
Sementara di tempat lain, seorang wanita cantik baru saja turun dari sebuah mobil mewah miliknya, wanita yang berpenampilan modis dan trendy itu adalah seorang Nona muda dari keluarga kaya raya. Diora Cassandra, wanita yang pernah dikabarkan akan menikah dengan Samuel Alfonso itu kini menginjakkan kakinya setelah dua tahun dirinya memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya karena suatu alasan.
"Sudah terlalu lama aku meninggalkan tempat ini, sudah cukup untuk ku melupakan semuanya yang sudah terjadi, aku akan kembali menata hidupku, dan aku harus menggantikan Papa untuk mengelola bisnisnya, dan sepertinya aku akan semakin sering bertemu dengan Samuel Alfonso, pria buruk rupa itu yang sudah membuat Norman kehilangan nyawanya, aku tahu jika itu adalah kamu, Sam! Dan sekarang aku datang untuk memberi perhitungan kepadamu." Ucap Diora dengan tatapan matanya yang penuh kebencian.
Diora masuk ke dalam rumahnya dan segera menemui Papanya yang sedang berbaring di atas tempat tidur, Tuan Douglas sedang sakit, dan terpaksa Diora pulang ke Indonesia untuk menggantikan posisi sang Ayah sebagai direktur utama di perusahaannya. Dimana perusahaan milik Tuan Douglas memiliki kerjasama yang sangat erat dengan perusahaan Sam.
__ADS_1
"Diora! Papa senang melihatmu pulang ke rumah, Papa berharap kamu bisa meneruskan perusahaan kita, dan Papa juga berharap kamu bisa bekerja sama dengan Sam, Papa tahu kalau kamu dan Sam bukan lagi pasangan kekasih dan kamu tidak lagi mencintainya, tapi Papa berharap kalian tetap bisa profesional demi perusahaan kita, kamu mau kan, Diora?" seru Tuan Douglas kepada putrinya.
Diora tersenyum dan menganggukkan kepalanya, meskipun dirinya sudah sangat tidak ingin melihat wajah Sam yang menjijikkan itu, demi sang ayah Diora harus memaksa matanya untuk melihat wajah Sam yang pastinya membuat dirinya mual.
"Ck! Kenapa aku harus bertemu lagi dengan pria buruk rupa itu, cuih melihat mukanya saja aku sudah muak, apalagi bertemu dengannya setiap hari, lama-lama aku bisa mati berdiri." Umpat Diora dalam hati.
__ADS_1
"Sudahlah, Diora! Papa tahu kamu akan pergi ke mana, tapi ingat! Kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan, Norman sudah tenang di alam sana, dan kamu harus melanjutkan hidupmu, kamu masih muda dan masa depan mu masih panjang, lupakan Norman dan menikahlah dengan pria lain yang mencintaimu, kamu berhak bahagia, Nak!" hibur Tuan Douglas kepada putrinya.
"Kebahagiaan ku sudah hancur, Pa! Dan semua itu karena Sam, dia sudah menghancurkannya semuanya, dia sudah merenggut cintaku, aku tahu dia tidak terima karena aku memutuskan hubungan pertunangan itu, karena itulah dia membayar orang untuk memotong kabel rem mobil ku, dan akhirnya Norman yang tidak tahu apa-apa, harus menjadi korbannya, jika dia membenciku, kenapa dia harus membunuh Norman? Bukankah tujuannya adalah untuk membunuh ku, karena itu adalah mobilku, Pa! Aku benci Sam, aku sangat membencinya." Diora terlihat sangat terpukul mengingat kekasihnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan mobilnya.
"Tapi menurut Papa, tidak mungkin Sam ingin mencelakai mu, Nak! Sam sangat mencintaimu, aku tahu itu, tidak mungkin Sam sampai hati ingin melenyapkan mu, pasti ada kesalahpahaman di sini, Papa yakin itu." Ungkap Tuan Douglas yang mencoba meyakinkan putrinya jika insiden yang menimpa Norman bukanlah karena perbuatan Sam, mantan calon menantunya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...