
"Iya kamu benar, Yan! Aku sebenarnya sudah malas untuk bertemu kembali dengan Diora. Mungkin rapat itu akan berjalan lama, sebaiknya kamu saja yang menghadirinya, mungkin dengan cara seperti itu, aku bisa menghindari Diora." Mendengar ucapan sang Bos, asisten Yan pun mengikuti perintah sang Bos untuk menggantikan dirinya untuk menghadiri rapat bersama perwakilan Tuan Douglas.
"Baiklah, jika itu yang Tuan inginkan, saya akan mewakili Anda," Asisten Yan pun menyiapkan segala keperluan untuk rapat, dimana ia akan mewakili sang Bos untuk menghadiri rapat tersebut.
Sementara di tempat lain, Diora yang sudah mengetahui jika suami Naura adalah Samuel Alfonso, ia pun bertekad untuk berbicara kepada Naura tentang siapa sebenarnya suaminya, dan Naura harus tahu kebenarannya, jika suaminya itu yang sudah menyebabkan Kakaknya meninggal dunia.
__ADS_1
Hari ini,Diora akan bertemu dengan mantan tunangannya dalam acara rapat bisnis, Diora yang sudah didaulat untuk mewakili perusahaan sang Ayah, hari ini untuk kedua kalinya ia akan bertemu dengan Sam secara langsung dan tanpa kepura-puraan, mungkin saat itu ia belum tahu siapa Sam yang sebenarnya, tapi sekarang Diora sudah mengetahui semuanya, jika suami Naura adalah mantan tunangannya.
"Sam! Mungkin kamu bisa membalas dendam atas rasa sakit hatimu kepadaku, tapi Naura, dia harus tahu semuanya, jika kamu adalah pembunuh kakaknya, sampai sekarang aku tidak terima dengan kematian Norman, kau yang membenciku kenapa harus Norman yang menjadi korbannya, dasar licik!" umpat Diora sebelum dirinya berangkat untuk pergi rapat bersama Dan yang diagendakan mereka akan membicarakan kerjasama untuk proyek baru.
Rapat itu tidak hanya dihadiri oleh kubu Diora dan Sam, tapi ada satu perwakilan lain dari perusahaan PT. Mondar-mandir, Sekitar jam sepuluh kurang lima menit, Diora yang saat itu sudah sangat siap bertemu dengan Sam, ia pun mencoba untuk tenang karena bagaimanapun juga Diora tahu jika Sam telah merubah wajahnya, tentu saja sekarang Sam tidak seperti dulu lagi, seorang dengan wajah buruk rupa seperti yang dulu Diora lihat.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba, tapi bukan Sam yang datang, melainkan sang asisten yang mewakili Bosnya untuk acara rapat tersebut.
"Selamat siang!" sapa asisten Yan kepada dua orang yang sudah menunggu nya. Spontan Diora melihat kedatangan Sang asisten Samuel Alfonso yang datang sendiri tanpa bersama Bosnya.
"Kamu! Di mana Sam? Kenapa harus kamu yang datang?" tanya Diora dengan serius. Asisten Yan tersenyum dan mengatakan jika Tuannya lebih menghadiri sesuatu yang lebih penting daripada sekedar bertemu dengan mantan tunangannya meskipun dibalut dengan urusan pekerjaan.
__ADS_1
"Maaf, Nona Diora! Bos kami sudah memberikan perintah untuk mewakili beliau, karena ada sesuatu yang lebih penting daripada harus bertemu dengan Anda. Selamat datang kembali ke Indonesia, saya senang bisa bertemu dengan Anda lagi." Mendengar ucapan dari asisten Yan, Diora tampak kesal, ia pun bersikap dingin kepada sang asisten, dari dulu Diora tidak pernah menyukai asisten pribadi Sam, entah kenapa ya membuat Diora sangat tidak menyukainya, Asisten Yan memang tidak seperti kebanyakan asisten pribadi yang sangat serius, sang asisten terlihat sangat akrab dengan Bosnya, seolah-olah sang Bos sangat percaya kepada asisten nya itu, dan asisten Yan juga yang memberi tahukan kepada Sam jika Diora memiliki kekasih baru yang tak lain adalah Norman. Dan itulah yang menyebabkan Sam sangat membenci Norman.
...BERSAMBUNG...