Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Kami saling mencintai


__ADS_3

Sam terkejut saat sang mertua bertanya kepadanya, ia pun berusaha untuk berpura-pura tidak mengerti apa-apa.


"Oh ... hehehe iya, Pak! Saya berharap Tuan muda Sam tidak menceraikan Nyonya Naura, dan Tuan Sam bisa berubah pikiran, karena bagaimanapun juga anak dalam rahim Nyonya Naura adalah anak mereka berdua, dan saya hanya menginginkan mereka berdua bahagia selamanya."


Mendengar ucapan dari sang bodyguard, pak Surya juga berharap demikian, semoga saja seperti itu, tapi pak Surya juga tidak ingin berharap lebih, karena sejatinya pernikahan sang putri dan Tuan muda buruk rupa itu hanyalah sebuah kesepakatan.


"Aku juga berharap demikian, tapi aku juga tidak bisa memaksa Tuan Sam untuk meninggalkan Naura, karena Naura sudah menandatangani perjanjian pernikahan kontrak itu, hanya Tuan Sam yang bisa memutuskannya, setelah bayi itu lahir maka Naura akan terbebas dari perjanjian itu dan Ia bisa melanjutkan hidupnya, aku juga ingin melihat Naura menikah dengan pria yang dicintainya, sebenarnya aku merasa sangat bersalah sudah membuat Naura berkorban sebesar itu, Ia harus menikah dengan pria yang tentu saja sebagian wanita takut melihat wajah buruknya, ia juga harus merelakan masa kegadisannya untuk sebuah hutang-hutang ayahnya yang tak berguna ini." Sesal pak Surya sembari menundukkan kepalanya.


"Tidak, Yah! Jangan berkata seperti itu."


Suara Naura yang tiba-tiba muncul dan ia terlihat menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berkumpul di ruang depan bersama sang bodyguard.

__ADS_1


"Naura! Kamu sudah bangun, Nak!" seru bu Lani yang langsung menghampiri putrinya yang sedang berdiri di sana, Sam pun ikut menghampiri Naura karena bagaimanapun juga Sam juga khawatir dengan keadaan Naura, antara bahagia dan juga terharu Sam mendapatkan berita tentang kehamilan sang istri.


Bu Lani tampak memapah sang putri disusul sang bodyguard yang juga ikut membantu dirinya untuk berjalan. Namun, Naura merasa tidak nyaman jika ada pria lain yang menyentuh tangannya meskipun itu sekedar membantu dirinya. Naura pun segera menepis tangan Sam yang ingin memegangi tangan sang istri.


"Tidak usah! Terima kasih." Sahut Naura sembari menjauhkan dirinya dari Sam. Tentu saja Sam harus bisa menerima konsekuensi nya jika Naura akan mengacuhkan dirinya. Karena saat itu Sam bertindak sebagai orang lain bukan suami Naura.


Sam pun hanya melihat Naura yang sedang berjalan dibantu oleh sang Ibu, sang pelayan Mbak Lastri melihat Sam dengan tatapan penuh iba, mau bagaimana lagi sudah resiko Sam saat menyamar menjadi bodyguard yang tentu saja bagi Naura bodyguard itu adalah orang asing baginya.


Naura kemudian duduk di dampingi sang ayah, Naura tampak memeluk sang ayah dengan sendu, hingga akhirnya terucap dari bibir mungil itu, ia ingin meminta maaf kepada kedua orang tuanya.


"Naura minta maaf kepada Ayah dan Ibu, Naura tidak bisa menepati perjanjian pernikahan itu. Naura nggak bisa." Ungkap Naura yang membuat pak Surya terkejut. Sementara Sam tampaknya terus memperhatikan sang istri yang sedang ingin mengatakan sesuatu kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Naura? Ayah tidak mengerti. Bukankah sekarang kamu sedang mengandung dan beberapa bulan lagi kamu akan bercerai sesuai isi perjanjian itu, bukan?" tanya pak Surya.


Naura pun memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya jika dirinya dan Sam saling mencintai dan Sam sudah memutuskan untuk membatalkan perjanjian pra nikah itu.


"Pernikahan kami awalnya memang sebuah perjanjian dan hanya sebuah kontrak, tapi kenyataannya suamiku sudah membatalkan perjanjian itu, dan kami tidak akan pernah bercerai meskipun anak ini lahir."


Mendengar pengakuan dari sang anak, pak Surya sangat terkejut bagaimana bisa pria sedingin seperti Samuel Alfonso membatalkan perjanjian nikah kontrak mereka.


"Apa? Tuan Sam membatalkan nikah kontrak kalian? Bagaimana bisa?" tanya pak Surya yang semakin penasaran. Naura pun tersenyum dan menjawab apa adanya.


"Karena kami sadar, jika kami ternyata saling mencintai, Naura mencintainya, Yah! Begitu juga dengan Tuan Sam, dia juga mencintai Naura. Kami sama-sama memiliki perasaan yang sama, dan kami memutuskan untuk hidup bersama selamanya, Naura tidak perduli dengan apa yang terjadi pada suamiku, Naura ikhlas mencintai pria buruk rupa itu, Naura mohon maafkan Naura, Yah!" ungkap Naura yang membuat pak Surya terharu, ternyata pernikahan itu bukan sekedar pernikahan kontrak dan sekedar menebus hutang dengan memberikan bayi kepada Sam, tapi sebuah pernikahan yang sebenarnya, antara dua orang yang saling mencintai. Dimana cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2