Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Sopir baru


__ADS_3

Naura menatap bola mata sang suami, mungkinkah ada orang dekat suaminya yang sudah mengkhianatinya?


"Orang dekat? Maksudmu ada orang-orang disekitar mu yang sengaja memanfaatkan situasi itu agar kamu menjadi tersangka dan dituduh Diora menjadi dalang utama rusaknya rem mobil Diora? Tapi akhirnya, Kakak yang menjadi korbannya," seru Naura yang mulai merasa jika ada musuh di sekitar sang suami.


"Hmm ... aku rasa seperti itu, aku baru menyadari jika aku dijadikan kambing hitam saat aku tahu jika Norman adalah kakakmu, Diora pasti menuduh ku telah sengaja merusak rem mobilnya, dan naasnya mobil itu dikendarai oleh Norman, seolah-olah aku tahu jika Norman yang akan mengendarai mobil Diora, aku yakin pelakunya pasti tidak jauh-jauh dari kita." Ungkap Sam yang akhirnya bisa Naura mengerti. Naura pun merasa iba kepada suaminya, siapa orang yang tega membohongi Sam, pasti orang itu memiliki dendam kepada Sam dan Diora.


"Aku minta maaf, jika aku sudah salah faham, dulu aku kira juga seperti itu, karena kejadian itu benar-benar ganjil, dan sekarang aku baru mengerti semuanya, maafkan aku, Sam!" seru Naura sembari menatap wajah sang suami dalam-dalam. Sam tersenyum dan membelai lembut wajah istrinya penuh kemesraan.


"Aku bisa mengerti, setidaknya sekarang kamu sudah tahu yang sebenarnya, dan sekarang aku akan menyelidiki sendiri siapa sebenarnya yang sudah mengkhianati ku, aku tidak akan pernah memaafkannya." Sam bertekad untuk mencari tahu sendiri siapa dalang dibalik tragedi rem blong yang menyebabkan kecelakaan naas yang menewaskan nyawa Norman.


Mereka berdua pun melanjutkan kembali aktivitas yang tertunda itu.


"Dan sekarang, tidak akan ada lagi rahasia diantara kita, jika aku bertemu dengan Diora, kamu tidak perlu cemburu, aku sudah melupakannya, sekarang wanita yang kucintai hanya kamu, Naura!" Naura tersenyum mendengar penuturan dari sang suami, ia pun kembali melingkarkan tangannya pada leher sang suami sembari membiarkan suaminya bergerak sesuka hati.

__ADS_1


*


*


*


Sementara itu di tempat lain, seorang pria melamar pekerjaan sebagai seorang sopir pribadi pengganti sopir lama yang mengundurkan diri karena pulang kampung, dimana Sam sudah meminta Asisten Yan untuk mencarikan sopir pribadi pengganti.


Setelah Sam dan Naura selesai membersihkan diri mereka, Sam mendapati telepon dari sang asisten jika sopir yang diminta sudah tiba di Mansion.


"Hmm baiklah, aku akan segera menemuinya." Setelah itu Sam menutup teleponnya dan segera keluar untuk menemui sopir barunya, Sam tidak sembarangan memperkerjakan orang asing, ia sangat pilih-pilih dan benar-benar mencari kualitas, kali ini Sam akan menemui sopir barunya yang bernama Sujiwo.


"Sam! Kamu mau kemana?" tanya Naura saat melihat sang suami beranjak keluar dari kamar. Sam tersenyum dan berkata, "Aku keluar sebentar, menemui sopir baru kita."

__ADS_1


Naura tersenyum dan mengangguk, setelah itu Sam mengusap pipi sang istri dan kemudian Ia membuka pintu dan keluar menemui seorang pria yang akan bekerja menjadi sopir pribadinya.


Sam turun dari atas tangga dan berjalan menghampiri seorang pria yang sedang berdiri di tengah ruangan, pria dengan penampilan sederhana, berkulit coklat, rambut sedikit ikal, serta memiliki kumis dan sedikit brewok, dan satu ciri khasnya yaitu andeng-andeng alias tahi lalat yang cukup besar berada tepat ditengah-tengah jidatnya.


Sam berjalan menghampiri pria itu dan memperhatikan penampilan nya dari atas hingga bawah. Sejenak Sam tersenyum saat melihat sebuah tahi lalat yang terlihat estetik tumbuh di tengah-tengah dahi pria yang bernama Sujiwo itu.


"Selamat malam, Tuan! Saya Sujiwo, biasa dipanggil teman-teman dengan Mas Ji, saya kesini atas perintah Pak Yan, katanya suruh datang ke sini menemui Tuan Samuel Alfonso." Seru pria yang biasa dipanggil Mas Ji itu.


"Saya Samuel Alfonso! Selamat datang di rumah saya, dan mulai saat ini Mas Ji akan menjadi sopir pribadi saya, sopir saya yang lama pulang kampung, dan saya berharap Mas Ji bisa bekerja sama dengan baik."


Sujiwo pun mengangguk dan menyetujui permintaan sang majikan, hingga akhirnya Naura pun ikut turun ke bawah menghampiri sang suami yang sedang menemui sopir barunya. Disaat Sam sedang sibuk berbicara dengan sopir baru itu, tiba-tiba saja Naura merasa jika dirinya tidak asing dengan pria yang sedang berbicara dengan sang suami.


Dari postur tubuh, Naura seolah pernah mengenal pria itu. Apalagi saat Naura mendengar suara sang sopir baru yang sedang berbicara dengan Suaminya.

__ADS_1


"Suara itu? Tidak mungkin ... bagaimana bisa sama persis?" batin Naura sembari terus memperhatikan wajah Sujiwo.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2