam! Apa kamu bisa mendengar jeritan hatiku? Apapun yang kamu lakukan di sana, aku berharap kamu tetap mengingatku." Ucap Naura sembari melihat layar ponselnya, berharap Sam akan meneleponnya malam ini.
Suara Naura yang sedang menyebut nama suaminya, rupanya terdengar samar di telinga Sam yang saat itu sedang berada sekitar lima meter dari arah sang istri yang berdiri di atas balkon.
"Aku tahu kamu pasti merindukan sosok Sam, Naura!"
__ADS_1
Sam pun sedikit menjauh dari posisi semula, berharap Naura tidak tahu jika Sam sedang menghubungi sang istri lewat ponsel. Sam menekan nomor Naura dan tak berselang lama ponsel Naura berdering.
Naura terlihat sumringah saat Ia mendapatkan telepon dari suaminya. Dengan cepat Ia membuka percakapan yang pastinya akan membuat Naura bahagia.
"Halo, Sam!" sapa Naura dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Halo, Sayang! Kamu sedang apa?" balas Sam dengan suara aslinya, saat menelepon Naura Sam melepaskan filter suara yang digunakan untuk menyamar sebagai Marcell, kini Ia berubah menjadi Sam sesungguhnya dan Ia akan menghibur istrinya yang sedang merindukan dirinya. Sam saat itu sedang berada dibalik sebuah pintu sembari memperhatikan sang istri yang sedang berdiri di sana.
"Sam, aku kangen banget sama kamu, aku nggak bisa bobo, Sayang! Gatal ... pingin digaruk," seru Naura yang terdengar begitu manja, sangat berbeda saat Sam berubah menjadi Marcell, Naura terlihat ketus dan galak.
"Ini nih baru istriku, manjanya bikin aku ketagihan." batin Sam sembari tersenyum smirk.
"Apanya yang gatal? Bagaimana bisa aku menggaruknya," balas Sam dengan tetap tersenyum melihat sang istri dari belakang.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1