
Akhirnya, Sam pun pergi ke kamarnya sambil garuk-garuk kepala. Sementara itu Naura pun melihat kepergian sang bodyguard dengan terus menahan tawanya, hingga akhirnya bi Imas mengatakan sesuatu tentang bodyguard Naura itu.
"Marcell lucu banget ya, Nyonya! Anak itu bisa aja membuat orang tertawa," seru bi Imas yang juga menatap kepergian Marcell.
"Lucu? Aduhhh bi Imas ... Marcell itu bukan seorang bayi, lucu darimana nya?" sahut Naura yang juga hendak masuk ke dalam kamar. Bi Imas yang tanpa sengaja memperhatikan wajah Naura seketika mengerutkan keningnya saat melihat bekas kemerahan pada leher Naura, spontan bi Imas pun bertanya kepada istri Sam itu.
"Nyonya! Maaf leher Anda kenapa? Eh aduh nih mulut nggak bisa diam!" celetuk bi Imas sembari menutup mulutnya sendiri karena merasa lancang bertanya hal itu kepada Naura.
Naura pun meraba lehernya dan belum mengerti jika Sam meninggalkan jejak kissmark di sana, memang tidak terlalu merah tapi cukup kentara, mengingat Naura memiliki kulit putih bersih. Sehingga meskipun Sam menggigitnya sedikit saja, maka bekas merah itu sangat terlihat dengan jelas.
"Memang ada apaan, Bi?" tanya Naura penasaran. Sementara itu Sam yang tak sengaja mendengar percakapan antara bi Imas dan Naura, Ia pun sejenak menoleh ke arah dua wanita itu, Sam melihat Naura yang sedang memegangnya lehernya yang tentu saja di sana Ia meninggalkan jejak-jejak cantik untuk istrinya.
__ADS_1
Seketika Sam tertawa kecil dan setelah itu Ia pun segera berlari untuk segera masuk ke dalam kamar, karena pastinya bi Imas akan menoleh ke arahnya, karena tentu saja bi Imas sangat yakin jika jejak kemerahan itu Sam atau sang Bodyguard yang sudah membuatnya pada leher Naura.
"Lari ah, sebelum bi Imas melihat ke arah ku." batin Sam sembari dirinya segera masuk ke dalam kamarnya. Dan yang dikhawatirkan oleh Sam terjadi juga, bi Imas yang melihat ekspresi wajah Naura yang terkejut, ia pun tidak bisa berkata-kata lagi, jika itu semua itu adalah ulah Sam sendiri.
"Ya ampun, Tuan muda! Bisa-bisanya curi-curi kesempatan disaat seperti ini, semoga saja Nyonya Naura tidak curiga, hmm dasar bucin." batin bi Imas sambil melihat ke arah kamar Sang bodyguard.
Naura pun bertanya kepada bi Imas sebenernya ada apa pada lehernya, karena Naura belum sempat melihatnya di depan cermin.
"Loh Nyonya belum tahu? Emm ... mungkin saja Nyonya habis digigit serangga barangkali?" balas bi Imas yang berusaha untuk mengalihkan penyebab tanda merah itu.
Naura pun mengingat-ingat sembari menatap lehernya pada sebuah cermin di ruangan itu, sejenak ia terkejut ternyata jejak itu cukup banyak meskipun tidak terlalu merah, dan Ia merasa tidak merasa digigit serangga atau nyamuk, hanya saja Ia sempat teringat jika ia merasa sang suami telah menggigit lehernya saat Naura bermimpi bertemu dengan Sam.
__ADS_1
"Ya ampun! Kok bisa seperti ini sih? Sumpah aku baru tahu kalau bukan bi Imas yang kasih tahu. Digigit serangga? Kayaknya bukan deh? Apa mungkin dari mimpi itu bisa sampai ke dunia nyata, kayak nggak mungkin banget!" ucap Naura sembari mengingat saat dirinya dan suami sedang bercinta.
"Maksud Nyonya apa?" tanya bi Imas penasaran.
"Hmm tadi saya sempat bermimpi jika suamiku datang, Bi. Dan kami sedang ... sedang ... emm ya begitulah, Bibi ngerti, kan? Dan di dalam mimpi itu suamiku memang menggigit leherku, Bi! Kok bekasnya bisa sampai seperti ini, yah? Aneh kan?"
Seketika bi Imas hanya bisa elus dada, itu bukanlah sebuah mimpi tapi sebuah kenyataan, dan pastinya sang bodyguard itu alias Sam yang sudah melakukannya.
"Ya ampun, Nyonya! Itu sih bukan mimpi, tapi itu memang beneran suami Anda!!" batin bi Imas sembari menatap wajah Naura dengan tersenyum.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1