Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Oleng ke kanan dan ke kiri


__ADS_3

Sam melihat Naura dengan tawa yang tertahan, sungguh pria itu sangat merindukan tawa dan canda dari sang istri, Sam pun ikut tertawa kecil sembari membetulkan lilitan handuk pada pinggangnya.


"Kenapa kamu ketawa? Ada yang lucu?" pertanyaan Sam seketika membuat Naura berhenti tertawa dan berkata, "Siapa yang tertawa? Aku hanya membayangkan apa bisa dirapikan pakai sisir, ya? Itu em ... anu ... ah sudahlah! Aku benci pikiranku."


Sam pun semakin tertawa mendengar pengakuan dari istrinya, perlahan pria itu berjalan mendekati Naura yang saat itu sedang berdiri di samping pintu kamar mandi. Wajah maskulin itu terlihat begitu lapar menatap wajah Naura, bukan Sam yang buruk rupa lagi, kini Naura harus berhadapan dengan wajah baru sang suami. Yang pastinya ketampanan pria itu akan membuat wanita manapun pasti tergoda, tubuh tinggi tegap, otot lengan, dada, dan perut yang sempurna, belum lagi tato yang menghiasi lengan Samuel Alfonso, menambah daya tarik tersendiri bagi wanita yang menatapnya. Tak terkecuali Naura.


Kini Sam berada tepat di hadapan istrinya, menatap tajam bola mata indah itu. entah kenapa Naura tidak bisa pergi dari tempat itu, padahal dirinya ingin sekali segera lari dan pergi menjauh dari Sam, jika tidak maka ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Katakan padaku! Apa aku dulu sangat mencintaimu? Aku benar-benar lupa akan hal itu, mungkin kamu bisa membantuku untuk mengingatnya." Sam berkata begitu dekat dengan Naura, tidak ada jalan pilihan lain lagi selain mengatakan yang sebenarnya, apalagi kata dokter, Naura harus sering-sering mengingatkan tentang kebersamaan mereka, agar ingatan Sam kembali pulih seperti sedia kala.


"Iya! Kamu dulu sangat mencintaiku, dan aku pun juga sangat mencintaimu, tapi karena satu hal, akhirnya hubungan kita renggang ... ah Sam jangan dekat-dekat! Sedikitlah menjauh!" ucap Naura lirih sembari mendorong tubuh suaminya agar sedikit menjauhi dirinya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Sam merasa kepalanya pusing dan berkunang-kunang, ia tampak memegangi kepalanya dengan satu tangannya, Naura yang melihat itu, ia pun segera mendekati suaminya dan menolong Sam agar segera keluar dari kamar mandi.


"Sam! Apa yang terjadi padamu!!" tanya Naura khawatir.


"Tiba-tiba kepalaku pusing sekali, aku juga tidak tahu kenapa," balas Sam yang terus memegang kepalanya.


"Ayo kita keluar! Nanti aku beri obat." Naura tampak berjalan memapah sang suami, tapi disaat yang bersamaan, handuk yang melilit pinggang Sam tiba-tiba mengendur dan akhirnya terjatuh di atas lantai, spontan Naura mengangkat kepalanya agar tidak melihat pemandangan yang berada di bawah, yang tentunya akan membuat Naura penasaran dengan apa yang dikatakan oleh suaminya tadi, jika Sam belum menyisirnya.


"Sam, tunggu! Handuk mu jatuh." seru Naura yang hanya menatap ke arah depan tanpa melihat ke arah jatuhnya handuk penutup tempat terindah itu.


"Aduhhh aku nggak bisa mengambilnya, tolong kamu ambilkan! Kepalaku benar-benar pusing nggak bisa dibuat nunduk." Mendengar ucapan dari sang suami, seketika Naura melototkan matanya, haruskah dirinya mengambil handuk itu dan memasangnya kembali pada pinggang suaminya.

__ADS_1


"Sam! Harus aku yang ambil?" seru Naura sembari menatap wajah sang suami yang terlihat sedang meringis menahan rasa sakit di kepalanya.


"Kalau bukan kamu siapa lagi, kepalaku tidak bisa diajak kompromi, kamu mau aku berjalan tanpa memakai apapun, oleng ke kanan oleng ke kiri, semakin pusing nih kepala," seru Sam.


Seketika Naura tertawa kecil mendengar ucapan dari sang suami, ia bisa bayangkan bagaimana yang dibawah sana oleng ke kanan dan ke kiri, belum lagi disisir rapi, membayangkannya Naura sudah sakit perut duluan saking menahan rasa ingin tertawa nya.


"Eh ... kok kamu malah ketawa sih? Kamu tuh lihat orang sakit kepala malah seneng banget, gimana sih!" protes Sam yang berpura-pura tidak suka dengan sikap istrinya, tapi sebenarnya Sam juga menahan rasa ingin sekali tertawa.


"Ma-maaf, aku nggak bermaksud menertawakan mu, aku cuma nggak bisa bayangin tuh kepada oleng dengan rambut yang awut-awutan! Hooo ya ampun, kenapa suamiku jadi seperti ini?" ucap Naura sembari menepuk jidatnya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2