
"Kalau begitu, lebih baik Nyonya istirahat saja! Sepertinya Anda terlalu kelelahan, hingga Nyonya bermimpi dengan Tuan muda, dan bisa jadi Nyonya lupa jika sedang digigit semut atau serangga, apalagi tadi Nyonya pingsan, bukan? Jadi, saya rasa itu cuma digigit serangga, dan Nyonya tidak menyadarinya," seru bi Imas yang mencoba menutupi ulah Sam.
Naura pun berpikir mungkin saja apa yang dikatakan oleh bi Imas ada benarnya, mengingat tadi dirinya mengunjungi makam sang kakak.
"Bi Imas benar juga, mungkin saja tadi digigit serangga dan nggak kerasa dan tiba-tiba menjadi kemerahan seperti ini." balas Naura sembari tersenyum.
"Baiklah, Bi. Saya masuk ke kamar dulu, selamat malam!" pamit Naura. Bi Imas pun tersenyum melihat Naura yang sedang masuk ke dalam kamar. Sejenak bi Imas berpikiran jika Sam sangat beruntung karena Naura sangat mencintainya, meskipun cinta mereka hadir karena pernikahan kontrak itu.
"Ternyata kepergian Non Diora tidak akan berpengaruh dalam kehidupan Tuan muda, kini kehadiran Nyonya Naura sudah menggantikan posisi Non Diora di hati Tuan muda, dan aku turut bahagia, apalagi sekarang Nyonya Naura sedang mengandung bayi Tuan muda Sam, hinaan Non Diora kepada Tuan muda tidak akan berpengaruh, dan buktinya sekarang Tuan muda lebih bahagia dari saat masih bersama wanita itu, wanita itu memang tak pantas untuk Tuan muda," Seru bi Imas dalam hati.
Sesampainya di dalam kamar, Naura segera mengambil ponselnya dan Ia pun segera menghubungi nomor sang suami, Ia akan mengabarkan berita kehamilannya kepada suaminya. Sam yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi, Ia melihat ponselnya sedang berdering dan Ia pun segera melihat ke layar ponselnya.
Seketika Sam membulatkan matanya saat melihat nama sang istri yang sedang berada di layar ponselnya sedang melakukan panggilan video call.
__ADS_1
"Naura!!! Shiiit! Aku harus segera memakai topengku dengan segera," Sam tampak panik dan Ia pun segera mengambil kotak yang berisi alat-alat penyamarannya. Setelah itu Ia segera memakai topeng buruk rupa itu agar istrinya tidak curiga.
Setelah semuanya sudah siap, Sam segera membuka percakapannya dengan sang istri. Sam tampak sedang berbaring di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada, mengingat Sam baru saja keluar dari kamar mandi, dan tentu saja wajah jelek itu menghiasi wajah Sam dengan tubuh polosnya yang menunjukkan yang menunjukkan gurat ototnya yang begitu seksi dengan sebuah tato bergambar Naga di lengan atas sebelah kirinya.
Naura kini melihat wajah sang suami yang sangat ia rindukan, baru saja dua hari Naura ditinggalkan oleh sang suami, nyatanya kini Naura sudah sangat merindukannya.
"Sam!" seru Naura penuh kerinduan.
Naura tidak bisa menutupi perasaannya, ia pun tampak berkaca-kaca sembari berkata dengan manjanya.
"Sam! Aku kangen banget sama kamu, kapan kamu pulang?" seru Naura sembari meletakkan ponselnya di atas meja, sementara dirinya duduk di atas tempat tidurnya sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil, dan tubuhnya masih mengunakan piyama handuk.
"Sabar ya, Sayang! Ini baru dua hari, apa kabar dengan keadaan istriku saat ini? Ada apa, Sayang?" ucap Sam yang berusaha membuat istrinya tenang. Meskipun sebenarnya Sam berada di dalam satu Mansion bersama istrinya.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang harus kamu tahu!" seru Naura yang sudah tidak sabar ingin mengatakan berita bahagia itu.
"Oh ya, Katakan! Berita tentang apa yang akan istriku katakan padaku!" tanya Sam.
"Sam! Kau tahu jika sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah? Aku hamil, Sam. Aku hamil anak kamu." Seru Naura yang diiringi rasa bahagianya memberitahukan tentang berita kehamilannya kepada sang suami. Sam, yang tentunya sudah mendengar berita bahagia itu, ia pun ikut tersenyum bahagia dan seolah-olah dirinya baru saja mendapatkan berita yang menggembirakan itu.
"Benarkah itu, Sayang? Syukurlah! Akhirnya tidak sia-sia aku setiap malam mengganggu tidurmu, akhirnya semuanya akan menjadi nyata, Sam si buruk rupa akan memiliki seorang bayi, bayi kita."
Keduanya pun saling berbicara dan mencurahkan segala kerinduan masing-masing, apalagi Naura yang merasa jika Sam masih berada di luar negeri, padahal Sam berada di dalam kamar di Mansion yang sama.
Hingga akhirnya obrolan mereka berubah menjadi obrolan panas saat Naura bercerita tentang mimpinya yang baru saja Ia alami.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1