
Pagi hari yang masih dingin, jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, Naura mulai membuka kedua matanya dan Ia pun beranjak untuk pergi ke kamar mandi, Naura masih belum menyadari jika sang suami berada di dalam satu kamar bersamanya, dengan mata yang masih sedikit mengantuk, Naura berjalan ke arah kamar mandi dengan keadaan tanpa memakai bra sama sekali, ia hanya memakai pakaian tidur itu dengan biasa, sehingga sangat nampak sekali bentuk tubuh indahnya tercetak sempurna.
Di saat yang bersamaan, Sam pun juga mulai terjaga, tentu saja ia terbangun karena panggilan alam yang tidak bisa dihindari. Agaknya pagi ini udara cukup dingin membuat pejantan tangguh itu bangun dengan sendirinya.
"Sialll! Kenapa aku harus bangun di saat seperti ini? Bisa tidak kamu tidur saja, Boy! Haruskah aku selalu bangun di saat mataku masih mengantuk, mana tidak ada penawarnya lagi," batin Sam sembari tidur meringkuk agar dirinya bisa menenangkan baby Boy yang sedang terbangun itu.
Setelah berusaha cukup keras agar Sam bisa menidurkan baby Boy miliknya, tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar mandi yang dibuka. Spontan Sam melihat ke arah kamar mandi dan Ia dikejutkan dengan sang istri yang baru saja mandi, sungguh pemandangan yang teramat indah bagi Sam.
Naura baru saja melakukan ritual mandi dan ia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan pada tubuhnya, handuk yang Naura lilitkan secara asal membuat mata Sam tak berhenti berkedip, baru saja baby Boy miliknya itu tidur, kini harus bangun kembali, bahkan lebih tegap dari sebelumnya.
"Shiiit! Gangguan apa lagi ini? Aduh Naura jangan sampai kamu lepas handuk itu, bisa-bisa nanti ada ular yang datang padamu, ya Tuhan! Tolonglah hamba mu dari godaan istriku yang sedang menunjukkan pesonanya, ya salam dia belum pakai apapun lagi ...." batin Sam yang mulai tidak bisa tenang. Belum lagi si baby Boy yang terus saja mendesak-desak sedari tadi.
__ADS_1
Naura dengan santainya mengganti pakaiannya, seolah dirinya merasa tidak ada siapapun di dalam kamarnya, perlahan Naura menjatuhkan handuk itu dan dengan tubuh polosnya, ia berjalan mengambil pakaian dalam yang berada di lemari dekat dengan posisi Sam saat ini, jarak lemari dan kursi tempat Sam duduk sekitar dua meter, tapi Naura tetap tidak bisa melihat keberadaan suaminya yang sedang berdiam diri di sana sembari menahan rasa cenut-cenut yang sedari tadi menyiksanya.
"Tenang-tenang, Sam! Ini ujian, astaga kenapa bisa semulus itu? Hmm rasanya ingin ku gigit saja, Naura cepetan pakai bajumu, kamu memang sengaja menyiksaku seperti ini, ya!" lagi-lagi Sam harus bermonolog sendiri.
Setelah Naura mendapatkan pakaian dalamnya, ia pun segera memakainya pada tubuhnya. Setelah itu Ia yak langsung memakai pakaiannya, justru Naura sedang memberikan lotion pada seluruh tubuhnya, tentu saja wangi lotion itulah yang membuat Sam candu dengan wangi kulit sang istri.
Naura duduk di atas ranjang sembari mengoleskan lotion dengan aroma wangi khas itu pada kaki dan tangannya. Kulit putih nan bersih itu terpampang jelas di depan mata Sam, benar-benar godaan yang luar biasa.
Bisa dibayangkan bagaimana Sam menahan rasa itu di sudut ruangan sembari membayangkan istrinya, pria itu tampak berkeringat hingga akhirnya ia harus menjambak rambutnya sendiri.
Setelah Naura mengoleskan lotion itu pada tubuhnya, ia pun segera memakai dress biru tanpa lengan, dan terlihat sangat cantik pada tubuh Naura yang masih terlihat langsing.
__ADS_1
Naura berputar-putar di depan kaca, sembari mengusap perutnya yang masih rata, ia tersenyum dan tampak mengajak bicara bayi yang masih dalam perutnya itu.
"Sebentar lagi kamu akan membuat perut Ibu semakin besar, Sayang! Ibu akan menjagamu sampai kamu lahir ke dunia ini, dan setelah kamu lahir, kamu ikut sama ayahmu, ya! Ibu harus pergi." Seru Naura dengan wajah yang terlihat sedih. Tak bisa dipungkiri, ia pun sangat menyayangi bayinya, karena itu adalah buah cinta keduanya, bayi itu hadir karena hadirnya cinta di antara kedua orang tuanya.
"Entahlah! Apa ibu bisa rela meninggalkanmu?" ucap Naura lirih. Setelah itu Ia pun bergegas untuk keluar dari kamar. Namun, ada sesuatu yang membuat Naura terkejut bukan main, ia melihat pintu kamarnya dalam kondisi tidak terkunci.
"Loh! Bukannya semalam sudah aku kunci pintunya? Kok sekarang nggak ke kunci? Apa jangan-jangan!!!?" Naura spontan memperhatikan sekeliling kamarnya untuk memeriksa apa kecurigaannya itu benar, jika Sam lah yang sudah membuka pintu kamarnya.
Benar saja, setelah Naura memeriksa sudut ruangan, ia melihat seseorang tengah berada di sudut ruangan yang tampak gelap, dan setelah Naura dekati, ternyata dugaannya benar, ada sang suami yang sedang tersenyum kepadanya.
"Sam ... kamu ada di sini!!! Jadi, dari tadi kamu melihatku sedang berganti pakaian???" tanya Naura dengan tercengang. Sam pun tersenyum dan beranjak berdiri menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Iya ... dari semalam aku di sini menjagamu, pagi ini aku melihat sebuah pemandangan yang sangat indah, sebuah tempat yang bersih tanpa ada rumput yang tumbuh di sana, membuatku sangat gerah, aku sangat menyukainya. Tapi sayang, aku tidak bisa datang ke tempat itu, karena pemiliknya sangat galak." Ucapan Sam membuat Naura memalingkan wajahnya karena malu.
...BERSAMBUNG ...