
Keesokan harinya, sebelum Sam bangun tidur, Naura sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya, berharap keadaan Sam bisa lebih baik dari kemarin dan perlahan sang suami bisa pulih kembali ingatannya.
Sam membuka kedua matanya, Ia melihat Naura yang sedang membuka jendela kamarnya, setelah itu Naura membalikkan badannya dan melihat sang suami yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Sam! Kamu sudah bangun, aku sudah membawakan sarapan untukmu, makanlah!" titah Naura sembari menawarkan sarapan untuk sang suami.
"Terima kasih, kamu tidak perlu repot-repot lagi seperti itu, aku jadi tidak enak." Sam berkata seolah merasa dirinya sudah sangat merepotkan sang istri.
"Kata siapa, aku merasa tidak repot, ini sudah kewajiban sebagai seorang istri, kamu sarapan dulu, ya! Setelah ini kita jalan-jalan." Mendengar itu, untuk sejenak hati Sam merasa sejuk, ia berharap masalah mereka segera berakhir dan tak ada lagi yang disembunyikan, karena pada dasarnya keduanya sama-sama saling mencintai.
"Sini, aku suapi!" tawar Naura sembari memegang piring berisi makanan untuk suaminya. Namun, lagi-lagi Sam menolaknya, ia pun mengambil piring itu dari tangan Naura dan ia makan sendiri dengan tangannya.
"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri, terima kasih." Ucapan Sam membuat Naura tidak bisa berkata apa-apa, Ia pun memberikan piring itu kepada Sam tanpa protes, setelah itu Ia segera mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
__ADS_1
"Setelah sarapan, kamu bisa mandi, aku sudah menyiapkan baju ganti untukmu, aku keluar sebentar!" pamit Naura untuk pergi sejenak. Sam pun mengangguk dan melengkung sarapannya. Setelah Naura keluar dari kamar mereka, Sam meletakkan piringnya, sungguh pria itu sebenarnya tidak selera makan, perutnya merasa mual dan Sam pun memutuskan untuk segera pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, pria itu muntah-muntah layaknya wanita yang sedang mengalami morning sickness, Sam lemas seperti tak bertulang, bukan sekali dua kali pria itu mengalami kejadian seperti itu, hampir setiap hari Sam mual-mual dan muntah.
Sam berada di dalam kamar mandi sedikit lama, karena dirinya harus merilekskan tubuhnya setelah mengeluarkan isi dalam perutnya. Hingga akhirnya, Naura datang ke kamar dan melihat sang suami yang tidak ada di tempat, sementara piring nasi itu terlihat masih banyak, sepertinya Sam tidak menghabiskan makanannya.
Naura mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, pasti sang suami sedang membersihkan dirinya, Naura pun duduk di atas ranjang sembari menunggu Sam keluar dari kamar mandi, tanpa sengaja Naura melihat handuk milik suaminya tertinggal, seharusnya Sam membawanya ke dalam agar dirinya bisa mengeringkan tubuhnya sebelum keluar dari kamar mandi.
Sam yang saat itu selesai membersihkan dirinya, ia pun beranjak mengambil handuk, tapi ternyata Sam terlupa jika dirinya tidak membawa handuk ataupun baju ganti.
"Ah sial! Pakai ketinggalan lagi, masa iya keluar dengan keadaan bulat-bulat seperti ini, entar ada Naura lihat, malu lah. Selama ini dia nggak pernah lihat punyaku, aku selalu gelap-gelapan kalau lagi main, apa jadinya kalau dia tahu, bisa-bisa pingsan dia." Ucap Sam sembari melihat dirinya pada pantulan cermin, tubuh kokoh dan sixpack terlihat begitu menawan, apalagi Sam saat itu tidak memakai sehelai benangpun.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar.
__ADS_1
"Sam! Ini aku bawakan handukmu!" seru Naura dari luar pintu. Sam menyeringai dan Ia pun membuka separuh pintu kamar mandi, sehingga tubuh kekarnya terlihat separuh dan itu memaksa Naura untuk memalingkan wajahnya.
"Ini handuk mu ketinggalan." Seru Naura dengan membalikkan badannya sembari satu tangannya memberikan handuk itu pada suaminya. Sam menerima handuk itu dari tangan istrinya. Tapi, bukan handuk saja yang Sam bawa ke dalam kamar mandi, tapi tangan istrinya juga tak luput dari incarannya. Alhasil Naura ikut tertarik masuk ke dalam kamar mandi.
"Awww ... Sam apa yang kamu lakukan?" Naura tampak terkejut saat dirinya masuk ke kamar mandi dengan satu tarikan tangan dari sang suami. Sementara itu, hal yang sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Sam, pria itu seolah-olah sangat malu sekali saat Naura masuk ke dalam kamar mandi, Sam terlihat menutupi area sensitifnya langsung dengan handuk sambil membungkukkan badannya.
"Aduhhh!!!! Maaf-maaf, tadi aku pikir cuma handuk saja yang kutarik, ternyata tanganmu juga ikut tertarik." Ucap Sam sembari memalingkan tubuhnya. Untuk sejenak Naura tertawa kecil dengan tingkah sang Suami yang memegangi area pribadinya dan menutupi nya dengan handuk yang diberikan oleh Naura.
"Ngapain kamu seperti itu? Kebelet pipis?" tanya Naura yang membuat Sam cengar-cengir.
"Hehehe aku malu sekali, maklum belum sisiran." Jawaban spontan Sam seketika membuat Naura tertawa kecil.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1