
Naura yang memaksa untuk membantu suaminya, justru harus kecewa karena mendapatkan acuhan dari Sam, sang suami ternyata tetap memaksa Naura untuk tidur.
"Sudah! Tidak apa-apa, aku bisa sendiri. Tidurlah! Lebih baik aku ke kamar mandi untuk melepasnya, sepertinya aku butuh air." Setelah mengatakan hal itu Sam beranjak pergi ke kamar mandi, Naura hanya menatap kepergian suaminya dari balik pintu.
Naura pun hanya bisa menghela nafas, rupanya Sam yang sekarang tidak seperti dulu lagi, dulu pria itu selalu ingin sekali berdekatan dengan sang istri, sekarang semenjak insiden itu Sam berubah sedikit cuek.
"Kok aku ngerasa Sam nggak ada seperti dulu, apa mungkin karena amnesia itu? Kok aku ngerasa jauh." Ucap Naura lirih.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Sam melepaskan topengnya dan terlihat senyum merekah dari bibir pria itu, akhirnya Ia bisa membuat istrinya penasaran, setidaknya Sam harus bersandiwara lupa ingatan untuk membangkitkan rasa cinta sang istri kepadanya, apakah Naura akan tetap menemani dirinya meskipun dalam kondisi seperti ini. Hilang ingatan dan sedikit berubah sikap, dulu Sam terlihat sangat bucin dan sangat bergantung kepada-nya, kini ia ingin melihat jika Naura juga merasakan hal yang sama seperti dirinya, yaitu tidak ingin berpisah.
__ADS_1
"Naura! Untuk kali ini kamu tidak bisa menyembunyikan perasaanmu, bahwa kamu pasti masih sangat mencintaiku, dan aku akan buktikan jika kamu akan mengakuinya, karena kita tidak akan pernah terpisahkan."
Topeng itu terlepas dari wajah Sam, bekas luka hantaman vas bunga yang dilakukan oleh Naura, membuat Sam semakin mudah untuk menciptakan luka bohongan yang diakibatkan oleh benturan kepalanya pada dinding. Ia pun kembali membalut perban di kepalanya dan seolah-olah luka itu belum sembuh. Kini wajah Sam telah berubah, bukan Sam yang buruk rupa lagi seperti dulu, setidaknya Sam berharap sang istri bisa menerima keadaannya yang sekarang.
Perlahan, pintu kamar mandi terbuka, Naura melihat Sam keluar dari kamar mandi dengan penampilan dan wajah yang berbeda, yaitu wajah Marcell sang Bodyguard yang kemarin sempat membuatnya tak terima. Tapi sekarang, Naura mau tidak mau harus menerima kenyataan jika wajah asli suaminya memang tampan seperti itu.
"Sam!!" panggil Naura.
"Hmm ... ada apa? Kamu tidak tidur?" balas Sam sembari membalikkan badannya kearah sang istri yang masih duduk di atas ranjang.
__ADS_1
"Aku belum ngantuk, emm apa kamu mau diambilkan sesuatu sebelum tidur?" tanya Naura basa-basi. Sam menggeleng sembari tersenyum.
"Tidak perlu, nanti aku bisa sendiri, sekarang aku mau tidur, dan kamu tidurlah!" Ucap Sam sembari kembali menutupkan selimut pada tubuhnya, kembali ia tidur dengan posisi membelakangi istrinya. Tampak senyum tipis yang terlihat dari bibir pria tampan itu.
Sementara itu Naura tampak menatap terus ke arah suaminya, entah kenapa rasanya sangat sakit saat Sam berbicara seperti itu, seolah dirinya tidak menghiraukan istrinya sama sekali. Naura merasa Sam mulai mengacuhkan dirinya dan itu membuatnya sangat tidak tenang, padahal dirinya malah lebih parah saat sedang mengacuhkan Sam ketika diketahui jika Sam pernah membuat nya kecewa.
"Kenapa aku merasa sangat sakit dengan ucapan Sam, padahal dia cuma menyuruhku untuk tidur, dulu dia tidak pernah menyuruhku tidur sendirian, dia selalu menemaniku sampai aku terlelap, sekarang aku bisa merasakan apa yang Sam rasakan saat aku mengacuhkan dirinya." Gumam Naura sembari beranjak tidur, namun dirinya tidak bisa memejamkan mata.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1