Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Cinta itu buta


__ADS_3

"Aku tidak mengerti apa maksudmu? Kenapa kamu harus menyandera ku seperti ini?" tanya Norman yang tentunya ia tidak tahu menahu jika Rio adalah seorang penjahat, bahkan mengenalnya saja tidak. Rio tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Norman, kemudian Ia pun menjelaskan kepada Norman siapa dia yang sebenarnya.


Norman tampak serius mendengarkan penjelasan dari Rio, tentang apa dan bagaimana dirinya, Rio juga menjelaskan tentang kecelakaan yang menimpa dirinya, tentu saja kecelakaan itu sengaja direkayasa untuk mencelakai dirinya hingga orang-orang mengira kecelakaan itu menyebabkan Norman meninggal dunia.


Norman benar-benar tidak percaya, bagaimana bisa Rio dan bi Imas sekejam itu melakukan hal keji itu kepada dirinya.


"Kamu tahu bangssat! Gara-gara kamu Diora tidak bisa kumiliki, gara-gara kamu juga, Diora menjauhiku, aku sangat mencintainya, bahkan aku rela melenyapkan saudaraku sendiri untuk mendapatkan Diora, tapi apa? Aku justru mendapatkan kenyataan jika Diora pergi bersama pria lain, lepas dari Tuan Sam ia justru pergi bersamamu, benar-benar brengsek, itulah kenapa aku ingin sekali melenyapkan mu, dan aku bahagia saat aku mendengar kamu mati, Norman. Tapi kenapa kamu harus hidup kembali, dan bodohnya kenapa harus bi Imas yang menolong mu, itu yang tidak bisa aku terima, aku tidak bisa melihat kalian berdua hidup, tidak akan pernah bisa," ungkap Rio dengan tatapan matanya yang tajam.


"Apa? Jadi selama ini kamu yang sudah menyebabkan semua ini, kamu ingin berusaha untuk memisahkan aku dan Diora, bahkan kamu ingin memisahkan aku dari keluargaku? Benar-benar pembunuh!" umpat Norman yang saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena kedua tangannya terikat oleh tali.


"Cinta itu buta, Norman. Aku bisa berbuat apapun untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, termasuk menyingkirkan siapapun yang berani mendekati Diora, dia hanya milikku, milikku!!" ucapnya sembari tertawa jahat.


"Brengsek kamu! Aku tidak akan pernah biarkan Diora menjadi milikmu, lepaskan aku!" Norman tampak marah saat Rio berkata demikian.

__ADS_1


Hingga akhirnya, tiba-tiba saja seorang anak buah Rio datang dan memberi tahukan kepada Rio jika Diora sudah datang ke tempat mereka.


"Permisi, Tuan! Ada Nona Diora di luar dan ingin bertemu dengan Anda," mendengar pengakuan dari anak buahnya, Rio pun segera membuang pisau yang ada di tangannya, ia sangat bahagia akhirnya wanita pujaan hatinya datang ke tempatnya. Namun, sebelum Rio mendatangi Diora, tiba-tiba saja ia mendapatkannya telpon dari Sam. Rio pun sedikit kesal, kenapa Sam harus meneleponnya disaat-saat seperti ini.


"Brengsek! Ngapain sih nelpon sekarang, ck!" umpat Rio yang terpaksa harus menunggu untuk bertemu dengan Diora. Ia pun segera membuka telepon dari Sam.


"Iya halo, Tuan muda! Ada yang bisa dapat saya bantu?" seru nya kepada Sam.


“Iya, Tuan muda, tentu saja Mas Ji baik-baik saja, Tuan muda tidak perlu khawatir,” balas Rio dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Sementara itu Sam sudah menyiapkan jebakan untuk Rio agar pria itu segera ditangkap, Sam sudah menyiapkan anak buahnya untuk menjaga Diora yang saat itu berpura-pura untuk menyerahkan diri kepada Rio.


“Baiklah kalau begitu, syukurlah kalau Mas Ji baik-baik saja, sekarang kamu ada di mana? Aku ingin bertemu dengan Mas Ji?” tanya Sam yang berusaha untuk memancing apa yang akan Rio katakan.


“Emm Mas Ji aman bersama saya Tuan muda, Anda tidak perlu khawatir," jawabnya berbohong. Sam pun tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa supaya Rio tidak mencurigainya.

__ADS_1


"Ya sudah kabari aku jika ada sesuatu,"


"Baik, Tuan muda. Pasti saya akan selalu menginformasikan kepada Anda, oh ya Tuan muda, apakah bi Imas menceritakan sesuatu kepada Anda?" tanya Rio menyelidik.


"Bi Imas? Tidak, bi Imas tidak bilang apa-apa, memangnya kenapa?" tanya Sam pura-pura.


"Oh tidak apa-apa, Tuan. Baiklah kalau begitu saya harus bekerja kembali," ucap Rio sebelum dirinya menutup telepon dari sang Bos. Kemudian Sam pun juga menutupnya.


Sementara itu Sam segera memerintahkan Diora untuk segera mulai aktingnya, dengan menggunakan alat pelacak untuk mengetahui keberadaan Diora saat bersama Rio, Sam memberikan kode kepada Diora untuk bersiap-siap.


Diora pun mengerti dan ia pun segera melakukan tugasnya untuk menjebak Rio.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2