Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Kedatangan Diora


__ADS_3

Diora pun berusaha untuk tetap tenang, agar Rio tidak curiga, tentu saja kedatangan Diora disambut dengan gembira oleh Rio, akhirnya Diora datang kepadanya.


Sebelum Rio pergi, Norman meneriaki Rio agar tidak macam-macam kepada kekasihnya.


"Tunggu kamu!" seru Norman sambil mencoba melepaskan ikatan pada tangannya. Rio menoleh dan menatap Norman dengan tersenyum smirk.


"Aku peringatkan padamu untuk tidak mendekati Diora, aku tidak akan rela jika kamu sampai menyentuhnya, aku akan buat perhitungan denganmu brengsek!" ucap Norman menggebu-gebu. Rio hanya tertawa melihat Norman, pria itu justru berkata, "Oh ya, sekarang aku akan tunjukkan kepadamu jika aku pasti bisa memiliki Diora, bahkan di depan matamu aku akan menyentuhnya, kamu akan menyaksikan sendiri bagaimana aku dan Diora sedang menyatukan raga kami, kamu akan lihat wanita kesayanganmu akan kumiliki seutuhnya, kawan!!" ucapnya yang semakin membuat Norman marah.


"Hei kau! Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu menyentuh Diora tidak akan!!"

__ADS_1


Rio tidak memperdulikan ucapan Norman, ia pun langsung menemui Diora yang sudah menunggunya sedari tadi. Dengan bangganya Rio merapikan pakaian dan penampilan nya, kali ini Ia akan menemui wanita yang sudah membuatnya tergila-gila, saat pertama Rio melihat wajah Diora, ia sudah jatuh hati kepada wanita itu, dan dari situlah terbersit dalam benak Rio untuk menembak cinta kepada Diora, tapi malang, justru Rio mendapatkan penolakan dari Diora, dan penolakan itu terjadi berkali-kali, itulah menyebabkan Rio bertekad untuk menyingkirkan semua rintangan yang menghalangi cintanya kepada Diora, termasuk mencelakai Sam dengan menyabotase kecelakaan yang dialami oleh Sam.


Diora menatap lurus ke depan, dilihatnya Rio berjalan ke arahnya, sungguh Diora ingin sekali meludahi wajahnya, karena ia sudah muak melihat wajah asisten Yan yang nyatanya itu adalah saudara kembar sang asisten yang kini sudah meninggal dunia akibat ulah dari saudara kandungnya sendiri.


"Kalau bukan karena aku ingin menyelamatkan Norman, ciihhh rasanya aku ingin sekali meludahi wajahmu, Rio!" batin Diora.


Rio perlahan mendekati Diora, pria itu tampak tersenyum menatap wajah sang wanita yang sudah sangat ia rindukan.


"Apalagi yang kamu inginkan? Sekarang aku sudah datang padamu, aku akan menuruti permintaan mu, tapi aku mohon sesuai janjimu, lepaskan Norman!" pinta Diora serius.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan melepaskan Norman, tapi sebelumnya aku ingin melihat bagaimana reaksi pria itu saat melihat kita berciuman dan tentu saja aku ingin melihat Norman menyaksikan bagaimana aku bisa memiliki dirimu sebelum dirinya hahaha!!" lagi-lagi Rio tertawa terbahak-bahak.


"Brengsek! Kamu pikir aku mau disentuh oleh laki-laki brengsek sepertimu, jangan mimpi!!" batin Diora.


Sementara di tempat lain, kini bi Imas sedang bersama Naura di rumah, bi Imas tampak dijaga oleh beberapa anak buah suaminya, agar wanita itu tidak berhubungan lagi dengan keponakannya, bi Imas sudah tidak bisa lagi menghubungi Rio dan sebaliknya Rio juga tidak akan bisa menghubungi bi Imas.


Naura melihat bi Imas yang tampak berantakan, tidak seperti biasanya, wajah wanita itu penuh dengan kesedihan, ia teringat akan masa kecil sang keponakan yang selalu mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang sekitarnya.


"Bi Imas, kenapa Bibi bersedih?" tanya Naura sembari duduk di samping bi Imas.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2